Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
PART 55 - Cium Pipi



Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, waktunya Ella kembali ke studio karena harus make up lagi. Aster memilih menunggu Ella hingga selesai.


"Yakin mau nunggu? Kalau sampai tengah malam gimana?" Tanya Ella memastikan.


"Iya.. nanti ayah yang jemput." Jawab Aster meyakinkan Ella.


"Ya sudah deh.. nanti juga aku di jemput kak J." Kata Ella.


Mereka sampai di salah satu ruangan yang sudah sibuk sejak tadi. Ella segera di makeup dan hanya sebentar sudah selesai.


"Pakai baju ini ya.." Kata staff disana dan Ella segera mengganti bajunya. Mereka lanjut ke studio dan kali ini mereka ada adegan mesra. Ella dag dig dug mendengar arahan sutradara.


'Gadis manis dan cantik itu duduk disalah satu meja cafe yang terlihat sepi. Tak lama seorang pemuda tampan masuk dan duduk disamping gadis itu. Mereka saling melemparkan senyum dan memandang penuh cinta. Binar mata indah sang gadis membuat si pemuda terpesona. Mereka terlihat mengobrol dan saling suap-suapan stawberry cake. Terkadang sang gadis terseyum lalu si pemuda memeluknya dari samping. Karena terbawa suasana si pemuda mencium si gadis.'


"CUT!!"


Teriak sutradara sambil tersenyum puas melihat hasil kerja Ella dan Oktav.


"Bagus sekali aktingmu Fiorella. " Puji sutradara dan yang lain bertepuk tangan.


Wajah Ella tampak merona karena malu apalagi di sebelahnya ada Oktav yang juga ikut memujinya. Padahal itu bukanlah akting tapi memang kenyataan yang dia rasakan.


"Cieeee yang dicium idolanya..." Goda Aster saat Ella sudah kembali ke ruang makeup.


"Iss apaan sih, cuma cium pipi." Ujar Ella terlihat malu.


"Bayangkan kalau Oktav begitu dengan model lain." Kata Aster lagi dan Ella merengut tidak suka.


"No.. gak boleh." Ella mulai posesif dan Aster tertawa terbahak-bahak.


"Mana bisa, sebentar lagi dia akan syuting drama, film dan kau gak bisa melarangnya." Kembali di goda Ella makin cemberut.


Hanya menunggu setengah jam, set sudah berganti lagi seperti di sebuah taman depan rumah. Syuting kembali dimulai dan selesai hampir jam 1 dini hari.


Untungnya besok adalah hari minggu. Aster yang bosan menunggu sudah tertidur sejak jam 11 tadi.


Ella yang lelah juga saat ini duduk sambil menunggu Jarred yang datang jemput, padahal Jarred sudah ada di parkiran basement, Ella malah sudah ketiduran di sofa dekat Aster.


.


.


"Sudah tidur dan kenapa ada Aster?" Jarred sedikit heran dengan Aster yang juga sudah ketiduran.


"Hai Jarred.. Adik cantikmu sudah ketiduran. Dia sangat berbakat." Sapa Oktav pada Jarred yang bingung bagaimana membawa kedua gadis ini.


Aster tak kenal Oktav, jika dia yang menggendongnya akan aneh dan Ella pasti marah.


"Hem.. bisa tolong gendong adiku ke mobil? Aku gendong Aster." Pinta Jarred pada Oktav.


"Oh tentu bisa, manatau kan jodoh nantinya." Jawab Oktav sambil tertawa-tawa, Jarred hanya mendengus mendengarnya.


"Ayo lah man.. aku akan jadi adik ipar yang baik kok." Ujar Oktav lagi dan Jarred hanya menatapnya tajam.


"Jangan berisik, cepat angkat Ella." Perintah Jarred lagi dan Oktav dengan senang hati melakukannya.


Jarred membawa Aster dalam dekapannya dan turun melalui lift yang ada dipaling ujung agar tidak banyak orang yang melihat. Belum banyak yang kembali dan masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


"Iya.. sukurlah, tolong bawa Aster ke mobil J." Pinta Florian dan Jarred membawa Aster ke mobil Florian.  Sedangkan Ella masih nyenyak di dekapan Oktav tanpa dia tau.


