
Pagi itu segerombolan orang dengan di pimpin oleh seorang pemuda tampan dengan tatapan menyeramkan, telah bersiap menuju tempat yang ia ingin datangi saat ini juga. Hingga ia tidak bisa menunggu lagi hanya walau hanya sekadar untuk memberi tahu keluarganya dimana ia sekarang. Ia sudah tidak sabar ingin segera sampai ke tempat itu.
*
*
Brakkk.....
Davin yang baru bangun dari dunia mimpinya saat itu sangat terkejut. Pasalnya apartementnya di kepung oleh banyak orang berjas hitam dan juga bertubuh kekar.
Mungkin Davin merasa jika ia masih bermimpi, sehingga ia masih diam saja saat melihat orang-orang itu datang. Dengan wajah bodohnya ia bertanya.
"Siapa kalian....? "Tanya nya
Seseorang muncul dari belakang dan hanya terdengar suara nyaring dari bunyi sepatunya di ruangan yang sunyi itu. Semua orang berjas hitam itu menyingkir perlahan memberi jalan kepada orang itu untuk lewat.
Seketika hawa dingin dan menyeramkan terasa begitu kuat saat Davin melihat Reby yang datang. Hancurlah sudah...Pikir Davin, tamatlah riwayat hidunya. Ia tidak pernah menyangka jika ia akan ketahuan, karena si bodoh Davin merasa jika ia sudah merencanakan kejahatannya dengan sempurna.
Lokasi saat ia menyerang Arka pun sudah ia perhitungkan dengan tepat, hingga ia merasa rencananya begitu sempurna karena hasilnya sesuai dengan keinginannya.
Namun manusia bodoh itu lupa jika ia berhadapan dengan siapa. Keluarga Maheswara bukanlah orang sembarangan begitu juga dengan keluarga Wijaya, di tambah dukungan dari keluarga Adyatama. Di mata ketiga keluarga itu, ia tak lebih dari tikus kecil yang mudah sekali untuk dihancurkan.
"Apa tidurmu nyenyak.... Brengs*k?" Tanya Reby dengan penuh penekanan dengan tangan yang mengepal kuat, tanpa basa-basi ia langsung mengahajar Davin.
Bughhh.....
Satu p u k u l a n pun kuat mendarat di rahang Davin. Belum puas Reby langsung menend*ng Davin dengan keras. Hingga Davin mengaduh kesakitan.
"Aaargghh.... !!!" Davin berteriak karena merasa sakit oleh pukulan Reby yang kuat.
"Kau merasa sakit bajing*n.....!!!" Reby menarik baju Davin hingga Davin hampir terangkat oleh Davin. Davin terlihat seperti tikus got di mata Reby. Kemarahan Reby hampir tidak terkendali jika saja ia tidak mengingat kata-kata Bira. Jika ia harus mampu mengontrol emosinya. Cukup buat Davin babak belur sampai ia mengaduh kesakitan dan memohon ampun ucap Bira. Namun Reby hampir saja mematahkan tangannya Davin karena ia sangat marah karena tangan itulah yang sudah membuat Arka dan Areta tidak berdaya, bahkamn hampir kehilangan nyawanya.
"Berani sekali kau melakukan hal itu kepada saudaraku.....!!! harusnya kau aku hancurkan sekarang juga...bawa makhluk menjijik*n ini...!!!" perintah Reby.
"Sial....!!! "gumam Davin, entah seperti apa ketakutannya saat ini. Ia sedang berpikir jika ia pasti akan dibuat kambing guling oleh Reby, Reby sangat di takuti oleh siapa pun karena. ia tidak pernah main-main dalam menghukum orang, belum lagi yang lainnya.
Davin sangat takut dengan Regan dan juga Bagas apalagi Reby, dia pria dingin yang sangat menakutkan. Ilmu bela dirinya juga tidak diragukan lagi, bahkan ia bisa mengalahkan sepuluh orang sekaligus. Davin yang tidak apa-apanya itu hanyalah butiran debu di mata Reby.
Astaga habislah kau Davin.... Ketakutan semakin menjadi saat mengingat jika Rama adalah ayah Arka.
"Sial.... sial.... sial.....!!!" Davin terus mengumpat dalam hatinya. Karena ambisi butanya, ia lupa jika ia berhadapan dengan siapa.
*
*
*
Semua orang sudah tahu siapa penyebab kecelakaan dari Areta dan juga Arka. Revan dan juga yang lainnya sudah bersiap untuk menemui Davin yang tidak tahu diri itu.
Mereka semua tidak tahu jika Reby bertindak lebih cepat dari siapa pun...
"Celakalah kau Davin... kau memang sangat bodoh " gumamnya dalam hati, ia pasrah saja dengan apa yang akan terjadi padanya.
*
*
*
Like sama giftnya sumbangin dong 😚😚💃
Sebenernya mimin lagi sakit, tapi Mimin usahain buat up karena Mimin sayang kalian 💜💜💜