MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 15



Aretha melihat suaminya malah melihat laptop membuatnya berdecak kesal. Acara bulan madunya kenapa harus di habiskan dengan bekerja. Aretha juga merasa aneh dengan pelamar yang melamar Arka. Karena mereka tadi sempat bertukar pesan melalui ponselnya di aplikasi bergagang telepon. Aretha sempat mengintipnya tadi. Agak merasa aneh namun ia akan coba menyelidikinya nanti.


"Ka... kita lagi bulan madu lohh kok kamu malah kerja sihh" keluh Aretha.


"Aku hanya melihat email saja...."ucap Arka


"Sama aja mas Penguiiiinnnn..... " ucap Aretha


"Aku hanya mengecek pelamar kerja saja, aku sangat membutuhkan sekretaris untuk membantu pekerjaanku yang sangat banyak di kantor " ucap Arka


"Ada bidadari cantik, pinter dan bisa semuanya ini malah nyari yang lain" ucap Aretha.


"Kau kan bekerja untuk Reby.... "jawab Arka


"Reby mah bisa di atur, lagian kan ada anak bebek yang selalu ngikutin dia " jawab Aretha sambil duduk selonjoran di ranjang.


"Terus kita memangnya mau apa ?" tanya Arka


"Kita main yuukk.... "ajaj Aretha


"Main apa? "tanya Arka kemudian duduk di samping Aretha, Aretha terlihat berpikir tangannya mengelus-elus dagunya yang kecil itu.


"Aku tahu, kita main kuda-kudaan aja" ucap Aretha dan satu toyoran mendarat di kening Aretha hingga terjungkal.


"Dasar penguin gak sopan, istri sendiri malah di toyor bukan di sayang...." teriak Aretha kesal.


"Bersihkan otakmu, pikiranmu itu selalu mesum saja" kesal Arka, karena gara-gara Aretha pikirannya jadi bertraveling kemana-mana, Arka jadi membayangkan menunggangi Aretha Ooppss.... Astaga penguin ini rupanya sudah mulai nakal rupanya.


"Gini resiko kalo punya suami bocah, gak ngerti masalah ehem-ehem...." ucap Nara


"Aku bukan anak kecil..... " jawab Arka kesal yang selalu di anggap anak kecil oleh Aretha.


"Oh astaga.....aku baru tahu kalau kau penguin dari negeri prindavan.... " ucap Aretha


"Ckk sudahlah.... kau menyebalkan" ucap Arka kesal kemudian ia masuk ke dalam selimutnya dan membelakangi Arka.


"Acieehh, penguin ngamek " Aretah langsung menggoyang-goyangkan punggung kokoh Arka.


Setelah beberapa kali di bujuk Arka masih terlihat kesal padanya. Arka memang sangat sensitif jika di ungkit masalah umur, dia paling tidak suka jika di sebut anak kecil terutama oleh Aretha.


Arka selalu ingin ialah yang di anggap kakak oleh Aretha, karena tubuhnya lebih tinggi dan lebih besar dari Aretha. Namun tentu saja si cerewet Aretha tidak pernah setuju, Arka lah yang selalu di anggap adik olehnya.


Karena merasa jenuh sendirian akhirnya Aretha menonton acara drakor kesukaannya. Cerita tentang cinta manis dan sangat romantis. Adegan-adegan lucu dan mesra membuat Aretha nmenjadi semakin baper saja. Hingga ia berguling-guling karena karena terbawa perasaan.


"Oh ya ampuunnn.... mereka mesra banget sihh "ucap Aretha, Arka yang merasa terganggu dengan kelakauan Aretha yang mendadak menjadi seperti kambing guling pun menegurnya.


"Ar... apa kau tidak bisa diam" kesal Arka karena tidurnya jadi terganggu.


"Gak bisa, ini lagi seru banget.... aaakkhhh!!! "teriaknya lagi


"Ar.....astaga kau sangat berisik "Aretha memang sangat menguji kesabaran Arka yang kian hari kian menipis.l karena terkikis oleh kelakuan Aretha yang sangat menguji iman.


"Mereka lagi berciuman Ka.... romantis banget tahu" jawab Aretha sambil memandang layar ponselnya senyum-senyum tanpa mempedulikan bagaimana ekspresi Arka sekarang.


"Ka.... "panggil Aretha


"Heemmm..... "jawab Arka sambil melihat adegan di layar ponsel Aretha yang menggetarkan jiwa dan membangunkan gagang sapunya.


"Aku juga mau di cium.... "ucap Aretha, astaga tayangan yang berubah menjadi bayanga pun kini terasa menjadi nyata karena ucapan Aretha yang tiba-tiba meminta.


"A-apa... " ucap Arka


"Aku juga mau nyobain di cium juga, aku belum pernah nyobain loh di cium sama cowok sama Davin juga gak pernah " ucap Aretha yang sangat santai saat megucapkan hal itu berbeda dengan Arka yang mendengarnya menjadi mendadak panas dingin.


"M-maksudmu kita berciuman begitu....?" tanya Arka dan Aretha pun mengangguk.


"I-itu aku.... aku.... "Arka terlihat bingung.


Tanpa aba-aba Aretha mendekat pada Arka yang sedang duduk di kasurnya. Kemudian ia dengan posisi kaki berdiri dengan lutut dan juga melingkarkan tangan kecilnya di leher Arka. Arka membulatkan matanya karena kini mereka bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.


Arka bisa melihat wajah Aretha yang sangat cantik dari dekat, Aretha hanya menggunakan T-shirt longgar berwarna navy sangat kontras sekali dengan kulit putihnya dan juga leher jenjangnya yang terekspos indah karena kini rambutnya di cepol ke ataas dengan menyisakan rambut sedikit bagian depan membuatnya sangat menggoda.


Hot pants yang di pakainya pun menambah keseksian Aretha.


"Ar... kau mau apa?" tanya Arka yang mulai gugup.


"Mau cium kamu..... " ucap Aretha


Cup


Aretha mencium bibir seksi Arka, cukup lama ia terdiam hanya dengan saling menempelkan bibir mereka masing-masing. Baru saja Arka akan ******* bibir manis itu. Aretha malah melepaskannya.


"Udah ahh.... "ucap Aretha melepaskan bibirnya yang menempel di bibir Arka, entah kenapa Arka merasa tidak suka karena Aretha menyudahinya. Kemudian ia pun menarik Aretha tangan Aretha hingga Aretha tertidur di kasur kemudian Arka pun mengungkungnya dan kemudian membenamkan bibirnya di bibir Aretha yang terasa sangat manis.


Lama Arka mencicipi bibir Aretha, Arka seolah tidak mau melepaskannya dan ingin terus merasakannya. Aretha pun sama-sama menikmatinya hingga ia pun terbuai dan ada rasa sesuatu yang Aretha pun tidak tahu.


Setelah puas Arka pun melelpaskan tautanya, dan mengusap bibir Aretha yang basah karena ulahnya.


"Ka..... "panggil Aretha, Arka berpikir jika Aretha akan marah dengan sikapnya barusan, dan Arka sudah siap menerima kemarahan Aretha.


"Maaf Ar..... "


"Aku mau lagi.... "rengek Aretha.


"A-apa...!!!" Oh astaga rupa-rupanya bayi hamster ini ketagihan.


*


*


*


Like dan komen dong biar semangat ngetiknya 😘😘