Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
Part 68 - Ciuman Pertama



"HAHAHAH..."


Oktav dan Ella tertawa bersama saat sudah menjauh dari 2 pria itu. Oktav tak menyangka Ella akan memecahkan bagian terpenting pria itu. Entahlah pecah atau tidak yang penting mereka puas.


"Mantap! Kau luar biasa Fio." Puji Oktav dan mereka saat ini terlihat santai, Ella sudah tidak canggung dan malu lagi.


"Kau gadis pemberani dan aku suka." Lanjut Oktav.


"Benarkah?" Ella meragu.


"Iya aku suka gadis cantik dan berani, seperti kamu." Jawab Oktav sambil mengelus kepala Ella.


"Jadi berani maksudnya seperti tadi bukan berani..." Ella memastikan dan memandang Oktav lekat.


"Sudah sampai." Oktav berhenti di depan rumah dengan pagar menjulang tinggi.


"Fio.. apa yang kamu suka dari aku?" Tanya Oktav dengan wajah serius, dia menoleh dan memandang wajah Ella dengan intens.


"Ha? eh.. itu.. aku fans nomor 1 OKTAV!" Jawab Ella dengan suara lantang dan senyum merekah.


"Jadi aku hanya idola? Gak lebih?" Tanya Oktav lagi membuat Ella kaget dan jantungnya dag dig dug lebih kencang.


"EH itu hm.. itu.. aaahhh.." Ella menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu. Oktav hanya tersenyum karena dia sudah tau dari Jarred kalau Ella sangat suka dengannya mungkin melebihi dari seorang idola.


"Hem.. kalau gitu aku yang ingin bilang sesuatu Fio."


Ella menurunkan tangannya dan melihat Oktav dengan serius. "Bilang apa kak?" Tanya Ella dengan suara lemah dan wajah yang sangat cemas.


"Hahaha.. jangan gitu wajahnya, biasa aja." Oktav tertawa melihat wajah Ella yang makin terlihat imut dimatanya.


"Jadi pacarku, mau?" Tanya Oktav yang kini sudah mendekatkan wajahnya di depan Ella yang ternganga tak percaya.


"Tutup mulutnya, nanti masuk lalat." Tangan Oktav menaikkan dagu Ella, gadis itu mengerjab, masih tak percaya dengan pendengarannya.


"Mau?" Tanya Oktav lagi. Ella hanya mengangguk lemah, tubuhnya tegang dan juga dadanya bergemuruh. Ella seakan melayang dan lemas juga, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


"aaahhhh hiks hiks..." Ella menangis, tapi dia menangis senang.


"Eh kok nangis.. Fio maaf." Oktav panik tidak tau harus berbuat apa melihat Ella yang malah menangis.


"Gak jadi kalau begitu, gak jadi kalau kamu sedih." Kata Oktav, wajahnya pucat melihat tangisan Ella yang malah semakin menjadi.


"Haaaa kak Oktav jahat, masa gak jadi? Kan baru pacaran 2 menit!" Pekik Ella yang sekarang merasa kesal.


"Jadi maunya bagaimana Fio, aku bingung.."


"Ya tetap pacaran."


"Iya iya.. tapi jangan nangis, pacaran kok, tapi kenapa sedih sih?"


"Gak sedih, cuma terlalu bahagia."


Ella masih terisak saat mengucpkannya, Oktav jadi tersenyum lega, dia menggeleng sejenak lalu menarik Ella dan memeluknya.


"Ya sudah jangan nangis, bikin aku panik aja sih.." Bisik Oktav membuat Ella mengangguk lalu tersenyum.


Oktav melerai pelukannya lalu menghapus sisa air mata di wajah Ella dengan lembut, lalu dengan gerakan cepat dia mencuri ciuman di bibir Ella.


"Kemarin kan syuting aku hanya mencium pipimu, sekarang bibirmu yang manis ini." Ucap Oktav membuat Ella tersipu malu.


Oktav kembali mengecupnya dan kali ini bertahan beberapa detik hingga sedikit ********** pelan.


"Aku sudah memberikan ciuman pertamaku untukmu. Besok kalau lihat aku ciuman di drama atau film jangan sedih."


Ella terus menatap Oktav, dia mengangguk lalu menggeleng.


"Gak mau!" Teriak Ella yang baru sadar sifat cemburunya meningkat tiba-tiba.


