
"Fiorella... catatan ini nanti setelah jam makan siang antar ke lantai 12 ruang ST5, cari penanggung jawabnya trus balik kesini segera." Perintah Linda dan Ella yang baru selesai makan langsung mengerjakan perintah atasannya itu. Ella tak mau ketinggalan sedetik pun untuk bertemu Oktav.
Ella berjalan cepat, kadang berlari agar sampai ke ruang ST5 yang lumayan jauh dari lift. Butuh 5 menit dia mencari ruangan itu. Setelah selesai dia cepat-cepat turun lagi ke lantai 4 Studio 1 untuk bertemu Oktav.
"Cepat sekali?" Tanya Helma yang heran melihat Ella yang sudah kembali.
"Hehehe.. biar cepat bertemu Oktav kak." Jawab Ella keceplosan.
"Ohh.. fans nya Oktav, jangan kecentilan kamu ya!" Tegur Helma dengan wajah galaknya dan Ella hanya nyengir pada wanita bermakeup tebal itu.
Masuk ke studio 1 ternyata sedang diadakan syuting music video lagu terbaru Oktav yang bertema ceria. Lagu Oktav memang berubah genre namun tetap sangat enak didengar.
Ella tersenyum senang dan masih mengekori Linda dan Helma di belakang tapi matanya terus memperhatikan Oktav yang sedang berlatih akting untuk music videonya.
'Cakep banget Oktav-ku.' Batin Ella senang, matanya tak berkedip memandang Oktav.
Sedangkan Linda sedang bicara pada sutradara yang terlihat panik saat ini. Beberapa staff juga sibuk, ada yang menelepon dan ada yang terlihat terburu-buru entah melakukan apa.
"Jadi syuting gak bisa lanjut?" Tanya Helma pada Linda.
"Ya.. model perempuannya kecelakaan, ringan sih tapi wajahnya terluka dan memar. Sudah di makeup tapi tetap terlihat." Jawab Linda dan terlihat dari wajahnya dia sedang berpikir. Music video ini harus cepat selesai karena lagu ini akan liris 10 hari lagi.
"Kita ganti modelnya, nanti Tuan Danny akan datang." Ujar sutradara pada Linda. Jika ganti model berarti dia harus mengganti style pada model itu nanti. Jadi Linda akan menunggu saja.
"Duduk sini." Kata Helma pada Ella yang sejak tadi memperhatikan Oktav.
"Ya kak." Jawab Ella lalu duduk di sebelah Helma. Baru saja duduk, Oktav datang menghampiri mereka dan berbicara pada Linda dan sutradara untuk menunda syuting dan mencari model pengganti.
Oktav yang sadar akan keberadaan Ella pun menoleh padanya dan tersenyum, Oktav mengenalinya. Sedangkan jantung Ella berdetak tak karuan dan juga senang.
"Dia fans mu baby.. jadi biarkan matanya kenyang menatapmu." Seru Helma pada Oktav. Ella tak suka dengan panggilan baby untuk Oktav dan mengernyit melihat Helma yang ada di sebelahnya.
"Haduh haduh.. dia kesal hahaha.." Helma malah tertawa melihat respon Ella yang menurutnya lucu.
'Dasar! Dia yang bilang gak boleh genit, sendirinya genit. Pake manggil baby lagi. Oktav itu sayangku!" Jerit Ella dalam hati karena kesal.
"Nah itu Tuan Danny datang." Seru Linda dan Ella juga ikut berdiri melihat semua orang berdiri.
"Jadi sudah dapat model pengganti?" Tanya Danny dan menatap mereka bergantian.
"Belum.. susah dapat model sesuai dengan karakter Oktav dan juga genre lagunya." Jawab Linda yang sebenarnya sedikit takut.
"Hem.. " Danny berdehem lalu melihat ke arah Ella. Ella yang kaget menatap balik Danny.
"Pakai dia dan ubah style nya." Putus Danny.
"Ha? Anak culun ini?" Tanya Linda tak percaya. Mereka semua menatap Ella yang juga kaget bahkan sampai mulutnya terbuka.
