MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 56



Semua orang terkejut melihat kedatangan gadis kecil itu terutama Reby. Ia sangat terkejut melihat Rania berada di situ. Sedang apa pikir Reby saat itu.


Dan bagaimana ia tahu jika kini Arka sedang kekurangan darah dan apa benar jika ia mempunyai golongan darah yang sama dengan Arka pikir Reby.


"Apa yang kau lakukan di sini ?" Tanya Reby


" Aku ingin menyelamatkan orang Tuan, aku disini ingin mendonorkan darahku untuk menyelamatkan Tuan Arka" Jawab Rania sungguh-sungguh.


"Benarkah....? "Tanya Rama dan Rania pun menganggukan kepalanya mantap.


Karena tidak ingin membuang waktu lagi para dokter pun langsung membawa Rania, Reby pun mengikutinya dari belakang karena entah karena dorongan apa ia ingin mengikuti Rania begitu saja.


Mungkin karena ia selalu merasa jika Rania adalah tanggung jawabnya, karena Reby lah yang sudah membawanya dari desa dan berjanji kepada orang tua Raniadan juga kepada Abah untuk menjaga Rania.


Setelah diperiksa golongan darah Rania pun memang cocok untuk Arka, tak menunggu lama langsung saja darah Rania diambil dan donor untuk Arka. Di sebuah ruangan Rania ditidurkan dan diambil darahnya sehingga ia merasa dirinya lemas dan juga merasa ngantuk dan akhirnya Rania pun tertidur di ruangan itu .Reby tidak beranjak dari sana dan menunggui Rania entah apa yang dipikirkan Reby saat ini . Yang ia pikirkan adalah menunggui Rania hingga sadar.


"Rania..... " Gumam Reby


Semua orang kini bisa bernapas dengan lega karena akhirnya.diselamatkan. Namun rasa duka itu belum hilang karena Areta ternyata kehilangan bayinya. Benturan keras yang terjadi saat kecelakaan itu membuat Areta mengalami keguguran.


Semakin terpukul saja Revan dan juga Yura, serta Anggi dan juga Rama. Bayi itu bahkan belum lahirbke dunia tapi ia sudah di ambil lagi oleh yang Maha Kuasa.


"Cobaan apa ini Tuhan.... " Gumam Rama sambil menengadahkan kepalanya dan bersandar di tembok. Ia mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya, namun nyatanya ia tidak sanggup untuk menahannya.


Yura terus menangis di pelukan Revan, begitu pun juga dengan Bira. Anggi ia bahkan sudah tidak bisa meneteskan air matanya lagi. Pandangannya terlihat kosong, Rama yang melihat istrinya sangat terpuruk pun mencoba untuk kuat. Ia tidak boleh lemah karena ia adalah sandaran dari istrinya. Mereka semua kini masih menunggu kabar dari para dokter yang sedang menangani Arka dan juga Areta.


Di apartementnya Davin tertawa senang karena niatnya untuk mencelakai Arka telah berhasil dan juga kabar kehilangannya baik bayi Areta membuatnya tambah bahagia saja karena dalam pikirannya ia ingin menikahi Areta tanpa ada benih Arka yang tertanam di sana.


Ambisi Davin ternyata sangat kuat untuk memiliki Areta ia bahkan berani untuk mencelakai Arka dan juga Areta demi keinginannya itu.


"Harusnya kau berterima kasih padaku Arka, karena aku tidak menghabisimu saat itu juga. Aku ingin kau melihat dan kau merasakan rasa sakit yang aku rasakan selama ini karena kau telah menikahi wanita yang aku cintai. Aku ingin sekali melihatmu menderita Arkana karena membuatmu kehilangan nyawa itu rasanya terlalu menyenangkan bagimu. Aku ingin melihatmu menangis karena istrimu yang cantik itu akan menjadi milikku. Kau harus menyaksikannya sendiri Arka.Jika Areta akan menjadi milikku nanti" Ucap Davin sambil meminum minuman beralkohol yang ia siapkan sedari tadi.


Entah bodoh atau apa karena perbuatan Davin ini sungguh sangatlah perbuatan yang sangat fatal yang ia lakukam. Ia telah bermain-main dengan orang yang salah dan dengan keluarga yang salah. Karena yang ia hadapi saat ini adalah bukan keluarga sembarangan melainkan dari keluarga Wijaya dan juga keluarga Maheswara yang akan siap melenyapkannya begitu saja dengan mudahnya, jika mereka tahu bahwa dialah dalang dibalik kecelakaan tragis yang terjadi kepada Arka dan juga Areta.


Karena saat ini ketiga asistent itu Bagas, Stevan dan juga Ivan tengah menyelidiki penyebab kecelakaan itu.


Udah dua bab nihh, yang kenceng dong dukungannya 💃💃💃💃