MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 54



Permasalahan Luna sudah selesai, namun seprtinya hal baru muncul. Sejak pertemuanny dengan Arka dan juga Areta, Davin semakin membulatkan tekadnya untuk memiliki Areta.


Davin benar-benar tidak rela Areta di miliki oleh Arka. Apalagi kemarin mereka mengatakan jika kini Areta sedang hamil. Semakin marah saja Davin pada Arka. Ia tidak terima gadis yang ia cintai mengandung benih dari Arka, pria yang ia benci dan semakin benci saja setiap harinya.


"Areta harus menjadi milikku, aaahhh siaalll....!!! tapi bagaimana caranya. Areta sama sekali tidak bisa di dekati " Davin terduduk di lantai dan menarik rambutnya frustasi. Keinginan untuk memiliki Areta begitu sangat menggebu-gebu.


*


*


*


Malam ini terasa begitu dingin, Arka merapatkan tubuhnya pada Areta dan menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.


Areta yang sudah tertidur pun hanya menggumam tidak jelas, Arka tersenyum melihat itu. Melihat wajah cantik istrinya dari dekat membuat sesuatu yang lain terbangun dari tidurnya.


"Perlahan Arka membelai wajah Areta dengan lembut. Menyingkirkan helaian rambut yang menghalangu wajah cantiknya. Dan saat jarinya menyentuh bibir Areta. Arka malah membukanya sedikit dan kemudian ia mencium bibir itu. Arka tidak bisa menahan godaan bibir indah yang ada di hadapannya ini.


Antara sadar dan tidak sadar, Areta merasakan ada yang sedang menciumnya dan juga memberikan gigitan-gigitan kecil di bibirnya. Hinnga akhirnya Areta pun terbangun, dan melihat Arka yang sudah mengungkungnya. Areta mendorong perlahan tubuh Arka karena ia merasa sesak, Arka sedari tadi tdak berhenti menciumnya.


Arka pun kemudian melepaskan pagutannya dan tersenyum kearah Areta dan mengusap bibirnya yang basah karena perbuatannya.


"Kamu tuh kenapa tiba-tiba cium aku ?" Tanya Areta dengan sura serak khas bangun tidurnya.


"Karena bibir kamu minta di cium olehku" Jawab Arka.


"Masa iya, orang akunya juga lagi tidur" Areta mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah karena kau sudaah bangun, sebaiknya kita melakukan sesuatu" Ucap Arkana mantap


"Ini udah malem Arkana, mau ngapain coba jangan bilang kamu ngidam ya... " ucap Areta


"Iya kau benar, sepertinya aku sedang ngidam. Dan kau harus menuruti permintaan ku, gantian karena aku juag selalu menuruti permintaanmu" Ucap Arka pada Areta dengan tersenyum penuh arti.


"Dari aroma-aromanya ada yang mau ngajakin main kikuk-kikuk nih" ucap Areta. Arka langsung tertawa dan membenarkan ucapan Areta.


"Dasar penguin mesum... " ucap Areta, tanpa basa-basi lagi Arka langsung menarik daster mini yang Areta gunakan. Dan yang selanjutnya terjadi kalian bisa membayangkannya sendiri.


*


*


*


Semuanya berjalan lancar dan normal, "Ar bukannya hari ini kamu kontrol ya....? "tanya Yura


"Iya Bunda, makanya hari ini Arka gak ke kantor dulu Karena mau mengantar Ar.... " Jawab Arka


"Oh ya udah hati-hati ya...." Jawab Yura


Mereka berdua pun mengangguk dan setelah itu tidak ada perbincangan lagi karena hari ini semuanya sudah berankat ke kantor. Arka dan Areta memang turun terlambat karena penguin itu tadi minta tambah jatah pagi saat hendak keluar dari kamarnya. Sebagai istri yang baik dan juga sama menginginkannya Areta tidak menolak sama sekali apa yang di inginkan oleh Arka suaminya.


Entah kenapa sebenarnya perasaannya pagi ini merasa tidak enak. Areta ingin selalu dekat dengan Arka dan tidak mau jauh darinya. Dari semalam saja anak penguin itu terus bermanja padanya.


Setelah hari agak siang Arka dan Areta pun pergi ke Rumah Sakit untuk mengecek kandungan Areta, karena ia sudah tidak sabar ingin melihat anak mereka.


Mereka pergi berdua dan menggunakan mobil Arka dan Arkalah yang membawa mobilnya. Mereka berdua tidak tahu dan juga tidak menyadari jika sedari mereka keluar dari rumah, ada orang yang terus memata-matainya. Orang itu terus mengikuti mobil Arka, Arka dan Areta pun yang tidak merasa aneh pun meterus melanjutkan perjalanannya tanpa memikirkan apa pun.


Mereka berdua terlihat asik bercanda bersama di dalam mobil, tanpa mereka berdua ketahui mungkin saja sesuatu yang berbahaya tengah mengintainya.


Saat melewati jalanan sepi, di tempat yang telah di rencanakan sebelumnya. Orang itu mulai melancarkan aksinya dengan bantuan orang-orang yang telah ia persiapkan sebelumnya.


Kini ada tiga mobil yang mengejar dan mulai menghimpit mobil yang di tumpangi oleh Arka dan juga Areta. Melihat itu Arka mulai panik, pasalnya Arka merasa tidak punya musuh. Arka dan Areta berpikir mungkin jika mereka adalah sekelompok penjahat yang akan merampok mereka. Arka ingin menambah laju kecepatan mobil mereka namun tidak bisa karena ada satu mobil yang menghalanginya dari arah depan. Dan di bagian samping juga Arka sudah di himpit kedua mobil itu.


Areta yang panik pun langsung menghubungi Revan dan meminta bantuannya. Revan dengan panik pun langsung meminta bantuan dari Regan dan juga Bagas serta Regan dan juga Reby untuk melacak lokasi Areta.


Namun sepertinya pertolongan akan datang terlambat karena mereka sudah memulai aksinya dengan menabrak mobil Arka dari belakang hingga Arka dan Areta terbentur.


Brakkk.....


"Ar..... "panggil Arka yang khawatir pada keadaan istrinya apalagi Areta sedang mengandung.


Belum sampai tangannya meraih Areta mobil yang satu lagi menghantamnya bahkan menyeretnya. belum lagi hantaman dari belakang hingga mobil yang di naiki Arka dan Areta terbalik hingga beberapa kali dan juga terseret.


"Ar.......!!!" Arka melihat Areta terjepit dan juga darah keluar dari kepala serta tubuhnya, Arka ingin menolongnya namun kondisi ia sendiri pun terluka. Ia. bahkan sulit menggerakan tubuhnya yang juga penuh luka.


Arka merasa sangat sedih melihat keadaan Areta yang sudah tidak sadarkan diri ia ingin mencoba meraih Areta dengan sekuat tenaga namun...


Braakkkk......!!! mobil itu di hantam lagi dengan sangat keras hingga Arka tidak tahu apalagi yang terjadi semuanya terasa gelap, tubuhnya semuanya terasa sakit.


"Maafkan aku Ar..... " gumam Arka sebelum menutup matanya.


Siapa sihh yang jahat sama babang Arka sama Areta 😭😭😭😭😭