"Ya, ini juga keputusan Tuan Besar." Jawab Danny sambil menunjuk ke arah cctv. Mereka paham, kecuali Ella yang masih bingung melihat arah yang ditunjuk.
"Kalau begitu baguslah.. ayo segera dandani dia." Kata sutradara itu dan Oktav juga setuju karena dia memang tertarik pada gadis culun yang menurutnya cantik itu.
Linda langsung menarik lengan Ella, dia diseret paksa sementara Ella ingin berteriak pada Danny yang semena-mena padanya tanpa bertanya lebih dulu.
"Duduk diam disini." Titah Linda.
"Kau dan kau.. kemari dan dandani dia, coba yang natural, rambutnya di curly natural juga. Aku akan cek nanti." Perintah Linda pada 2 makeup artis disana dan mereka langsung bergerak.
MUA1 mulai menggulung rambut Ella yang memang sudah terikat agar MUA2 bisa dengan leluasa dengan tugasnya.
MUA2 mulai melepaskan kacamata Ella dan menghapus riasannya yang sengaja dibuat jelek.
"Anda sangat cantik nona." Gumam MUA2 dan mulai tugasnya dengan cepat. Sementara Oktav yang juga ada disana memperhatikan Ella dengan seksama.
'Sepertinya aku kenal.' Ucapnya dalam hati dan terus memperhatikan Ella yang masih memejamkan matanya karena gelisah.
'Astaga! Dia akan adiknya Jarred.' Oktav membatin lagi dan baru sadar kalau selama ini gadis culun cantik yang selalu dia lihat adalah orang yang sama dengan yang memukulnya waktu di Inggris.
Oktav tersenyum dan semakin tertarik pada Ella yang dia tau adalah fans beratnya.
Setengah jam kemudian Linda kembali dan tercengang saat melihat Ella yang sudah berubah.
"Ini benar Fiorella yang tadi? Bukan model kita?" Tanya Linda benar-benar tak percaya.
"Benar Miss Linda, dia yang anda bawa tadi, kami juga kaget dia ternyata cantik tanpa makeup sekalipun." Jawab MUA2 dan disetujui MUA1.
"Bener ini kamu?" Linda sampai mencubit pipi Ella karena tidak percaya.
"Aduh aduh sakit Bu Linda." Teriak Ella kesakitan, dia mengerucutkan bibirnya karena kesal dan mengusap pipinya.
\= = = = =
Jam makan siang Aster terlihat santai, dia sudah mempelajari beberapa hal terkait pekerjaan yang nantinya akan dia handle selama 6 bulan.
Aster terlihat makan bersama di meja kerjanya dengan Liana yang membawa bekal karena sedang tidak suka makanan kantin. Sementara Aster mengambil makanannya dari kantin.
"Baru makan siang?" Tanya Martin asisten direktur.
"Iya, tadi nanggung kalau mau berenti hampir habis mengajari ke Aster, dia pintar dan cepat tangkap." Jawab Liana dengan memuji Aster.
"Hem.. baguslah kalau cepat mengerti, direktur kita tuh lumayan galak kalau soal pekerjaan." Ucap Martin sedikit gibah.
"Segalak apa?" Tanya Aster penasaran.
"Galak deh pokoknya, dia disiplin jadi kesalahan sedikit saja bisa marah-marah gak jelas."
Mereka melanjutkan gibahan tentang direktur baru yang belum Aster kenal sama sekali bahkan namanya.
"Kapan direktur kita datang ya?" Tanya Aster yang lagi-lagi penasaran.
"Kalau hari ini mungkin setelah makan siang, kalau hari selasa dan jumat bisa dari pagi sudah datang." Jawab Liana dan Aster mengangguk. Mereka telah selesai makan siang dan akan lanjut bekerja.
"Nanti jam 3 sore ada meeting, ruang meeting 1 di lantai 10 ya. Langsung kesana 10 menit sebelumnya nanti kesananya dengan Martin saja, aku izin pulang cepat karna mau ke dokter." Jelas Liana sambil membereskan berkas meeting untuk Aster.
"Ok kak, aman!" Sahut Aster semangat karena dia juga pensaran dengan meeting di perusahaan besar.
TBC~