
Setelah dua jam ketiduran di kamar Aretha Arka pun terbangun, dan melihat ternyata Aretha pun tertidur di sampingnya sambil memeluk boneka si Tayo yang katanya sebagai pengganti bunda yang tidak bisa ia peluk sekarang.
Arka duduk sebentar untuk dan bersandar di ranjang untuk mengumpulkan nyawanya. Pernikahannya ini terasa seperti main-main, Arka melihat lagi Aretha gadis yang kini sudah menjadi istrinya sedang tertidur lelap. ia pun menghembuskan nafas kasar, mengingat gadis yang menikah dengannya adalah gadis yang selama ini selalu bermain dengannya sedari kecil.
Arka tidak pernah berpikir sekali pun jika ia akan menikah dengan Aretha, gadis cempreng dan menyebalkan sangat pintar tapi kepintaran dan kebodohannya sangat tipis, ya itu karena kepintaran dan kebodohannya Aretha menurun dari Revan dan Yura.
Arka sampai lupa jika ia belum membeli kebutuhannya untuk di rumah ini, ia pun membangunkan Aretha untuk menemaninya berbelanja. Karena dari dulu jika berbelanja Arka selalu mengajak Aretha agar tidak jenuh. Karena keberadaan gadis cempreng ini juga akan melindunginya dari tatapan-tatapan para gadis yang selalu membuatnya risih.
"Ar.... bangun" ucap Arka sambil menggoyangkan tubuh Aretha pelan, namun tidak ada respon dari Aretha. Lalu Arka mencobanya sekali lagi dan mulai ada pergerakan dari Aretha.
"Ar... bangun ayo antar aku belanja" ucap Arka, Aretha mulai menggeliatkan tubuhnya, dan membuka matanya sedikit.
"Ar....ayo kita belanja " ajak Arka lagi
"Kemana....? "tanyanya dengan suara khas bangun tidur
"Ke tempat biasa, ayolah temani aku sebentar "ucap Arka
"Kenapa gak ngajak si abon junior sihh atau di udang kering" ucap Aretha berdecak malas.
"Aku tidak mau berbelanja dengan laki-laki, akan terasa aneh. Cepatlah bangun nanti kita sekalian makan malam di luar dan apa kau juga sudah belanja kebutuhanmu?" tanya Arka.
"Belum siihh..." jawab Aretha yang kemudian duduk
"Kalau begitu cepat mandi sana...."ucap Arka
"Cerewet...." ucap Aretha sambil beranjak pergi ke kamar mandi.
"Mau mandi bareng gak...!!!teriak Aretha dari dalam kamar mandi.
Arka langsung berlari ke kamarnya takut di mandikan oleh Aretha si hamtaro kecil dan nakal.
*
*
*
Mereka kini sudah bersiap untuk berangkat belanja, Aretha dan Arka memakai setelan santai yang membuat mereka terlihat lebih menarik dan menawan saat di pandang.
Mereka pergi menggunakan mobil Arka, dan hanya menempuh waktu lima belas menit mereka berdua sudah sampai di sana.
Aretha baru akan mulai mencari barang yang akan ia beli, namun ia sudah di tarik duluan oleh Arka untuk menemaninya membeli barang-barangnya dulu.
"Kita kesana dulu.... " ajak Arka, Aretha berdecak sebal karena Arka mengajak membeli barang-barangnya dulu.
"Selalu aja gitu, kali-kali gantian dong aku yang duluan" ucap Aretha
"Seorang kakak harus mengalah pada adiknya" ucap Arka bercanda karena memang usia Aretha lebih tua satu tahun lebih dari Arka.
"Istri.....sekarang status kita udah berubah, lagian amit-amit punya adik yang tingginya kaya jerapah sebagai kakak yang imut aku gak terima "ucap Aretha.
"Baiklah istriku yang pendek kau beruntung menikah denganku karena akan memperbaiki keturunanmu nanti" ucap Arka
"Iya kalo kita berkembang biak, ini mah bercocok tanam juga enggak gimana mau punya anak" ucap Aretha yang berjalan berdampingan dengan Arka.
Mereka kini sudah sampai di bagian perdalaman "Astaga ternyata baby pengin ingin beli popok rupanya" ucap Aretha pada Arka.
"Buka matamu lebar-lebar ini sangkar burung bukan popok dasar menyebalkan "ucap Arka kesal namun Aretha malah tertawa.
"Ya udah aku juga mau beli kacamata pelindung sama segitiga pengaman, nanti bayarin ya. Oh ya ampun nafkah pertama dari suami beli ginian" ucap Aretha tertawa Arka berdecak dan menoyor kepala Aretha.
"Dasar suami durhaka.... "kesal Aretha yang kepalanya di toyor Arka
"Dasar istri durjana.... "balas Arka.
