
Ruangan Arka dan Areta kini di satukan atas permintaan mereka berdua, karena pasangan suami istri itu tidak ingin berada di tempat yang berbeda. Jika bisa mereka ingin berada di tempat tidur yang sama. Namun itu tidak mungkin mereka lakukan, karena akan sangat aneh jika ada dua pasien yang berada dalam satu ranjang bukan?
Arka melihat Areta terus melamun, pandangannya terlihat kosong. Arka mengerti jika saat ini Areta pasti tengah terpukul dan masih belum bisa menerima atas kehilangannya bayi mereka.
"Ar... " panggil Arka, mereka berdua kini tengah beristirahat tanpa di temani oleh keluarga. Karena ini adalah waktunya Areta dan Arka beristirahat jadi kedua keluarga memilih untuk tinggal di kamar yang lain, namun tetap mengawasi mereka berdua dengan meminta pengawal untuk berjaga di depan kamar mereka, serta tombol darurat yang siap mereka tekan kapan saja.
Areta melihat ke arah Arka dengan tatapan sendu, membuat hati Arka kian merasa sakit. Arka juga masih menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian ini. "Kenapa? " Tanya Areta
"Jangan bersedih Ar... melihatmu seperti ini membuatku semakin merasa sakit... " ucap Arka lemah karena ia masih merasa sakit saat bicara.
"Aku hanya sedang berpikir jika saja kecelakaan ini tidak terjadi, maka saat ini anak aku pasti masih sama aku " ucap Areta meneteskan air matanya.
"Ar.... "
"Maaf... aku emang masih sedih Arka, tapi kenyataan ini bikin hati aku bener-bener sakit" ucap Areta lagi semakin tersisak. Ingin sekali Arka meraup tubuh kecil yang lemah itu ke dalam pelukannya, namun apa daya. Karena untuk bergerak saja Arka masih sangat kesusahan
"Maafkan aku Ar... " Arka berkata dengan penuh penyesalan. Areta melihat ke arah Arka dan melihat suaminya sedang sangat bersedih dan terlihat sekali wajah penyesalan di wajah Arka.
Areta tahu jika Arka juga bersedih, bahkan mungkin ia masih menyesali kejadian ini dan menyalahkan dirinya. Melihat semua itu, Areta berpikir jika ia tidak boleh egois. Memperlihatkan kesedihannya terus di hadapan Arka, malah akan membuat Arka semakin merasa bersalah. Dan juga keluarganya semua pasti akan merasa bersedih juga.
Ya... Areta harus bangkit dan tidak boleh terus terpuruk .Suaminya kini masih terluka, bahkan lebih parah dari dirinya. Seharusanya mereka saling menguatkan bukan. Tidak seperti sekarang, mereka merasa sedih karena rasa sesal dan rasa bersalah di hati masing-masing.
Areta menyadari kesalahannya, ia harus menjadi istri yang baik untuk Arka dan istri yang mampu menopang rasa sakit suaminya.
"Ka... " panggil Areta, Arka pun berbalik melihat Areta yang sedang mencoba untuk bangun dan menghampiri Arka.
"Ar... kau mau kemana, kau masih sakit Ar. Jangan pernah berpikir kau akan meninggalkanku Ar. Aku sangat mencintaimu, aku tahu aku salah karena tidak bisa menjaga kalian. Tapi... tapi sungguh aku sangat menyesal dan mulai saat ini aku akan menjagamu Ar... " Arka berbicara dengan lancar tanpa mempedulikan raasa sakit di dadanya saat ia bicara.
"Nih... penguin ngomong apa sih.. " ucap Areta dan menghampiri Arka dengan berjalan pincang.
"Ar... kau tidak akan mecekiku dulu kan sebelum meninggalkan aku ?" tanya Arka, saat ini pikiran pikiran titisan anak kambing yang berubah menjadi anak penguin itu sangat kalut dan tidak bisa berpikir normal.
"Diem, cerewet banget sih...orang aku cuma pengen cium kamu aja" ucap Areta kemudian mengecup bibir Arka.
Cup....
Tiba-tiba saja taman bunga bermekaran di hati anak penguin itu. Ternyata hamtaro ini hanya ingin menciumnya bukan mencekiknya. Membuat Arka tersenyum bahagia.
"Kenapa hanya sebentar, cium aku lagi " ucap Arka.
"Lagi sakit juga... "
"Tapi aku mau lag .... Ar " ucap Arka manja
"Boleh lah, tau ah jangan lama-lama ya aku sakit nunduknya" jawab Areta
"Tidak apa-apa, asal aku bisa menciummu saja" ucap Arka tersenyum. Areta pun mendekatkan wajahnya dan Areta kemudian menciumnya lagi.
Akhirnya mereka berdua melepaskan semua beban dan mulai menerima kenyataan, karena terlalu berlarut dalam kesedihan tidak akan membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik.
"Nanti kalau kamu sembuh, kita cetak anak lagi ya" ucap Areta setelah ia menyudahi ciumannya kepada Arka.
"Siap Nyonya.... " Mereka berdua pun tertawa meskipun menahan sakit di tubuhnya.
*
*
*
Besok senin jangan lupa sumbangin votenya ya 💃💃💃