MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 27



Saat Areta pergi ke kamar mandi ada seseorang yang mengikutinya. Ia berjalan mengendap agar tidak ketahuan oleh Areta. Semakin melihat Areta semakin ia ingin melukainya. Kenapa setiap yang ia suka dan harapkan selalu saja dengan mudah Areta dapatkan dan itu membuatnya semakin membenci Areta.


Rencana untuk mencelakai Areta sebenarnya sudah ia rencanakan dari hari sebelumnya. Livia sengaja memberi tulisan toilet rusak di sana agar tidak ada orang yang masuk. Rencananya berjalan lancar saat Areta masuk ke dalam toilet dan toilet dalam keadaan kosong.


Saat Areta akan keluar dari toilet dengan sengaja Livia mematikan lampu dan mendorong Areta serta langsung menguncinya di dalam sana. Di ruangan yang sempit dan pengap.


Areta menjerit karena terkejut ada seseorang yang mendorong dan menguncinya di dalam toilet, sayangnya tidak ada yang mendengar suaranya . Livia sengaja membohongi petugas cleaning servis agar tidak ada yang boleh masuk dan membersihkannya sebelum para karyawan pulang, dengan alasan para karyawan terganggu dengan keberadaan mereka. Padahal biasanya petugas kebersihan selalu bertugas saat para karyawan lain bekerja. Jadi mereka bekerja saat tidak ada orang di sana dan mengganggu para karyawan staf.


Livia merasa sangat senang melihat Areta ketakutan di sana, karena Areta sangat takut pada tempat tertutup dan juga gelap. Untuk itulah Livia merencanakan semua ini, untuk membuat Areta ketakutan. Yang lebih membuatnya senang saat Livia melihat Luna dan mengetahui Areta ada di dalam tapi ia tidak mau menolongnya. Ia melihat gerak-gerik Luna karena Livia bersembunyi di salah satu toilet di sana. Livia tersenyum senang dan sangat puas.


Merasa tugasnya sudah selesai Livia pun pergi meninggalkan toilet itu dan kembali bekerja seperti biasa tanpa merasa bersalah sedikit pun karena sudah berbuat jahat pada Areta.


*


*


*


Saat sampai ke kantor Arka tidak mendapati Areta ada di sana. Arka merasa agak aneh karena biasanya Areta selalu berpamitan jika mau pergi kemana pun.


"Kemana dia.... di kantor juga tidak ada" ucap Arka


"Mungkin Ar sudah pulang Arka, bukankah ia terlihat seperti tidak sehat wajahnya juga agak pucat saat aku melihatnya" ucap Luna, Arka terlihat berpikir Areta memang sangat kelelahan karena ia meminta jatah dua kali sore dan malam dengan durasi tidak sebentar. Areta pasti kelelahan pikir Arka.


"Iya mungkin Ar pulang untuk istirahat...." ucap Arka, kemudian Arka pun melanjutkan pekerjaannya dan mengira jika Areta sudah pulang.


*


*


*


Bugh


Bugh


Bugh


"Tolong.....!!!" Areta terus berteriak hingga suaranya lemas, namun tidak ada yang mendengarnya. Dalam ruangan gelap Areta menangis sendiri, ia merasa ketakutan


"Arka... Hiks.... Papa tolongin Ar...." ucap Areta di tengah-tengah tangisnya. Sudah tiga jam lebih Areta terkunci, ia merasa lemas dan kekurangan oksigen juga merasa sangat ketakutan karena ruangan di sana gelap, hanya ada sedikit cahaya dari lubang udara yang membuatnya bisa menetralisir rasa takutnya.


Di kantor Revan merasakan perasaan yang tidak nyaman, entah kenapa ia tiba-tiba mengingat Areta dan merindukannya. Revan pun segera mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Areta.


Tutt.....


Tutt....


Tutt....


"Kemana Ar kenapa ia tidak mengangkat panggilan dariku" gumam Revan.


"Hallo Pah... "


(Hallo Arka.... Dimana Areta?) tanya Revan


"Areta tadi pulang pah, karena Ar tidak enak badan" jawab Arka.


(Oh... baiklah ) Revan pun kemudian menutup panggilannya dan langsung pergi menuju rumah anaknya.


"Pantas saja perasaanku tidak enak, putriku sedang sakit rupanya" gumam Revan.


*


*


*


Waktu sudah hampir sore jalanan pun mulai macet, hingga perjalanannya Revan menuju rumah Areta menjadi terhambat. Namun kenapa perasaannya semakin tidak nyaman, ia ingin segera bertemu dengan putrinya.


Arka pun mulai membereskan pekerjaannya, ia ingin pulang lebih awal dan melihat Areta.


"Arka kau mau kemana.... ?"tanya Luna


"Aku mau pulang duluan, aku khwaatir dengan keadaannya Ar... "jawab Arka


"Selalu saja Areta, apa Arka tidak bisa melihatku sedikit saja" gumam Luna dalam hati.


Saat Arka hendak melangkahkan kakinya dan mau keluar dari ruangannya. Pandangannya tertuju pada tas Areta yang tergeletak di kursi kerjanya. Saat masuk ke dalam tadi Arka tidak terlalu memperhatikannya, jadi ia tidak menyadari jika tas Areta ada di kursi.


Deg.....


"Ar.... " gumam Arka, ia langsung mengambil tas Areta dan melihat jika di tasnya ada ponsel milik Areta. Dan melihat beberapa panggilan yang tidak di jawab salah satu panggilannya dari Revan dan juga darinya. Perasaannya langsung tidak karuan, Arka pun langsung berlari keluar tanpa berkata apa pun karena panik, ia pun langsung menuju ke kantornya Davin.


*


*


Sedangkan di kantor Davin, para staf dan karyawan lainnya tengah ribut karena petugas kebersihan menemukam ada seorang tengah tergeletak dan tidak sadarkan diri di dalam toilet. Davin yang melihat ada keributan pun langsung menghampirinya dan terkejut saat melihat Areta tergeletak tidak berdaya di sana.


"Areta....!!! "


*


*


*


Mimin udah rajin up nihh, kalian juga yang rajin like dan komen ya 💃💃💃