Aretha masih mencari barang yang ia suka sesuai ukurannya, saat ia fokus memilih barang terdengar ada seseorang yang memanggilnya. Suara yang sangat familiar dan Aretha rindukan karena jujur saja rasa itu masih ada padanya.
"Ar.... kau Aretha kan ?"tanya seorang pria tampan yang selama beberapa bulan waktu itu pernah mengisi hatinya. Pria yang menjadi cinta pertamanya namun kini menjadi mantan kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Davin.
"Davin....?" tanya Aretha
"Iya.. apa kabar ?"tanya Davin
"Aku baik.... "jawab Aretha yang memandang Davin penuh kerinduan. Namun Davin memandang Aretha biasa saja seperti sudah tidak ada rasa.
"Kau sedang apa di sini? "tanya Davin
"Aku sedang belanja memangnya apa lagi" jawab Aretha sambil memilih barang dan bersikap biasa karena melihat tatapan Davin yang sudah tidak ada cinta untuknya. Aretha tidak boleh memperlihatkan jika ia masih mencintainya.
"Oh ya, aku baru pulang dari jepang karena ada perjalanan bisnis di sana " ucap Davin
"Aku gak nanya.... "jawab Aretha tanpa menoleh
"Hey... ayolah Ar aku tahu jika kau masih mencintaiku tapi sayangnya aku sudah tidak mencintaimu lagi" ucap Davin tiba-tiba.
"Jangan sok tahu, pergi sana jangan gangguin aku. Lagian kamu tuuh ngapain di sini. Ini tempat perempuan kamu gak liat di sekeliling kamu banyak kacamata? "ucap Aretha karena memang kini mereka sedang berada di dalam tempat bagian perdalaman.
Baru saja Davin membuka mulutnya namun seorang gadis cantik menjawab duluan dan kemudian bergabung bersama dengan Aretha dan Arka.
"Davin mengantarku Ar... makanya dia berada di sini" jawabnya.
"Livia.... "ucap Aretha, Livia adalah teman dekat Aretha saat kuliah.
"Mengantarmu....? di sini...? "tanya Aretha ia belum mengerti keadaan melihat sahabat dan mantan kekasihnya bersama di tempat seperti ini.
"Iya, kami baru pulang dari jepang dan kami sengaja berbelanja dulu di sini.... karena Davin ingin melihatku memakai barang baru ini" ucap Livia sambil memperlihatkan baju saringan dan perdalaman yang bentuknya juga banyak yang berupa saringan.
"Oh astaga.... "Aretha mulai mengerti keadaannya sekarang jika sebenarnya mereka berdua sedang menjalin hubungan kekasih namun sudah sampai tahap ehem-ehem.
"Kenapa kau terlihat terkejut seperti itu Ar...? "tanya Livia dengan nada mengejek karena merasa menang dari Aretha karena sudah berhasil merebut kekasihnya itu.
"Jangan bilang sekarang kau sedang patah hati karena masih mencintaiku" ucap Davin bangga dan penuh percaya diri.
"Oohh ya ampun dari mana kau berpikir jika aku masih mencintaimu.... "tanya Aretha.
"Dari matamu tentunya.... "jawab Davin, Aretha sempat merutuki kebodohannya karena tadi ia sempat melihat Davin dengan tatapan rindu, namun sekarang Aretha malah menatap jiji* pada kedua manusia yang ada di hadapannya ini.
Aretha menggaruk kepalanya yang tidak gatal mencoba menghadapi manusia-manusia ini dengan tenang sebelum ia tendang pikirnya.
"Dengarkan aku ya Davin yang sok ganteng kepedean tapi malah keliatan mirip ayam kalkun. Aku tuhh udah gak cinta sama kamu lagian aku juga udah nikah sama cowok yang jauh-jauh lebih ganteng dan keren dan juga lebih kaya dari kamu" ucap Aretha, Livia dan Davin terkejut mendengar jika Aretha sudah menikah karena selama hampir sebulan ini Davin dan Livia berada di Jepang untuk liburan.
"Kau menikah? dengan siapa? "tanya Livia
"Denganku.... " ucap Arka yang ternyata sudah berada di sana tanpa mereka sadari kemudian ia menghampiri Aretha.
"K-kau menikah dengan Arkana Wijaya? "tanya Livia
"Iya dia suami aku ganteng kan... kaya lagi jauh banget sama dia mah " jawab Aretha dengan nada mengejek dan menggandeng Arka .
"Ayo pergi.... "ucap Arka
"Ayo.... dasar ayam kalkun "ucap Aretha sambil meninggalkan Davin dan Livia di sana.
"Sial.... " gumam Livia
Jangan lupa tinggalin like dan komentarnya ya, biar mimin semangat buat up 💃😚