MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 42



Setelah pemecatannya oleh Arka dengan sangat tidak hormat, kebencian Luna terhadap Areta semakin menjadi saja. Luna merasa jika kehancuran hidupnya saat ini adalah karena Areta. Mimpi Luna satu-satunya yaitu bisa memiliki Arka lenyaplah sudah.


Luna merasa apa yang dilakukannya kepada Areta, sangatlah tidak sebanding dengan luka hati yang di sebabkan oleh Areta padanya.


Akibat ketidak relaannya terhadap jalan hidupnya membuat Luna semakin terluka, hari-harinya ia habiskan di dalam kamarnya mengurung diri. Luna benar-benar tidak terima dengan takdir hidupnya yang tidak berjodoh dengan Arka.


Luna akan mencari cara agar ia bisa mendapatkan Arka. Ya bagaimana pun caranya, Luna harus mendapatkan Arka, sepertinya cintanya pada Arka sudah berubah menjadi obsesi yang kuat. Perasaan Luna bukan lagi tentang cinta tapi kini yang ia rasakan adalah keinginan kuatnya untuk memiliki Arka dan melukai Areta.


*


*


*


Hari ini Arka tidak pergi bekerja karena Areta melarangnya untuk bekerja, hari ini tidak seperti biasanya Areta ingin selalu dimanja oleh Arka dan ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan Arka. Setelah mendapat izin dari Rama Arka pun memutuskan untuk tidak bekerja.


Ia ingin meluangkan waktunya satu hari penuh untuk menemani istrinya Areta. Arka akan menemani Areta kemana pun ia mau pergi, walaupun sebenarnya ia lebih senang menghabiskan waktunya di ranjang berdua dengan Areta. Aret sangat senang dengan keputusan Arka yang ingin menemaninya seharian penuh hari ini. Untuk itu ia ingin hari ini ia habiskan untuk berkencan dengan Arka.


"Ka... hari ini kita ke taman hiburan yuk, aku mau naik kora-kora itu juga kalo nyali akunya nanti gak ciut" ucap Areta.


"Aku malas pergi ke tempat ramai seperti itu, aku mau ke tempat yang sepi" jawab Arka


"Kalo mau sepi kencannya ke kuburan aja, pasti sepi paling ketemu poci lagi nongki nungguin Miss Kunt* " ucap Areta. Seketika Arka langsung bergidik ngeri mendengar ucapan Areta.Bayang-bayang makhluk lemper pun kini mengganggu pikirannya.


"Dasar hamtaro, pikiranku jadi kacau gara-gara kau tahu... " ucap Arka


"Ehh iya....aku lupa kalo kamu kan phobia makhluk yang mirip guling bertali itu"


"Ar.... "ucap Arka


"Iya.....iya, aku lupa kalo Mr Penguin itu takut poci, soalnya penguin kan larinya gak bisa kenceng" ucap Areta lagi sambil tertawa


"Sebaiknya aku jangan bicara, makhluk titisan bis ini akan terus mengerjaiku jika tahu aku sangat takut " gumam Arka dalam hati.


Tak lama setelah mereka berdua siap, kini mereka memutuskan untuk pergi ke bioskop saja. Karena Arka tidak mau pergi ke taman hiburan. Namun Areta sama sekali tidak keberatan, yang terpenting baginya adalah hari ini ia bisa menghabiskan waktu bersama Arka berdua, hanya berdua saja.


Namun manusia pengganggu tiba-tiba datang di saat yang tidak tepat , siapa lagi kalau bukan Abon mini yang memelas minta ikut kencan dengan meminta membujuk Sabrina gadis pujaan hatinya.


"Bisa gak sihh... sekali aja jangan ganggu " ucap Areta dengan kesal.


"Gak bisa, karena ini menyangkut masalah cinta dan jodohku si cantik Sabrina... " ucap Rasya seperti seorang pujangga yang tersasar di pulau cinta Sabrina.


"Dasar Abon...." Areta mendelik kesal pada Rasya.


"Hubungi saja Sabrina Ar.... manusia abon ini sangat berisik kepalaku jadi pusing " ucap Arka


"Ckk dasar.... " Areta pun mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Sabrina tanpa memberitahu ada Rasya yang menunggunya .


Sabrina pun setuju untuk datang karena ia mengira ia akan pergi hanya berdua dengan Areta. Tak lama setelah itu Sabrina pun sampai di rumah Arka dan Areta. Sabrina terlihat sangat cantik dengan penampilannya mata keranjang abon mini itupun langsung menatapnya dengan pandangan memukau dan berdecak kagum.


"Oh ya ampun, calon istriku memang seorang bidadari... " ucap Rasya menyebalkan.


Melihat ada Rasya di sana pandangan Sabrina pun langsung mengarah kepada Arka dan Areta


Namun Areta hanya mengangkat bahunya dan Arka ia memasang wajah tidak peduli seperti biasanya lurus dan datar Sabrina menghembuskan nafas kasar, ternyata ia telah dijebak oleh abon mini itu. Putra dari Sasako imi memang sangat meresahkan Sabrina putri kesayangan dari Bagaskara si asistent pelit.


"Kau sengaja menyuruhku kemari karena di minta oleh abon mini ini? "tanya Sabrina


"Iya... dia berisik banget tahu, kepala aku pusing dengerin dia ngomel terus" jawab Areta


"Hey ayolah cantiku.... pangeran tampanmu ini sangat merindukanmu dan ingin mengajakmu kencan bidadariku...." ucap Rasya dengan di dramatisir.


"Huuhhh.... dasar Abon menyebalkan, otakmu penuh dengan micin hingga tidak bisa bersikap dengan waras... " kesal Sabrina, Areta hanya tertawa melihat interaksi antara Rasya dan Sabrina.


Sedangkan Arka ia terus saja menempel pada Areta tanpa mempedulikan Ada Rasya dan Sabrina di sana.


*


*


*


Aku bakal usahain rajin up asal kalian rajin. dukung novel ini dengan like dan komen serta gift seikhlasnya 😊