Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
PART 57 - Dada Rata



Sebulan berlalu, Ella masih ingat kalau Oktav memang sedang menyukai seseorang.


'Aku menyukai seseorang. Dia cantik dan berani.'


Hanya itu yang diingat oleh Ella dan dia sangat gelisah sejak hari itu. Obrolannya dengan Oktav di taman belakang benar-benar sangat membuat hatinya tidak tenang.


Sebulan ini dia juga bekerja dengan baik, Linda sangat senang dengan hasil tulisan Ella di salah satu artiket majalah online mereka. Awalnya Ella hanya disuruh edit salah satu artikel yang berakhir dia bertanggungjawab pada artikel lainnya.


Ternyata magang dengan jalur orang dalam tidak selalu mengecewakan, begitulah kata Linda.


"Kalian sudah dengar gosip baru?"


"Gosip apa lagi? Disini kan memang selalu ada gosip, banyak lagi."


"Itu aktris pendatang baru yang lagi terkenal, dia digosipkan jalan dengan Oktav."


Otak Ella lalu memberi sinyal waspada ketika telinganya emndengar nama Oktav. Ella ada di salah satu bilik tolet karena BAB yang menggangu pekerjaannya.


"Iya kah? Sejak kapan dan belum ada di portal berita manapun?"


"Nah itu masalahnya, kan Oktav sangat disayang yah trus si aktris juga lagi naik-naiknya jadi belum ada yang berani posting apapun. Hanya ada dari mulut ke mulut antar pekerja di studio."


"Hoo.. siapa sih aktrisnya? Penasaran kan ada beberapa aktris AMS yang sedang naik daun."


"Itu loh.. Shakila."


"Oh Shakila mah bukan artis sini, dia kayanya ada kerjasama dengan Oktav. Itu yang aku dengar waktu bersihin ruang atasan kita."


"Hoo.. tapi beneran kan mereka jalan?"


"Gak tau.. biar aja lah."


"Ya udah lanjut bersihin lantai bawah."


-_-"


Ella hanya menghela lemah, ternyata suara wanita yang dia dengar sejak tadi adalah office girl tapi biasanya gosip dari OB, OG dan security itu akurat dan terpercaya. Mereka ada dimana-mana tanpa takut ketahuan sedang nguping.


"Ck.. Shakila kan model iklan awalnya dan gak percaya Oktav bisa suka sama yang begitu." Gumam Ella yang merasa tak terima.


Shakila Ramona, aktris pendatang baru dari salah satu agency tak begitu besar. Mengawali karir dengan menjadi model iklan dan saat ini sudah merambah ke akting. Sudah ada 1 drama selesai dan 1 drama ongoing, 1 film dan banyak iklan. Cantik ala blasteran dan body goals nya membuat Ella insecure parah.


Ella hanya punya wajah cantik, manis dan imut tapi postur tubuh mungil, bentuk badannya biasa saja dengan dada tak besar. Jika Shakila ingin dibandingkan baru aple to aple dengan Aster yang mempunyai body goals yang sama.


"Huhf.. lelah mencintai seseorang yang gak bisa digapai." Lirih Ella sambil mencuci tangannya di wastafel toilet. Dia berjalan gontai kembali ke ruang kerjanya bersama yang lainnya. Ella duduk di kursi dan dagunya diletakkan di atas meja, dia jadi malas dan tak mood kerja. Untung memang sebentar lagi jam pulang.


"Ella.. jangan malas." Tegur salah satu staff disana. Ella langsung duduk tegak dan kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda tadi.


Waktu berlalu dan sudah hampir 2 jam Ella mengerjakan artikel barunya dan semua sudah bersiap untuk pulang termasuk dirinya.


^^^^^^^


Di salah satu perusahaan HS Group,


Aster sedang menunggu Jarred karena dia akan pergi bersama bertemu client. Jarred sudah beberapa kali membawa Aster untuk meeting di luar sampai membuat sekretaris perbantuan merasa iri.


"Sudah rapi aja, mentang-mentang mau diajak keluar. Gitu tuh kalo menang cantik." Gerutu sekretaris bernama Novi itu. Aster hanya diam saja, padahal bukan hanya dirinya, Novi juga pernah dibawa untuk membantu JarredĀ  meeting diluar tetapi hanya buat malu saja dengan dandanan menor dan sikapnya yang terlihat genit itu.


