
Pagi arka bangun dengan semangat ia mendapatkan mood boosternya hari ini. Karena sudah mendapat jatah dua kali malam itu dari Areta. Setelah tahu main kuda-kudaan itu enak, anak penguin ini merasa ketagihan hingga ingin lagi dan lagi.
Jika Arka merasa bersemangat berbanding terbalik dengan areta yang merasa lemah lesu karena tenaganya habis terkuras oleh Arka. Anak penguin itu tidak ada lelahnya padahal ia terus menyentuhnya.
Mereka kini sedang sarapan berdua karena jika setiap pagi Art akan datang dan sore harinya ia pulang. Arka melihat Areta yang sangat lemas merasa kasihan padanya.
"Ar.... jika kau sakit kau tidak usah bekerja saja" ucap Arka.
"Gak mau, aku mau jagain kamu dari serangan plankton pengganggu " jawab Areta.
"Memangnya siapa yang mau menggangguku? "tanya Arka sambil meminum kopinya.
"Aihhh.... ini anak penguin mesti di sadarin pake apa sihh, kalo di sekitarnya itu plankton semua termasuk sekretaris kamu si LunLun itu" ucap Areta
"Dia tidak pernah menggangguku dari dulu" jawab Arka karena merasa jika Luna itu termasuk gadis yang aman dan sopan. Luna tidak pernah mengganggunya seperti Livia pikir Arka.
"Belum sadar aja kalo sebenarnya di itu suka sama kamu, liat matanya dong" kesal Areta, sejenak Arka terdiam dan melihat Areta yang sedang mengunyah roti sampai mulutnya penuh.
"Sudahlah yang penting aku tidak akan macam-macam di luar, jika kau mau bekerja ikut saja tapi istirahat jika kau lelah" ucap Arka
"Heemmm.... "jawab Areta.
"Aku tidak mau kau kelelahan, karena nanti malam kita akan bermain kuda-kudaan lagi" ucap Arka yang membuat Areta membulatkan matanya.
"Oh ya ampun anak penguin ketagihan main kuda-kudaan" ucap Areta, Arka hanya tersenyum saja mendengarnya.
*
*
*
Arka dan Areta kini sudah sampai di kantor mereka berdua berjalan berdampingan. Seluruh karyawan sudah tahu jika Areta adalah istri dari Arkana, anak dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
Saat hendak masuk ke ruangannya, Areta sempat berbisik pada Arka jika nanti Luna mendekatinya maka Areta akan mengancam Arka.
"Ka.... kalo aku liat kamu macem-macem, liat aja jatah minum susu kamu berkurang " ancam Areta
"Oh astaga kau sangat pelit...."ucap Arka
"Kalo ada yang mendekat kamu menjauh, kalo ada yang cari perhatian kamu cuekin kalo perlu tutup mata... " ucap Areta lagi
"Memangnya selama ini aku dekat dengan siapa, kau perempuan satu-satunya yang dekat denganku dari aku bayi" jawab Arka.
"Pokoknya kamu mesti dengerin nasihat dari istri kamu, jangan sampe kamu jadi suami durhaka nanti" ucap Areta.
"Baiklah Nyonya....." ucap Arka kemudian ia masuk ke dalam ruangannya di sana sudah ada Luna yang sedang duduk manis menatap padanya sambil tersenyum .
"Oh ya ampun, Arka jangan sampe kamu gak minum susu ya karena itu gak baik buat kesehatan" ucap Areta kemudian ia duduk di kursinya.
"Astaga.....lihat saja jika sampai tidak memberiku jatah. Aku akan memaksanya nanti" gumam Arka dalam hati sambil melihat ke arah Areta yang sedang tersenyum sangat manis padanya.
"Kenapa hatiku sakit sekali melihat mereka berdua..." gumam Luna dalam hati.
*
*
*
Arka di panggil ke ruangan Rama, Dadynya ingin mengundangnya makan malam bersama karena sang istri sangat merindukan putra tampannya.
"Nanti malam kau ke rumah, Mommy mu ingin kita makan malam bersama dan berkumpul" ucap Rama.
"Baiklah Dad, aku juga merindukan Mommy" ucap Arka.
"Ayolah Dad, aku ini anakmu.... " protes Arka.
"Kau sudah punya istri, peluklah istrimu" ucap Rama.
"Aku memeluknya setiap hari...." ucap Arka
"Baguslah berarti kau ada kemajuan" ejek Rama
"Dan kemajuanku sangat pesat...."jawab Arka, Rama langsung terkejut mendengarnya.
"Wuoahhh jangan-jangan kau sudah.... "
"Iya aku sudah bisa terbang sekarang" jawab Arka. Rama bernafas lega mendengarnya
"Oh syukurlah, tadinya Dady sempat ragu dengan ukuranmu makanya kau tidak percaya diri menyentuh Areta" ucap Rama tanpa filter
"Daaaddd..... apa perlu aku menunjukannya padamu agar kau tidak ragu padaku?" kesal Arka.
"Tidak terima kasih.... " jawab Rama.
Huuftt
*
*
*
Di dalam ruang kerja hanya ada Areta dan Luna, jika Areta sedang fokus bekerja berbeda dengan Luna yang sekali-sekali selalu melihat ke arah Areta.
"Ada yang mau di tanyain sama aku Lun.... ?"tanya Areta tanpa melihat ke arah Luna dan pandangannya masih ke arah laptopnya.
"Emmm.... tidak" jawab Luna
"Kirain mau tanya-tanya sama aku " ucap Areta sambil tertawa. Luna hanya diam saja, dia bingung banyak sekali yang ia ingin tanyakan tentang Arka. Salah satunya adalah bagaimana ia bisa menikah dengan Arkana, pria yang selama ini mengisi relung hatinya.
"Bagaimana kau bisa menikah dengan Arka.... ?"tanya Luna
"Ya...di nikahin sama pak penghulu" jawab Areta santai.
"Bukan itu maksudku, tapi sudahlah..... kau tahu dulu aku dan Arka sangat dekat. Kami teman kuliah " ucap Luna.
"Kita juga temen deket..... dari bayi malah "jawaban Areta membuat Luna kalah telak.
"Padahal Arka paling tidak suka di dekati oleh perempuan, akulah satu-satunya perempuan yang dekat dengan Arka saat kami kuliah dulu" ucap Luna lagi.
"Terus.....? "tanya Areta lagi.
"Kami juga sering berfoto bersama karena kami sangat dekat... " ucap Luna seperti sengaja ingin memberitahu Areta jika ia sangat dekat dengan Arka dulu .
"Kita juga sering foto-foto, dari bayi sampe dewasa juga ada banyak. Malah foto kita berdua yang berdampingan di buku nikah juga ada" jawab Areta.
Nyesss......
Luna bingung harus berkata apa lagi Areta ini sangat pintar dalam bicara .....
*
*
*
Likenya sumbangin dong biar semangat buat up 😚😚😚