MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 41



Keesokan harinya seperti biasa Arka pergi ke kantornya dan seperti biasa Luna menyambutnya dengan senyuman, namun Arka sama sekali tidak menggubrisnya. Ia terus berjalan tanpa menatapnya membuat Luna heran dengan sikap Arka yang terlihat berbeda sejak kemarin.


Luna pun melanjutkan pekerjaannya, namun ia tidak bisa konsentrasi karena melihat sikap Arka yang tidak seperti biasa. Luna ingin mendekati Arka untuk berbicara namun Sony selalu menghalanginya.Karena dia sudah mendapat perintah dari Areta agar menjauhkan Arka dari Luna.


Saat Sony sedang pergi ke ruangan Rama ,Luna mencoba untuk mendekati dan memasuki ruangannya Arka dan ingin bertanya tentang perubahan sikap Arka kepadanya. Luna sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


"Arka apa bisa kita bicara? "tanya Luna, Arka menatap Luna dengan tatapan tidak suka.


"Arka.... "panggil Luna lagi


"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu... "ucap Arka dengan nada tidak suka pada Luna


"Maaf.... " Luna menunduk


"Apa yang mau kau bicarakan, aku tidak punya urusan denganmu..... Atau kecuali kau yang mempunyai urusan denganku mengakui sesuatu misalnya...." ucap Arka dingin. Wajah Luna terlihat pucat saat mendengar apa yang Arka ucapkan.


Deg


Perasaan Luna sudah tidak nyaman saat mendengar Arka berbicara seperti itu, apa mungkin Arka sudah tahu jika ia sudah membiarkan Areta terkunci di dalam toilet dan ia membiarkannya sendiri di sana dan kemudian dia pergi berdua dengan Arka tanpa memberitahu keadaannya Areta.


Seketika wajah Luna pun terlihat pucat, sudah dipastikan jika arka tahu apa yang sebenarnya maka habislah dia, dia akan dibenci oleh Arka dan juga kehilangan pekerjaannya dan bahkan mungkin kehidupannya juga akan dipersulit oleh Arka karena sudah mengganggu istrinya pikir Luna.


Bayangan hidup bersama Arka pun menghilang, Luna merasa sia-sia dengan apa yang dilakukannya selama ini. Bertahun-tahun memendam rasa dan berharap akan bisa memiliki Arka.


Namun nyatanya semua hanya mimpi saja. Bahkan mimpi itu tidak akan pernah terwujud dalam hidupnya, sedih sudah pasti terluka dan juga kecewa . Itulah perasaan Luna yang dirasakannya saat ini. Padahal Arka sama sekali belum mengatakan apapun kepadanya tapi ketakutan itu sudah muncul dalam benak Luna.


" Kenapa kau diam? " tanya Arka bibir Luna seolah buku dan tak bisa mengatakan apapun pada Arka dia hanya menunduk dalam dan menahan air matanya.


Melihat sikap Luna Arka pun sudah mulai bisa membacanya dan memang benar seperti apa yang diucapkan oleh Areta dan juga Livia. Jika Luna bukanlah gadis yang baik seperti yang ia pikirkan, selama ini kelembutannya hanya kedok saja untuk menarik perhatiannya . Karena selama ini Luna diam-diam mencintai Arka dan Luna tidak ingin Arka mengetahuinya. Karena jika Arka tahu, maka Arka akan menjauhinya.


"Aku..... "


"Aku.... "Luna malah semakin tertunduk


"Jawab....!!! " bentak Arka, Luna pun terlonjak kaget saat mendengar bentakan Arka.


Awalnya Luna hanya menunduk saja, namun setelah mendengar bentakan dari Arka ia pun mulai mengangkat kepalanya. Dengan berderai air mata ia melihat ke arah Arka.


"Kau memang tidak pernah mengerti perasaanku Arka. Sudah jelas-jelas Areta sangat jahat padaku tapi kau malah menutup matamu, Areta sangat menyakiti hatiku dia sudah membuat orang yang aku cintai menjadi miliknya. Aku mencintaimu dari bertahun-tahun lalu yang lalu dan selalu menahan semua perasaan ini. Tapi malah Areta yang mendapatkan semuanya.Kenapa bukan aku....!!!! apa kau tidak sadar atau kau buta jika selama ini Areta sangat menyakiti hatiku. Perlakuanku kemarin terhadapnya itu sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rasa sakit di hatiku Apakah kamu mengerti Tuan Arkana.....!!! " teriak Luna.


"Memangnya kau pikir jika aku tidak menikah dengan Areta, apa aku akan mencintaimu ? Tentu saja tidak.....aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya menganggapmu sebagai teman.... hanya teman, aku harap pendengaranmu berfungsi dengan baik Luna.


"Arka....!!! "


"Aku sangat mencintainya kau tahu itu, bahkan saat aku belum menyadarinya mungkin nama Areta sudah tertanam di hatiku selama ini "jawab Arka dingin dan penuh penekanan.


"Arka kau sangat jahat.... " ucapnya dengan berderai air mata.


" Pergilah aku tidak ingin bicara lagi denganmu. Dan mengenalmu adalah kesalahanku yang paling besar, aku sangat menyesal. Aku harap kau mengerti, sekarang lakukanlah apa yang harus kau lakukan, kau bukan wanita bodoh kau pasti mengerti apa maksud dari ucapanku.... " ucap Arka.


Tentu Luna mengerti jika yang di maksud oleh Arka adalah tentang pemecatannya dan juga pengusiran Arka padanya.


Tak pernah ia berpikir jika nasibnya akan seperti ini, Ia kehilangan pekerjaan dan orang yang ia cinta secara bersamaan.


*


*


*


Jangan lupa klik jempolnya ya....biar semangat buat up 😌