"Jadi ciuman pertama untukku dan ciuman kedua ketiga dan selanjutnya untuk gadis lain?" Ella marah dan mulai menunjukkan sikap posesifnya.


Oktav kembali mencium Ella, "Cup, ini ketiga yang kedua tadi sudah."


"Cup.. ini ke empat."


"Cup.. ini kelima."


Oktav terus mencium Ella yang mematung diam tak bergerak.


"Cup.. ini ke 12."


"Mau nambah lagi?" Tanya Oktav tapi Ella masih diam sampai jendela kaca mobil diketuk.


Jarred yang juga baru sampai menunggu orang yang di mobil depannya turun tapi tak kunjung turun dan dia tau itu Oktav dan Ella makanya Jarred mengetuk kaca mobilnya yang sangat gelap itu.


Jangan tanyakan kondisi Ella, wajahnya benar-benar mirip tomat kematangan sekarang dan Oktav sangat suka melihatnya.


"Kenapa?" Tanya Oktav tanpa rasa bersalah setelah menurunkan jendela mobil.


"Kenapa gak turun?" Tanya Jarred lalu mengintip Ella yang masih di dalam dengan keadaan wajah memerah malu.


"Lagi pacaran." Jawab Oktav asal tapi memang benar.


"Cepat masuk, itu security sejak tadi juga nunggu mau buka pintu atau ngga." Tunjuk Jarred ke salah satu penjaga rumah mereka yang sudah siap berdiri di samping pintu gerbang dan mengintip.


"Ya ampun sejak tadi disana?" Tanya Oktav terkejut karena tidak sadar sejak tadi ada orang berdiri di sisi samping gerbang.


"Aku masuk dulu, sampai ketemu nanti." Cepat-cepat Ella membuka pintu mobil dan berlari masuk melalui gerbang besar itu yang sejak tadi sudah di buka sedikit oleh security.


"Apa yang kau lakukan pada Ella?" Tanya Jarred tidak ramah sekarang.


"Hehehe Fio sekarang pacarku jadi cium-cium dikit lah." Jawab Oktav dengan jujur.


"Jangan macam-macam, Plakk.." Jarred menepuk bahu Oktav lumayan keras.


"Aduh kakak ipar, cuma kecup-kecup dikit gak sampe *****-******* kayak seseorang yang belum ada hubungan pasti udah nyosor duluan." Sahut Oktav menyindir Jarred. Oktav tau semuanya karena beberapa hari belakangan Jarred sedikit uring-uringan dan curhat padanya.


"Aku menyesal curhat padamu. Pulang sana." Usir Jarred lalu Oktav pamit padanya karena masih harus syuting di tengah malam.


+,+,+,+,+


Jangan tanyakan perasaan Ella saat ini, karena dia sangat senang. Sejak pagi dia sudah senyum-senyum sendiri sampai membuat keluarganya bingung.


"Ella kenapa nak?" Tanya Imelda pada Jarred yang bersiap mau pergi.


"Ella lagi senang ma, Oktav nembak dan mereka pacaran sekarang." Jawab Jarred lalu mencium pipi sang mama dan pamit pergi.


"Kamu tau sayang?" Tanya Imelda yang kini menoleh ke suaminya.


"Tau kok, Oktav sudah dari beberapa hari lalu minta izin sama papa." Jawab Fano yang juga mencium kening dan mengecup bibir sang istri dan pamit juga.


"Huh.. semoga aman. Ella pencemburu dan Oktav kini bukan hanya penyanyi tapi aktor. Gimana nanti kalau ada adegan mesra?" Gumam Ella mengeluarkan keresahan hatinya.


Ella sudah sejak tadi pergi dan dia kini telah menyiapkan sesuatu untuk membalas ketidakadilan yang dia terima beberapa hari lalu. Ella akan membuat Sherry minta maaf, pokoknya dia tidak terima!


Tak!


Ella menekan enter dengan kuat di laptopnya tanda semua persiapan telah selesai dia persiapkan.


'Kak Levian, minta kak Laron temani aja nanti biar gak ada yang macam-macam, Ella mau balas dendam.'


Isi pesan Ella pada Levian agar nantinya semua aman terkendali.


TBC~


NB : Hi teman-teman, mohon izin karena saya butuh healing dan part selanjutnya akan di update akhir bulan depan ya... bye bye~