
Arka mulai berpikir jika yang ingin melukai Areta adalah Livia atau Luna .Tapi hatinya lebih condong ke Livia karena Livia dulu pernah berbuat jahat kepada Areta, tapi tidak kecil kemungkinan juga yang melakukan kejahatan itu adalah Luna.
jadi Ia memutuskan untuk menyelidiki Livia terlebih dahulu Arka ingin mencoba menghubungi Livia dan memintanya untuk bertemu. Dia ingin bertanya langsung kepada Livia Benarkah Ia yang sudah mendorong Sabrina atau bukan, karena setahu Arka Livia selalu saja iri kepada Areta. Bahkan kekasih Areta pun dulu Davin direbut olehnya termasuk dirinya yang juga selalu digoda oleh Livia.
Arka meminta Sony untuk menghubungi Livia dan mengajaknya untuk bertemu untuk membicarakan sesuatu dengannya, dan Sony pun langsung menghubungi Livia untuk membicarakan jika bosnya Arka ingin bertemu dengannya di sebuah Cafe nanti siang . Mendapat kabar seperti itu tentu saja Livia sangat bahagia tapi ia juga merasa sangat aneh kenapa tiba-tiba Arka memintanya untuk bertemu .Bukankah Arka sangat tidak menyukainya tapi kenapa tiba-tiba Arka menghubungi dirinya.
Livia pun mulai berpikir setelah itu ia tersenyum senang karena ia mulai tahu ke mana arah pembicaraan Arka dengannya nanti. Livia akan menceritakan semuanya kepada Arka tentang semuanya tanpa ia tutup-tutupi.
*
*
*
Siang itu pun Livia Arka dan juga Sony bertemu di sebuah Cafe. Seperti biasa Livia selalu memakai pakaian yang ketat dan memperlihatkan buah kelapanya yang besar, hingga membuat Sony serba salah untuk melihat pemandangan di depannya dilihat terus dia takut suka, tapi jika tidak dilihat sayang sekali pemandangan indah dilewatkannya .
Ya meskipun buah kelapa Livia mungkin sudah pernah ada yang menyentuhnya, tetap saja benda itu sangat indah untuk di pandang. Namun Arka meminta Sony untuk membayangkan jika mungkin sudah banyak orang yang memanjat pohon kelapa milik Livia, agar Sony bisa fokus untuk bekerja.
Sugesti Arka pun sepertinya berhasil karena Sony menjadi bergidik membayangkannya, jika ternyata sudah banyak yang memanjat pohon kelapa milik Livia.
" Jangan dilihat Sony Oh terlalu Suci untuk menyentuhnya sebaiknya kau mencari buah yang gres saja untuk kau panjat nanti" gumam Sony dalam hati
Mereka bertiga pun kini berada di sudah berada di Cafe it, mereka duduk berhadapan dengan Livia. Seolah sudah tahu maksud kedatangan Arka Livia memasang wajah yang sangat tenang dan juga senang.
Arka sudah membaca mimik wajah dari Livia dan ia pun lalu bertanya kepada Livia " Sepertinya kau sudah tahu maksud dari kedatanganku Livia apakah mungkin benar jika yang ada dalam pikiranku kaulah yang sudah melukai Sabrina?"tanya Arka.
Livia hanya tersenyum santai saja saat Arka bertanya seperti itu padanya
"jika dalam pikiranmu akulah yang melukai Sabrina Apakah wajahku akan setenang ini?"tanya Livia
Memang benar wajah Livia terlihat terlalu tenang untuk orang yang akan dihakimi, dia terlalu santai dan dia merasa yakin jika dia memang tidak bersalah untuk itu Arka langsung bertanya kepada intinya saja karena tidak ingin membuang waktu.
"kau ingin tahu siapa orangnya yang sudah melukai Sabrina yang targetnya adalah Areta? jika kau ingin tahu maka aku akan mengatakannya dengan senang hati padamu, karena saat kejadian itu aku berada di sana .Orang yang melukai Sabrina dan berniat jahat kepada Areta adalah Luna teman baikmu , oops salah maksudku mantan teman baikmu yang juga sangat mencintaimu"ucap Livia sambil tersenyum senang karena sebenarnya Livia sangat tidak menyukai Luna bahkan dia lebih tidak menyukai Luna dibandingkan dengan Areta yang notabene selalu bicara apa adanya walau menyebalkan, tidak seperti Luna yang selalu berpura-pura baik padahal hatinya sangat jahat.Livia, dia sangat membenci perempuan seperti itu.
Mendengar nama Luna yang disebut tentu saja Arka sangat terkejut .Bagaimana bisa Luna bisa bertindak sejauh itu untuk melukai Areta, sepertinya cinta Luna adanya adalah cinta buta yang kini berubah menjadi ambisi semata .Arka pun bertanya kembali kepada Livia .
"Apakah yang kau ucapkan itu bisa kau pertanggungjawabkan Livia ?"tanya Arka
"Tentu saja, karena aku ada di sana, Aku bahkan melihatnya dengan mata kepalaku sendiri saat ia mendorong Sabrina. Dan jika kau masih tidak percaya kau bisa bertanya kepada Luna. Karena setelah kejadian itu aku mengejarnya dan Kami berbicara berdua .Terserah kau mau percaya atau tidak tapi aku sudah mengatakan semuanya padamu tanpa ada yang aku tutup-tutupi"
Kak terlihat berpikir dengan apa yang diucapkan oleh Livia karena Arga Melihat lebih ya seperti tidak sedang berbohong kepadanya entah apa maksudnya ia mengatakan itu tapi yang jelas RKA melihat kejujuran di sana.
" Dengarkan aku Arkana Wijaya aku memang bukanlah wanita baik, tapi aku bukan wanita munafik. Tingkahku memang terlihat murahan karena begitulah aku, lebih baik terlihat murahan daripada terlihat seperti orang yang selalu menjaga kehormatan tapi nyatanya dia tidak punya kehormatan sama sekali . Maaf jika pemikiranku tidak sama seperti ini tapi inilah aku yang apa adanya " ucapnya santai sambil meminum-minumannya karena kerongkongannya terasa kering setelah banyak bicara.
Arka terus memandang wajah Livia seolah terus mencari kebohongan di matanya. Namun Livia terlihat santai dan terus menebar senyum padanya dan juga Sony.
"Hey anak manis, kau terlihat sangat tampan dan juga keren. Tawaranku masih berlaku padamu " ucap Livia
"T-tawaran apa? "tanya Sony, semoga saja bukan tawaran minum susu karena Sony akan langsung menolaknya karena takut keracunan susu yang sudah terkontaminasi itu.
"Tawaran untuk menjadi kekasihku " ucap Livia pada Sony sambil mengedipkan matanya.
"Maaf Nona aku tidak tertarik, aku ingin mencari wanita yang masih orisinil untuk di jadikan pacar, kau terlalu berpengalaman untukku yang masih pemula " jawab Sony
"Oh Astaga, dasar bocah menyebalkan "
**
Kasih mimin semangat dong, kasih lope atau kasih kopi misalnya 😜💃💃💃