'Padahal salah sendiri genit dan menor gitu. Lagian kalo bukan karna akan jemput Ella sekalian juga kak Martin yang diajak.' Gerutu Aster dalam hati, kadang dia kesal juga dengan Novi ini.


"Ayo, kita jalan." Ajak Jarred begitu keluar dari pintu ruangannya. Aster mengangguk dan mengikuti Jarred masuk ke dalam lift.


"Makan dulu atau tunggu Ella sekalian?" Tanya Jarred yang kini menyetir sendiri. Aster duduk disebelahnya sebagai Aster sahabat adiknya Jarred. Bukan Aster sekretaris magangnya.


"Tunggu Ella aja kak, kalau ngambek repot nanti." Jawab Aster dan diangguki Jarred.


"Tapi beli cemilan dulu ya, roti juga boleh. Laper karena gak sempet makan siang tadi."


"Loh.. kok ga makan siang, tadi siang kan mba Novi antar makanan ke ruang kak J."


Aster heran karena tadi dia memang disuruh meyiapkan makan siang tapi Novi kekeh ingin menyiapkannya.


"Ck.. dia itu, sudah lah jangan bahas dia." Jarred malas membahas Novi yang begitu ceroboh tadi hingga nasi box untuk makan siang Jarred terguling dan terbuang sia-sia.


"Ya udah nanti berhenti di simpang ke dua belok kiri ada toko roti enak. Mau sekalian kopi atau teh?" Aster menoleh ke Jarred yang masih fokus menyetir.


"Air mineral aja, sama roti yang asin ya.."


"Ok."


Lima menit kemudian Jarred menepikan mobil di tepi jalan yang memang bisa untuk parkir. Aster turun dan hanya 10 menit sudah kembali dengan sebotol minuman dan 2 buah roti keju dan ayam.


"Ini kak.." Aster sudah membuka roti dan memberikan pada Jarred.


"Tolong suapi." Pinta Jarred dan Aster menyuapi roti itu sedikit demi sedikit sampai habis.


"Cukup deh, yang satu itu makan aja." Kata Jarred setelah meneguk air mineralnya dan mengembalikan pada Aster.


"Gak deh, nanti buat Ella aja." Sahut Aster.


.


.


Ella yang sudah menunggu di lobi segera berlari kecil menuju mobil Jarred dan membuka pintu belakang. Dia bersandar malas di kursi dengan muka ditekuk penuh kesal.


"Kenapa sayangnya kakak? Marah sama siapa?" Tanya Jarred dan Aster hanya bisa tersenyum melihat Ella, pasti terjadi sesuatu.


"Iya tuh, mukanya kecut." Celetuk Aster menambah kesal hati Ella. Tapi tangannya menjulur kebelakang memberikan roti isi keju pada Ella dan disambut oleh sahabatnya itu.


"Kak J.. kenapa cowok sukanya sama cewek berdada besar?" Tanya Ella sangat random dan membuat Aster terbatuk.


"Ha? Kenapa tanya begitu Ella?" Jarred juga terkejut dengan pertanyaan adiknya. Ella yang sudah menyelesaikan makan rotinya segera meneguk air minum dengan cepat.


"Iya.. kenapa begitu? Memangnya dada rata bukan dada?" Ella mencondongkan tubuhnya ke depan ditengah-tengah Jarred dan Aster. Kepalanya bersandar pada jok Jarred dan jarinya memilin lengan baju Aster.


"Astaga Ella kenapa sih?" Jarred menghela panjang, kenapa dengan adiknya hari ini.


"Apa Ella dibuli, siapa yang bilang dadamu rata?" Tanya Aster dan Ella menggeleng saja. Ella menatap pada Aster dengan lekat, lalu arah matanya ke dada Aster.


"Kalau Aster mah enak punya dada besar." Celetuk Ella tapi tangannya yang dari memilin lengan baju Aster berganti ke arah dada dan menusuknya dengan jari telunjuk.


"Ahh ELLA!!" Pekik Aster lalu menyilangkan tangannya di dada. Bukan hanya Aster tapi Jarred juga malu atas kelakuan absurd Ella.


"Haaahhh....." Ella menghela panjang lagi dan kembali bersandar pada kursi belakang dan memandang keluar jendela.


"Kak, makan yuk... ke resto XXX aja, aku mau makan banyak." Seru Ella dan Jarred segera mengiyakan.


"Tolong kasih tau mama kita makan diluar Aster." Ujar Jarred dan Aster segera menghubungi Imelda.


TBC~