"Oktav.. baringkan aja Ella dibelakang dia gak akan bangun tuh." Ucap Jarred yang sudah kembali ke mobilnya dan Oktav masih menunggu.


"Ok, dan aku nginap di rumah mu boleh?" Tanya Oktav dan Jarred menatapnya curiga.


"Ck.. aku syuting sore besok dan malas pulang. Ayolaahh... lagian sudah kenal juga dengan Om Fano." Bujuk Oktav, setelah dia baringkan Ella di jok belakang dan pindah ke depan di sebelah Jarred.


"OK lah.. " Jarred pasrah saja pada sahabatnya itu.


"Sip.. baik banget calon kakak ipar."


\= = = = =


Cukup cepat Jarred sampai di rumah karena jalanan yang sudah lenggang di jam 1 dini hari itu. Oktav kemudian keluar dari mobil dan langsung ke belakang mobil untuk mengambil barang-barangnya dan Ella akan di bawa oleh Jarred.


Fano dan Imelda sudah tidur sejak tadi karena percaya Jarred bisa menjaga adiknya.


Setelah menidurkan Ella di kamarnya, Jarred kembali ke ruang tamu dimana Oktav masih menunggu.


"Tidur di kamar tamu atau denganku saja?" Tawar Jarred dan Oktav memilih di kamar Jarred saja biar ada yang menemaninya di tempat baru ini.


"Kamar mu saja, atau kamar adikmu?" Tanya Oktav dan hasilnya mendapat tinjuan di lengannya karena Jarred yang ada di sebelahnya. Mereka berjalan bersama menuju kamar Jarred yang ada di depan kamar Ella.


Jarred dan Oktav langsung tidur karena sangat mengantuk dan juga lelah. Untunglah besok adalah hari libur jadi Jarred merasa bangun siang tidak masalah.


Pagi hari datang dengan cepat, Ella yang baru bangun tidur berteriak histeris tapi tak ada yang datang ke kamarnya karena sudah tau apa yang terjadi. Terkadang hal ini memang menjadi rutinitas keluarga ini dengan teriakan Ella dikamarnya.


"Kak J jahat!" Teriak Ella lalu segera turun dari ranjangnya. Dia tau sejak bangun tidur karena masih memakai pakaian yang sama sejak semalam. Dia tak ganti baju ataupun cuci muka.


Ella bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri tapi dia terus mengomeli Jarred, apalagi kalau bukan karna 2 buah jerawat baru yang muncul di kening dan dagunya.


Selesai mandi dan skincare-an Ella mendobrak begitu saja pintu kamar kakaknya, masih jam 9 pagi dan hari minggu seharusnya Jarred masih di kamar tapi saat ini kosong.


"Kemana sih kak J iihhh.." Dengan kesal Ella turun ke bawah dan menuju dapur dimana ada Imelda disana.


"Mama.. kak J mana ma?" Tanya Ella pada Imelda yang sedang membuat minuman di dapur.


"Ada di kamar mandi mungkin tadi katanya mau mandi dulu. Mungkin sudah selesai." Jawab Imelda pada anak gadisnya yang sedang rewel itu.


Ella kembali menghentak kakinya kuat dan menuju lantai 2, dia membuka kamar Jarred lagi.


"Kak J kenapa gak bersihin wajahku? Ini liat, ada 2 jerawat muncul pagi ini!" Teriak Ella kesal, bibirnya sudah maju 5 senti tapi begitu dia tau siapa yang dia marahi Ella langsung menciut dan kembali kalem.


"Pagi Fio.. Jarred lagi gak ada." Ujar Oktav yang baru berbalik badan, dia memang menggunakan pakaian Jarred karena pakaiannya basah karena jatuh di kamar mandi. Mempunyai tinggi dan postur tubuh yang mirip membuat Ella terkecoh.


"OKTAV!!" Pekik Ella lalu kalem lagi dan langsung lari menuju kamarnya sendiri.


BLAMM


Ella menutup pintu kamarnya dengan kuat karena malu. Malu karna bersikap bar-bar di depan idolanya dan malu karena jerawatnya yang memerah dan pasti dia sangat jelek.


TBC~