
Oktav menyerahkan seluruh kasus pada pengacaranya dan dia hanya ingin tenang dalam masa-masa hiatusnya. Tidak lama karena dia hanya ingin membuat lagu baru dengan tema berbeda dari biasanya.
Banyak musik dan lagu yang dia ciptakan, berbeda genre karena dia sangat menyukai musik sejak kecil. Dia mengecek semua rekeningnya yang isinya sangat wow. Menjual lagu tanpa royalti tidak banyak pemasukan makanya dia menjual lagu dengan royalti sesuai dengan peraturan perusahaan dan setiap bulannya rekeningnya pasti terisi.
Baru kali ini Oktav mengecek seluruh pendapatannya dan rekeningnya secara pribadi, bukan dia tidak percaya pada sahabatnya tapi dia hanya berhati-hati setelah dikhianati oleh orang kepercayaannya, Joshua adalah managernya.
Kling
'Semua sudah aku email, cek lah. Jangan percaya siapapun meskipun orang terdekat.'
Oktav membaca pesan itu dan tersenyum, dia percaya tapi entah kenapa dia ingin mengeceknya sendiri. Apalagi melihat nominal saldo rekeningnya bahkan lebih banyak daripada kerja kerasnya 10 tahun di BPlus.
'Terima kasih J.' Balas Oktav pada sahabatnya itu.
J adalah Jarred, Oktav bertemu dengan sahabatnya saat masa remajanya sebelum debut menjadi penyanyi. Oktav kembali ke panti asuhan tempatnya berasal dan bertemu Jarred yang sedang bersama keluarganya memberikan donasi pada panti itu. Dari sanalah pertemanan dimulai dan makin erat hingga kini.
"Semuanya rapi.. Jarred memang hebat." Gumam Oktav yang selesai dengan pemeriksaannya. Jarred mempermudah semuanya dan dia sangat berterima kasih.
Sebenarnya Jarred sudah sejak lama menyarankan Oktav menuntut Agency-nya karena semua lagu ciptaan Oktav menjadi milik Agency yang artinya royalty akan didapatkan oleh Agency. Kontrak 12 tahun itu tidak menguntungkan bagi Oktav, saat itu dia masih remaja dan walinya hanya fokus pada penghasilan menjadi artis tanpa membaca dengan seksama.
Dia tak menyalahkan siapa-siapa karena saat itu dia juga belum paham dan walinya juga hanya saudara jauhnya yang senang mendapat upah 8-15 juta perbulan sampai Oktav cukup umur.
"Oktav keluar kau!" Teriak Nevia, pemilik Agency tempatnya bernaung. Nevia sangat marah karena Oktav menggugatnya secara hukum dan akan putus kontrak.
"Jangan keluar, biarkan saja dia." Luke asisten pribadinya melarang saat Oktav ingin membuka pintu apartemennya.
"Kita lupa, dia punya akses ke gedung apartemen. Untung pin sudah aku ganti." Lanjut Luke dan Oktav akhirnya mundur dan Luke segera menghubungi pihak keamanan gedung. Tak lama Nevia sudah di tarik paksa karena bukan hanya Luke yang melapor, beberapa penghuni lain juga tidak nyaman dengan keributan itu.
"Sepertinya kita harus pindah secepatnya, apartemen ini juga milik perusahaan. Kita pindah besok. Bawa saja barang pribadi, milik perusahaan tinggalkan saja." Kata Oktav dan Luke setuju.
Luke segera berberes, tidak banyak pakaian yang dibawa karena hampir setengahnya milik sponsor. Sedangkan Oktav jarang berbelanja.
.
.
.
Oktav sudah ada di apartemen pribadinya, hanya beberapa blok dari gedung apartemennya yang lama. Wartawan juga belum mengetahui tempat tinggal Oktav yang baru.
'Selamat pagi yang cerah, Oktav akan hiatus sampai semuanya tenang dan kembali pada kalian. Doakan yang terbaik untuk kami ya..'
Foto matahari terbit yang diambil dari jendela gedung apartemennya dengan caption yang membuat para Fans mengeluh.
Satu komentar membuat Oktav tertegun, "Oktav semangat. Aku akan sekuat tenaga membuat orang yang menyakitimu menyesal. Akan kutinju dia!"
"Komentarnya lucu hahaha.." Oktav tertawa dan membuka profil dari komen itu dan dia cukup terkejut karena melihat foto akun tersebut.
"Ternyata kau gadis imut." Gumam Oktav sambil senyum-senyum. Dia membuka seluruh foto, beruntung akun itu tidak private.
"Gadis manis dan lucu." Katanya lagi dan tanpa sadar dia sudah melihat seluruh foto disana. Hanya ada foto selfie, pemandangan, foto dengan 1 temannya, foto makanan kesukaannya yang ternyata mie ayam.
