
Melihat amarah dari Arka Davin sama sekali tidak peduli, sekarang ia lebih takut tidak bisa melihat Areta. Entah kenapa sekarang perasaannya kepada Areta terasa menggebu dan keinginan untuk memiliki terasa semakin kuat.
Penyesalan semakin terasa dalam saja saat melihat gadis kecil yang cantik itu. Kenapa mata dan hatinya baru terbuka sekarang, dulu pandangan Davin tertutup oleh nafsu. Karena dulu saat bersama dengan Livia ia bisa mendapatkan apapun yang ia mau dari seorang wanita sebagai pria dewasa tentu Davin mempunyai kebutuhan biologis yang normal, namun ia tidak bisa menahannya sebagai pria lajang.
Dulu yang terpenting bagi Davin adalah kebutuhan biologisnya bisa tersalurkan dan itu ia bisa dapatkan dari Livia. Namun ternyata hanya kepuasan fisik saja yang ia dapatkan dari mantan selingkuhannya itu tapi cinta yang tulus ia dapatkan semuanya hanya dari Areta.
" Aku sudah putuskan jika aku akan merebut Areta darimu Arkana, aku tidak takut padamu karena aku lebih takut kehilangan cintaku untuk yang kedua kalinya dibandingkan jika aku harus berhadapan denganmu " ucap Davin
"Kau tahu aku bisa melakukan apapun padamu, bahkan aku bisa menghancurkanmu saat ini juga" Geram Arka.
"Kau kuat karena bantuan dari orang tuamu bukan karena dari kerja kerasmu, bahkan anak kecil saja bisa setara denganmu jika mempunyai orang tua yang kuat sepertimu " balas Davin tidak mau kalah
"Kau....!!! " Arkana menarik kerah baju Davin dengan sangat kencang harga Areta menggelengkan kepalanya ia tidak mau ada keributan antara Davin dan juga Arka apalagi kini mereka sedang berada di luar itu akan menarik perhatian banyak orang dan Areta tidak mau itu.
"Davin.... udah deh kamu jangan bawel aku tuh udah punya suami dan aku juga cinta sama Arka dan sekarang aku juga lagi hamil anaknya Arka mendingan kamu jauh-jauh, aku takut anak aku mirip sama kamu pamit-amit " ucap Areta mengusap perutnya berulang kali sambil melihat ke arah Davin
Jantung dan hati Davin terasa bagai diremas, karena gadis yang ia cintai ini telah mengandung benih dari pria yang ia benci.
"Ar.... " ucap Davin dengan sangat sedih. Areta panggilan nafas kasar melihat ke arah Davin
" Aku ngerti kamu pasti sakit hati kan dengar aku hamil. Kamu tahu nggak pas aku tahu kamu ehem-ehem sama Livia hati aku juga sakit tapi kamu malah ketawa dasar Doraemon . Sekarang rasain...... Ayo Sayang aku mau makan bebek goreng lama-lama lihat muka ayam kalkun perut aku jadi mual" ucap Areta sambil menggandeng Arka
"Ayo sayang....." ajak Arka sambil tersenyum mengejek ke arah Davin.
Davin mengepalkan tangannya, hatinya terasa panas saat ini ia merasakan cemburu yang luar biasa pada Arkana . Davin semakin membenci Arka
"Aku akan menghancurkanmu Arkana Wijaya, lihat saja" gumam Davin
"Dan kau Areta, Kau harus menjadi milikku" ucap Davin lagi sambil menatap nanar kepergian dari Areta dan juga Arkana.
*
*
*
Tadinya Reby akan ikut turun tangan namun dicegah oleh Bira karena jika urusannya dengan Reby, maka masalah akan menjadi tambah runyam.Karena Bira sangat tahu jika kemarahan anak satu-satunya itu itu akan sangat berbahaya biarlah Revan dan Bagas yang yang akan mengurus Luna, pikir Bira. karena bahkan Anggi pun menahan Rama karena kemarahan unta tua itu sangat berbahaya.
Arka juga sebenarnya bisa menuntaskan semuanya sendiri namun Revan dan Bagas sebagai seorang ayah mereka sangat tidak terima putrinya dicelakai oleh orang lain meskipun dia adalah perempuan.
"Bagas memangnya apa yang akan kau lakukan Pada Luna ?"tanya Revan, karena Bagas baru saja menghubugi orang-orangnya.
"Aku ingin membuat kucing sailormoon itu menjadi sate, sayangnya dia perempuan jika tidak aku pasti akan memanggangnya saat ini juga" ucap Bagas dengan gemas.
"Kau benar, jika saja dia bukan perempuan aku sudah mengha jarnya habis-habisan. Tapi meskipun dia perempuan aku pastikan dia tidak akan lepas dari hukumanku.Aku juga tidak mau kelak ia akan lebih berani melakukan hal lain yang membahayakan anak-anak kita" ucap Revan
"Maaf pak Revan maksudnya anaku dari Siena, aku tidak mempunyai anak darimu" ucap si pelit
"Maksudmu....? "tanya Revan yang tidak mengerti arah pembicaraan manusia aneh dan pelit ini.
"Kau bilang tadi anak kita kan, aku tidak punya darimu Pak " ucapnya sambil bergidik
Bugh.....
Satu pukulan pun mendarat di kepala asisten pelit itu.
"Dasar asistent kurang aj*r kepalamu memang harus di pukul agar otakmu kembali ke posisi yang sebenarnya " kesal Revan.
"Astaga untung saja kau bos ku Pak " ucap Bagas
*
*
*
Jangan lupa dukungannya ya 😊