
Kabar tentang terlukanya Sabrina sudah sampai ke telinga Bagas. Bagas panik bukan main puteri kesayangannya terluka sampai masuk ke Rumah Sakit. Dengan cepat ia menuju ke Rumah Sakit karena istrinya Siena juga sudah menuju ku sana duluan.
Asistent pelit itu khawatir bukan main dan ingin tahu siapa yang sudah membuat anak kesayangannya terluka.
Di Rumah Sakit Areta juga di periksa karena keadaanya juga tiba-tiba drop membuat Arka khawatir. Arka dengan setia menemani Areta di sana. Begitu pun dengan Rasya yang setia menunggu Sabrina yang sedang di periksa.
Rasya berdiri sendiri di ruangan itu, karena Arka sedang menemani Areta yang katanya juga pingsan saat di jalan.
Bagas pun langsung menghampiri Rasya yang kebetulan memang ada di sana.
"Bocah Abon, apa yang terjadi pada puteri kesayangan ku ?" tanya Bagas pada Bagas
"Ayah mertua....kau datang " sapa Rasya
"Tentu saja aku datang, puteriku tidak baik-baik saja. Apa yang kau lakukan pada puteriku....?" tanya Bagas dengan tidak bersahabat.
"Oh ya ampun, ayah mertua yang aku lakukan pada puterimu hanyalah memberikan cinta yang sebanyak-banyaknya padanya. Memangnya apa lagi " jawab Rasya.
"Lalu bagaimana puteriku bisa terluka seperti ini?" tanya Bagas lagi padanya
"Kejadiannya sangat cepat ayah mertua, tiba-tiba saja Sabrina jatuh begitu saja mungkin keadaanyaa memang sedang ramai jadi Sabrina terdorong begitu saja" jawab Rasya menceritakan apa yang ia tahu.
"Ceritamu sangat ganjil, beri tahu aku dimana puteriku terjatuh. Aku akan mencari tahu sendiri apa penyebabnya " ucap Bagas, Rasya pun menceritakan kronologi mereka berempat double date dengan sedikit di beri bumbu cintanya pada Sabrina hingga Bagas ingin memukul kepala Rasya dengan keras agar anak dari mantan calon istrinya ini otaknya bergeser ke posisi semula, hingga ia bisa berbicara dengan normal.
"Bagas, bagaimana dengan keadaan Sabrina? "tanya Siena yang baru sampai kesana.
"Belum ada kabar sayang, Sabrina masih di periksa di dalam" jawab Bagas
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Siena, Rasya pun menceritakan kejadian itu kepada Siena. Siena menghela nafas kasar mendengar kejadian itu. Ia sangat menyesalkan kenapa kejadian ini bisa terjadi pada puterinya.
*
*
*
Di dalam sebuah ruangan seorang dokter pun sedang memeriksa Areta . "Maaf Tuan bisa saya bicara sebentar?" ucap dokter itu pada Arka.
Arka pun menganggukan kepalanya setuju, meskipun sebenarnya Arka takut mendengar penjelasan dari dokter tentang keadaan Areta. Arka takut jika Areta mengidap penyakit berbahaya.
"Silahkan duduk.... " ucap dokter itu
"Apa yang terjadi pada istriku dokter? "tanya Arka, dokter itu tersenyum melihat ke arah Arka.
"Istri anda tidak Kenapa-kenapa Tuan, hanya saja anda harus lebih menjaganya. Karena ternyata kandungan istri anda lemah. Nona Areta tidak boleh terlalu lelah" jelas dokter itu pada Arka.
"A-pa, kandungan Areta lemah, maksud dokter? " tanya Arka yang masih belum paham dengan penjelasan dari dokter itu.
"Areta hamil? "tanyanya sambil tersenyum
"Iya Tuan, istri anda hamil dan usinya sudah menginjak tujuh minggu" jawab dokter itu.
"Oh ya ampun, aku tidak tahu jika istriku sedang hamil " Arka menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Selamat Tuan.... "ucap dokter itu dengan tulus
"Terima kasih dokter, boleh aku melihat istriku? "tanya Arka
"Sama-sama Tuan.... "
*
*
*
Dokter masih belum selesai memeriksa keadaan Sabrina. Bagas, Siena dan juga Rasya masih menunggu di luar ruangan dengan gelisah.
"Ayah mertua..... "panggil Rasya
"Berhenti memanggiku seperti itu bocah Abon" ucap Bagas
"Ramahlah sedikit pada menantumu ini.... "
"Kau sangat mirip dengan Sasa.... " ucap Siena
"Aku memang sangat mirip dengan Mamiku dan ketamapanan dan kepintaranku menurun dari Papiku " ucap Rasya
"Aku tidak bertanya..... " jawab Bagas malas memperhatikan anak Abon itu.
"Kalian tidak usah khawatir tentang masalah Sabrina, karena aku pasti aku akan bertanggung jawab terhadapnya " ucap Rasya.
"Bertanggung jawab tentang masalah apa maksudmu? " tanya Bagas
"Aku akan bertanggung jawab dengan menikahi Sabrina... " Ucap anak Abon itu tidak ada angin tidak ada hujan ia malah berkata seperti itu
"Hey apa maksdmu.....? " Perasaan asitent pelit sudah tidak enak
"Pokoknya nanti aku akan menikahi Sabrina... "ucap Rasya
"Jangan bilang kau sudah.....? "
Mimin minta dukungannya buat novel ini ya biar bisa terus update 😊😊😊