
Keesokan paginya Arka pergi berangkat kerja , meskipun kurang bersemangat karena tidak ada Areta tapi tidak masalah yang terpenting untuknya sekarang adalah Areta bisa memberikan bayi lucu padanya, sungguh lucu menurut Arka. Bahkan Reby saja masih belum menikah tapi Arka sudah mau mempunyai anak saja.
"Ar... aku berangkat dulu, hati-hati di rumah" ucap Arka.
"Iya...kamu juga hati-hati mata sama hatinya gak boleh gatal sama si Lun-Lun kalo bisa pecat aja" ucap Areta.
"Kejam sekali istriku ini, memecat orang hanya karena cemburu...." ucap Arka.
"Dia gatel tahu sama kamu...."
"Benarkah, tapi dia bersikap biasa saja padaku tidak pernah macam-macam" jawab Arka.
"Terserah, awas aja kalo macem-macem sama dia aku pastiin jatah kamu ilang selama sebulan penuh biar tuh jono karatan.... " ucap Arka.
"Aku akan memaksamu nanti, lihat saja" ucap Arka.
Sepertinya mereka lupa jika di sana ada Sony putra dari Stevan yang sedang menjemput Arka untuk pergi ke kantor.
"Astaga, jadi ini ini yang Papa maksud aku harus bersabar dan kuat mental " Sony geleng-geleng kepala. "Aku masih di bawah umur seharusnya mereka jangan berbicara hal seperti itu, aku kan jadi ingin punya pacar " gumam Sony lagi.
"Hey....Ison.... "panggil Areta, Sony yang sedang melamun pun jadi terkejut mendengar suara cempreng Areta.
"I-ya Nona... "jawabnya.
"Dengar ya, kau harus menjaga suamiku dari serangan-serangan plankton pengganggu" ucap Areta.
"A-pa, p-plankton ?" tanya Sony yang agak bingung, dimana ada planton di kantor, bukankah plankton itu makanan ikan hiu lalu...
"Issshh.... itu loh plankton itu bibit-bibit pelakor yang bertebaran dimana-mana. Awas saja jika sampai Luna mendekat pada Arka atau ada gadis lain yang lolos dari pengawasanmu dan sampai menggoda Arka maka burung pelatukmu akan aku potong" ancam Areta
"Oh ya ampun, burungku bahkan belum pernah mematuk apa pun, sudah mau di potong saja" gumam Sony.
Cup
Arka membungkam bibir cerewet itu dengan bibirnya, agar tidak bicara lagi. "Oh ya ampun... keimananku mulai terkikis...." ucap Sony gara-gara melihat adegan live di depannya.
*
*
*
Sebelum berangkat ke kantornya, Arka pergi dulu ke rumah yang ia siapkan untuk menjebak Livia. Saat Arka datang semua orang di sana menunduk hormat pada Arka.
"Bangun.....!!!" ucap pria itu, Livia pun terkejut saat ia di siram oleh air. Berharap saat bangun ia akan mendapatkan ciuman dari Arka yang ada dia malah mendapatkan siraman air yang dingin ke tubuhnya.
"Dasar kurang aj*r......!!!" umpat Livia.
"Bangunlah, Tuan Muda ingin bertemu " ucapnya.
"Benarkah....? "tanya Livia dengan wajah berbinar, Livia pun langsung bangkit dari duduknya dengan keadaan yang sangat berantakan. Ia dengan tidak sabar ingin melihat Arka dan ingin mengadukan semua perbuatan pria yang sudah mengurung dan menyiramnya.
"Arka sayang..... " Livia berlari dengan pakaian yang hampir melorot karena tidak sanggup menampung buah kelapanya yang besar. Arka yang melihat penampilan Livia memalingkan muka karena merasa jij*k.
Sedangkan Sony yang baru melihat penampakan buah kelapa yang besar di hadapannya membuka matanya lebar-lebar. "Pemandangan indah tidak boleh di sia-siakan, lumayan untuk mencuci mata" gumam Sony tertawa dalam hati.
"Arka.... "panggilnya lagi
"Jangan mendekat.... " ucap Arka.
"Kenapa.... Arka semalaman mereka sangat jahat padaku. Mereka membohongiku dan mengurungku di kamar yang sempit. Bahkan tadi pun mereka membangunkanku dengan sangat kasar dan menyiram tubuhku dengan air dingin. Hingga aku kedinginan...." ucapnya manja dan berharap pelukan dari Arka.
Arka menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa Livia itu bodoh atau apa, bahkan setelah apa yang Arka lakukan ia masih saja menganggap Arka menyukainya.
"Aku yang menyuruh mereka melakukannya...." ucap Arka.
"A-apa.... tidak, kau pasti bohong kan Arka. Jangan bercanda sayang.... " Arka berdecak sebal mendengar Livia sedari tadi memanggilnya sayang.
"Ckk.... berhenti memanggilku sayang. Dan semua yang aku katakan itu adalah benar jika akulah yang meminta mereka untuk membalas perbuatanmu pada Areta beberapa hari lalu....!!!" ucap Arka
"Apa maksudmu....? "tanya Livia.
"Biar ku perjelas Livia, jika yang kau alami semalaman itu adalah pembalasan kecilku padamu karena sudah mengurung istriku Areta....!!! "
"Apa.... "
*
*
*
Likenya jangan lupa yaaa....