MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 29



Saat sampai di rumah sakit, Arka langsung memeluk Areta. Davin yang melihat adegan itu sungguh tidak rela, jika perempuan yang ia cintai di peluk oleh pria lain, untuk itu ia langsung memalingkan wajahnya dengan raut kesal yang tidak bisa ia tutup-tutupi.


"Aku tadi menyusulmu kesana Ar, kau tahu jantungku terasa seperti berhenti berdetak saja.Saat menyadari kau sedang tidak baik-baik saja" ucap Arka.


"Bagaimana kau bisa sangat ceroboh dalam menjaga putriku? "tanya Revan. Arka melepaskan pelukannya dari Areta dan menatap sang mertua yang menatapnya dengan tatapan yang entahlah, Arka tidak bisa membaca tatapan Revan saat ini.


"Maaf Pah.... " ucap Arka sambil menunduk, saat ini Arka memang tidak bisa melakukan pembelaan apa pun terhadap dirinya. Karena ia memang bersalah. Ya Arka merasa sangat bersalah karena ia telah teledor dalam menjaga istrinya hingga Areta harus mengalami kejadian seperti hari ini. Harusnya Arka lebih teliti dalam mengambil keputusan dan dalam berpikir, jika Arka lebih teliti mungkin Areta tidak akan mengalami hal seperti ini.


Bayangkan saja berjam-jam Areta terkurung di tempat yang sempit dan gelap. Apalagi jika mengingat kalau Areta sangat phobia dengan tempat gelap dan sempit. Sudah terbayang oleh Arka bagaimana tadi Areta sangat tersiksa.


"Maaf..... " hanya kata itu yang mampu terucap dari bibir Arka. Areta merasa tidak enak pada Arka jika sang Papa sampai mengeluarkan amarahnya yang seperti Hell Boy itu, sangat menakutkan.


Revan menghela nafas kasar serta memandang wajah anak dan menantunya. "Aku harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi " ucap Revan dengan tegas.


"Baik Pah.... "jawab Arka.


"Untung saja aku ada di sana tadi ada aku yang menyelamatkan Areta... " ucap Davin dengan nada bangga.


"Terima kasih karena kau sudah menyelamatkan istriku.... " ucap Arka dengan memberi penakenan di akhir kalimat dengan kata istri yang berarti kepemilikannya pada Areta yang mutlak.


"Sama-sama...."jawab Davin.


"Padahal dia tidak usah menyebutkan kata istri pada kekasihku, dasar menyebalkan aku tidak suka mendengarnya " gumam Davin dalam hati, bahkan dalam pikiran pun Dora Emon itu tidak tahu malu.


"Makasih ya Davin, kamu udah nyelametin aku " ucap Areta dengan tulus.


"Sama-sama Ar, aku senang bisa membantumu" jawab Davin dengan senyum mengembangnya dan terlihat di buat-buat. Revan yang melihat tingkah Davin mengangkat sebelah alisnya dan menatapnya dengan heran.


"Kenapa mendadak wajahnya jadi terlihat bodoh seperti itu" gumam Revan dalam hati.


"Menggelikan.... " gumam Arka


"Pasti saat ini calon mertuaku sedang kagum padaku... " gumam Davin.


"Oh ya ampun muka Davin keliatan konyol banget" Areta menahan tawanya karena takut jika tiba-tiba tawanya meledak di sana.


*


*


*


Tadinya Revan menyarankan jika Areta di rawat saja, namun Areta tidak mau dan bersi keras menolak di rawat di rumah sakit. Karena sudah merasa baik-baik saja.


Arka sangat tahu jika Areta sangat berharga bagi semua orang. Untuk itu ia semakin merasa sangat bersalah saja karena sudah teledor dalam menjaga sang istri. Ia telah di percaya untuk menjaganya, namun ia telah lalai. Arka berjanji pada dirinya sendiri bahwa untuk kedepanya nanti ia akan lebih menjaga Areta.


Areta adalah tuan puteri satu-satunya dari keluarga Maheswara. Semua orang sangat menjaganya dan menyayanginya. Apalagi jika Reby tahu kejadian ini, sudah di pastikan jika Arka akan babak belur di hajarnya. Siapa yang tidak tahu jika putra satu-satunya dari Regan itu marah, ia tidak pernah memandang siapa pun. Karena ia sangat menyayangi Areta.


"Ar... Papa pulang dulu, jaga dirimu baik-baik" ucap Revan memeluk putrinya seolah enggan melepasnya.


"Iya Pah... makasih udah anterin Ar pulang terus gendong Ar sampe rumah. Ar kangen banget di gendong sama Papa" ucap Areta. Revan tersenyum ke arah putrinya.


"Sama-sama sayang, kamu tetap putri kecil Papa" ucap Revan.


"Arka... aku titip putriku, tolong jaga dia dengan baik... " ucap Revan serius.


"Pasti Pah... "jawab Arka.


"Jangan bilang apa pun sama Bunda Pah... "ucap Areta.


"Iya sayang....Papa pulang dulu" pamit Revan, Arka pun mengatar mertuanya sampai depan rumah. Setelah itu Arka kembali ke kamarnya dan ingin segera menemui Areta dan segera memeluknya.


Areta baru saja membuka pakaiannya, karena merasa tidak nyaman dengan pakaiannya ia gunakan. Dan ia hanya hanya menggunakan hot pant dan tanktop berwarna hitam. Terlihat sangat seksi dan sangat kontras di kulitnya yang putih mulus.


Arka langsung menarik Areta ke atas kasurnya dan memeluknya. "Maaf kan aku Ar.... maafkan aku" ucap Arka sambil terus memeluk Areta dan menciumnya.


"Iya aku maafin.... " ucap Areta,Arka tersenyum dan langsung mencium bibir Areta. Namun saat tangannya hendak berkelana, langsung ditahan oleh Areta.


"Kenapa....?"tanya Arka yang merasa mendapatkan penolakan dari Areta.


"Aku maafin kamu, tapi malam ini kamu mesti puasa main enak-enak" jawab Areta.


"Apa....!!! " anak penguin ini terkejut pasalnya gagang sapu miliknya sudah mode on dan siap tempur. Bagaimana nasibnya jika ia tidak boleh menembak.


"Anggap aja itu sebagai hukuman buat kamu.... "jawab Areta kemudian ia berbaring membelakangi Arka dan memakai selimutnya tanpa mempedulikan Arka yang meraaa shock karena penolakannya.


"Oh ya ampun...."


"


"


Kalo likenya nambah nanti malem up lagi 💃💃💃