"Kita akan bertemu lagi, kau akan melihatku lagi nona manis."
.
.
.
'CEO Nevia Dipanggil Sebagai Saksi.'
'CEO Melakukan Penggelapan Dana.'
'Mencuri Hak Oktav, CEO Nevia Menjadi Tersangka.'
'Akhirnya Terkuak, Gaji Karyawan Terlambat Dibayar.'
'Aliran Dana Perusahaan Ketempat Perjudian.'
'Oktav dan BPlus Akhirnya Putus.'
Artikel bertebaran di dunia maya, Oktav sudah 2 bulan ini hiatus dan sudah membuat beberapa lagu baru untuk album terbarunya nanti di perusahaan baru. Dia juga akan kembali ke kampung halamannya dan berkarir disana.
.
.
.
"Semua sudah?" Tanya Oktav pada Luke.
"Sudah..semua aman." Jawab Luke sumringah. Mereka berjalan menuju pesawat yang akan membawa mereka ke kampung halaman Oktav dan Luke mengikutinya kemanapun Oktav pergi.
BPlus dipailitkan untuk menutupi hutang, ganti rugi ke Oktav dan membayar kekurangan gaji karyawan. Ternyata tidak banyak sisa untuk itu semua karena sudah habis di perjudian. Aset perusahaan dijual, aset pribadi Nevia juga habis tak bersisa.
"Syukurlah semua aman, beberapa karyawan sudah dapat pekerjaan baru." Ucap Luke yang masih update perihal teman-temannya di perusahaan.
"Joshua bagaimana?" Tanya Oktav sedikit penasaran, dia memang tidak mau berurusan dengan kasusnya dan menyerahkan penuh ke pengacara.
"Dia hanya kena denda karena lalai, tapi aku yakin gak ada perusahaan yang mau terima. Namanya sudah jelek di industri hiburan." Jawab Luke dan Oktav hanya mengangguk.
Di dalam pesawat, Oktav berfoto dan membagikan ke sosial media pribadinya dengan caption : "Kembali pulang." Lalu dia mematikan jaringan karena pesawat akan take off.
Fans nya yang penasaran bertanya pada kolom komentar, mereka bertanya kemanakah Oktav akan pulang?
.
.
Di perjalanan Oktav tanpa sengaja mendengar pembicaraan seorang gadis, kepada temannya.
"Aku sudah meninju wajahnya dengan telak. Berani-beraninya dia mengkhianati Oktavku. Hidungnya pasti patah itu."
Oktav dan Luke saling berpandangan, mereka tidak mungkin membahas itu dan bertanya pada gadis di belakang mereka.
Tanpa gadis itu tau kalau Oktav 1 pesawat dengannya bahkan duduk di depan kursinya. Meskipun mereka duduk di area First Class dengan jarak kursi yang cukup lenggang, Oktav dapat mendengar dengan jelas karena suara gadis itu begitu keras, mungkin karena emosi.
"Aku intip gadis dibelakang ya.." Kata Oktav dan kembali memakai topi dan maskernya.
Oktav berjalan ke toilet dan melirik gadis yang duduk dibelakangnya ada 2 orang gadis cantik. Salah satunya membuatnya tersenyum.
"Ternyata itu kau gadis manis." Gumam Oktav dan tersenyum dibalik maskernya.
Ella lah yang ada disana, dia bersama dengan Queenby. Setelah merengek tak jelas dengan bantuan Queenby, mereka pun berhasil menuju kediaman Joshua dan memberikan bogem mentah pada pria itu. Tentu dengan scenario yang sudah dibuat dengan rapi.
Joshua yang sedang berada di tempat umum dengan sengaja dan tanpa sengaja di senggol dan tangannya mengenai Ella yang saat itu pun berpura-pura dilecehkan oleh Joshua.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Oktav dan Luke terakhir keluar dari pesawat menunggu semua orang turun barulah mereka keluar. Oktav terus memperhatikan Ella yang sangat energik membuatnya terus saja tersenyum.
"Lihat ini Oktav." Luke memberikan ponselnya, dia melihat seorang gadis dengan kaca mata dan masker menutupi wajahnya memberikan pukulan telak pada Joshua.
"Rasakan ini, kau melecehkan ku!" Ella menonjok wajah Joshua yang terlihat masih bingung.
"Ini untuk Oktav." Sekali lagi Ella meninju hidungnya.
"Gadis ini yang duduk di belakang kita." Kata Luke sambil tertawa puas.
"Gadis yang menarik, dia sangat manis." Ucap Oktav membuat Luke mengerutkan keningnya, baru kali ini Oktav berkomentar tentang seorang perempuan.
"Hei.. kau tertarik padanya? Gadis culun ini? Ayolah maannn.... banyak yang mengejarmu di sana."
Oktav masih diam, tidak ada komentar lanjutan atas godaan Luke padanya.
TBC~