
Akhirnya mereka berempat pun pergi berkencan dengan double date. Sebelum pergi mereka berencana akan pergi ke bioskop saja untuk menonton .
"Kita nonton film horor ya nanti, udah lama aku gak nonton film horor jadi kangen " ajak Areta
"Ar... kau tahu kan aku tidak suka film seperti itu" Arka menolak menonton film horor karena ia sangat penakut sebenarnya. Arka phobia hantu lokal yang sangat seram menurutnya.
"Kalau kamu takut kan nanti kamu bisa peluk aku Ka... peluk aku yang erat dan mesra biar nanti romantis pas kita nonton" ucap Areta sambil bergelayut manja pada Arka. Arka berpikir lagi jika nanti saat di bioskop ia bisa bermesraan dengan Areta pasti sangat menyenangkan. Membayangkan hal yang tidak-tidak membuat anak penguin ini jadi senyum-senyum sendiri.
"Aku sangat setuju kita nonton film horor saja nanti, Sabrina sayang jika kau takut nanti saat melihat hantu. Maka peluklah aku, aku akan mendekapmu dan melindungimu dari tatapan hantu menyeramkan yang ada di film nanti" ucap Rasya.
"Aku tidak akan memelukmu, kau tahu jika kau lebih menakutkan di bandingkan hantu-hantu yang ada di film" jawab Sabrina.
"Oh ya ampun, semakin kau marah kau semakin menggemaskan. Aku sudah bertekad aku akan meminta Papi dan Mami untuk melamarmu dan meminta ijin pada Papamu yang pelit itu untuk menerimaku jadi menantu kesayangannya" ucap Rasya dengan percaya diri.
"Bermimpi saja terus kapan kau akan bangun, dasar abon micin.... " ucap Sabrina.
"Udahlah, kita berangkat sekarang "ajak Areta
"Kalian pergi berdua, aku hanya mau berdua dengan Areta " ucap Arka sambil menggandeng Areta.
"Tentu saja anak penguin, dengan senang hati aku akan membawa calon istriku ke dalam mobilku yang sangat nyaman " ucapnya, Sabrina hanya menghembuskan nafas kasar
Akhirnya mereka berempat pun pergi ke bioskop setelah merencanakan film apa yang akan mereka tonton.
*
*
*
Dan seperti yang di rencanakan, Arka tidak mau jauh dari Areta. Anak penguin itu terus saja menempel pada Areta dan tidak mau melihat ke arah layar besar di hadapannya. Karena Arka lebih suka menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Areta dan bermain-main di sana.
Arka dengan sengaja mencari tempat duduk yang jauh dengan yang lainnya dan juga kebetulan karena ini bukan akhir minggu jadi bioskop pun tidak banyak yang menonton. Hingga ia dengan bebas bermesraan dengan Areta.
Begitu pun dengan Rasya dan Sabrina mereka pun duduk berjauhan dengan penonton yang lainnya. Dan juga duduk berjauhan dengan Arka dan Areta karena Arka tidak mau di ganggu oleh abon mini yang selalu berisik itu.
"Sabrina sayang, ayo peluk aku jika kau takut mendekatlah dan sembunyi di dadaku yang hangat ini sayang " bisik Rasya
"Diam atau aku kunci bibirmu itu.... " ucap Sabrina ketus.
"Andai saja sudah halal pasti akan aku ehem-ehem bidadariku... " gumam Rasya dalam hati sambil terus tersenyum ke arah Sabrina.
"Berhenti memandangku seperti itu.... "ucap Sabrina sambil berbalik ke arah Rasya dan
Cup
Dengan sengaja Rasya mendekatkan wajahnya pada Sabrina, hingga tanpa sengaja bibir mereka bersentuhan. Senyum Rasya mengembang karena yang di inginkannya berhasil. Namun dengan sengaja ia membuat keadaan seolah Sabrina lah yang menciumnya.
"Astaga sayangku, ternyata kau nackal ya, tapi aku suka... " goda Rasya
"Kau.....!!! "
"Sssuuutttt.... jangan berisik sayang, nanti orang lain terganggu. Nanti kita lanjutkan ya...." goda Rasya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Dasar abon mesum..... " kesal Sabrina
"Terima kasih pujiannya sayang.... " jawab Rasya. Arka dan Areta yang melihat kedua orang itu menahan tawanya karena melihat modus si abon dalam mendekati Sabrina.
"Kasihan sekali abon itu....." ejek Arka
"Tahu.... tapi semangatnya tinggi banget buat dapetin Sabrina " ucap Areta
Karena jika seorang pria sudah tertambat hatinya pada seorang wanita, maka ia akan terus mengejar cintanya sampai dapat. Seperti aku padamu " ucap Arka dan mencium pipi Areta.
"Preettt..... perasaan aku deh yang ngejar kamu duluan.... " Areta berkata sambil mencebikan bibirnya.
Arka tertawa mendengarnya, ia jadi ingat pertama kali ia menikah dengan Areta. Areta lah yang agresif menggodanya. Namun keadaan sekarang menjadi terbalik hingga ialah yang terus menggoda Areta.
Areta dan Arka tersenyum bahagia, dan bermesraan di sana. Tanpa mereka tahu ada seseorang yang sedang memandang ke arah mereka berdua dengan tatapan sangat benci dan terluka.
*
*
*
Jangan lupa like dan komennya ya 😊😊😊