
Siang itu Davin ada meeting di luar, dan ia memutuskan untuk makan siang di restoran setelah meetingnya selesai. Namun tidak di sangka saat ia masuk ke sebuah restoran ia tidak sengaja melihat Areta dari kejauhan. Untuk itu ia segera menghampiri wanita pujaan hatinya
Hai Ar..... " ucap Davin dengan tersenyum sangat manis saat melihat wanita pujaan hatinya ada di hadapannya.
"Ya ampun.... sekalinya keluar rumah malah ketemu sama Dora Emon" gumam Areta., Sabrina malah tersenyum melihat wajah Areta yang berubah mood gara-gara mantan kekasihnya.
"Boleh aku ikut gabung? "tanya Davin
" Nggak boleh" ucap Areta
" Ayolah Ar.... Aku hanya ingin makan saja bersamamu "ucap Davin
"Tapi aku gak mau.... "jawab Areta tanpa menoleh dan memesan menu makanan pada pelayan restoran , namun Davin seperti tidak mau mendengarkan ucapan Areta yang menolaknya dia malah ikut duduk bersama Areta di sana tanpa peduli Areta tidak menyukainya.
Tadinya Areta ingin pergi dari tempat duduk itu dan mencari tempat duduk yang lain namun di sana semua tempat duduk sudah penuh hingga Areta terpaksa duduk di sana bersama Davin dan juga Sabrina. Karena perutnya sudah terlalu lapar dan juga malas mencari tempat lain karena cuaca sedang panas.
" Mimpi apa sih semalam bisa ketemu sama Doraemon kayak gini bikin mood jadi jelek aja" ucap Areta dengan ketus
"Yang pas yang pasti kamu kasih mimpi indah Ar... hingga siang ini bisa bertemu denganku pria tampan yang kau cintai " ucap Davin percaya diri
Mendengar itu mereka hanya memutar bola mata malas dan ingin sekali memasukkan cabe yang banyak ke mulut Davin yang menyebalkan itu
" Untung aja nih perut aku udah laper jadi dengan terpaksa aku barengan sama dora Emon, mudah-mudahan aja kau gak berubah jadi giant" ucap Areta kesal, Sabrina tertawa melihat kekesalan Areta. Melihat Areta marah Davin bukannya tersinggung tapi malah tertawa.
" Setelah ini kau mau ke mana Ar? " tanya Davin
"Bukan urusan kamu dasar cerewet " jawab Areta dengan marah
" Kau sangat cantik kalau kau sedang marah Ar " puji Davin.
"Diem atau aku sumpel mulut kamu pake ini " ucap Areta dengan menunjukan sepatunya ke hadapan Davin. Davin pun langsung diam karena takut makan siangnya berubah menjadi sup sepatu.
*
*
*
Setelah mendengar ucapan dari Livia sikap Arka kepada Luna menjadi berbeda yang menjadi lebih dingin dan tidak mau bertanya apapun padanya. Luna pun merasa ada yang berbeda dari diri Arka yang lebih banyak diam dan tidak mau bicara apapun padanya, Luna berpikir mungkin Arka tidak mau bicara padanya karena ia dilarang oleh Areta dan itu membuat hati Luna menjadi tambah kesal saja.
"Arka.... "panggil Luna saat Arka keluar dari ruanganya di ikuti oleh Sony di belakangnya.
"Ada apa "jawab Arka dingin, melihat sikap Arka yang berubah membuat Luna menjadi canggung dan tidak berani untuk menyapanya lagi.
"T-tidak, tidak apa-apa " ucap Luna merasa malu dan canggung dengan sikap Arka. Setelah itu Arka pergi meninggalkan Luna. Gurat sedih terpancar di wajah Luna, kenapa sulit sekali mendapatkan pria yang ia cintai.
Arka dan Sony pergi menuju restoran dimana Areta dan Sabrina berada. Arka mendapatkan laporan jika di sebuah restoran Davin mendekati istri kesayangannya. Moodnya yang dari pagi hancur karena Livia kini malah semakin hancur mendengar Davin mendekati Areta.
Seketika darahnya seolah mendidih rasa cemburu pun menyeruak. Arka ingin dengan cepat sampai di restoran itu untuk menemui Areta dan juga memberikan Davin pelajaran agar tidak lagi mendekati istrinya.
*
*
*
Areta yang sedang makan pun merasa jengah saat melihat Davin terus memandangnya dengan pandangan bodoh.
"Kalo udah selesai mending pulang deh, rasa makanan aku malah jadi asem gara-gara di liatin orang asem kaya kamu" ucap Areta dan berpindah tempat duduk karena baru saja ada pelanggan yang sudah selesai makan.
"Masa sih..... "jawab Davin tersenyum.
Tk menunggu lama kini Arka sudah sampai di restoran itu dari kejauhan Arka melihat pandangan bodoh Davin yang terus memandang wajah cantik istrinya. Terlihat jelas jika Areta memilih pindah karena merasa risih dan yang membuat Arka kesal adalah pandangan Davin mengikuti kemana Areta pergi.
"Dasar laki-laki tidak tahu diri....." ucap Arka dan mendekati Davin.
*
*
*
Dukung cerita Areta sama Arka ya, cerita ini gak bakal panjang bab nya karena Mimin banyak kerjaan lain yang belum selesai. Jadi Mimin minta dukunganya ya sebelum novel ini tamat 😊