
"Aster.. besok ikut ke pesta ya, perusahaan ABDI Jaya." Kata Jarred saat Aster selesai membacakan jadwalnya untuk hari ini.
"Oh iya saya sudah baca pak. Besok jam 7 malam." Sahut Aster.
"Nanti cari gaun yang cocok, saya pakai jas navy disana." Tunjuk Jarred pada jas yang tergantung dibekangnya. Jas baru yang diantarkan Martin tadi pagi-pagi sekali untuk dicoba.
"Ah iya, apakah memang harus sama warnanya pak?" Tanya Aster.
"Biar kompak saja."
"Baik pak."
Aster keluar dan matanya menagkap sosok Novi yang selalu sinis memandangnya. Padahal dari pakaian, Aster selalu terlihat sederhana. Blouse lengan panjang atau kemeja, paling dipadukan dengan celana atau rok selutut.
"Jadi kau yang temenin Pak Jarred ke pesta besok?" Tanya Novi dengan nada sinis.
"Ya mba." Jawab Aster singkat, dia langsung duduk di tempatnya yang berjarak 1 meja juga dengan Novi.
"Hem.. kalau cantik tuh emang menang banyak." Komentar Novi membuat Aster kesal namun dia hanya diam, tak mau cari masalah. Jika itu Ella pasti sudah habis si Novi ini.
Jam makan siang, Aster yang sendirian mendapatkan tamu tak di undang. Seorang wanita yang terlihat cantik dan elegant berjalan masuk. Aster tau siapa wanita itu.
"Permisi apa Jarred ada?" Tanya Patricia.
"Apakah sudah ada janji Nona?" Tanya Aster dengan ramah.
"Belum sih, tapi coba tanya dulu bilang pada Jarred kalau Patricia Kumala datang ingin bertemu." Jawab Patricia dengan nada sedikit sombong.
"Mohon tunggu sebentar." Aster masuk ke ruang Jarred setelah megetuk dan Jarred menjawabnya. Belum sempat Aster bertanya, Patricia sudah menerobos masuk.
"Eh.. Nona Patricia, saya belum menginzinkan anda masuk." Aster sedikit kesal pada wanita ini dan Jarred tampak terkejut dengan kedatangan mantannya itu.
"Gak apa Aster, biarkan dia masuk." Ucap Jarred dan Patricia tersenyum dan berjalan mendekati Jarred. Aster yang tak mau dan tak boleh ikut campur pun keluar.
"J.. aku rindu padamu." Ucap Patricia pada Jarred yang masih duduk dengan wajah datarnya.
"Berenti disitu Patricia." Kata Jarred saat Patricia mendekat ke arahnya untuk memeluknya.
"Jaga batasanmu karena kita bukan siapa-siapa lagi." Lanjut Jarred dan Patricia tampak kecewa tapi dia melirik ke arah jas yang tergantung di belakang Jarred dan tersenyum tipis.
"Tak apa, besok kau datang kan? Keluargaku menunggu mu." Tanyanya tanpa rasa malu.
"Untuk apa? Kan kau menghinaku miskin bahkan tidak bisa mmebeli pakaian dalammu. Pemuda biasa saja yang hanya mendapat beasiwa." Sindir Jarred membuat Patricia membeku seketika.
"Maaf.. aku tidak tau." Cicitnya tapi Jarred segera berdiri.
"Kalau tidak ada hal penting saya ada urusan yang tidak bisa di tunda." Ucap Jarred lalu mengancingkan jasnya dan keluar dari ruangannya.
Aster yang melihatnya langsung berdiri, "Ada yang perlu saya bantu pak?" Tanya Aster dengan sopan.
"Kita makan siang aja, males sama yang di dalam." Bisik Jarred lalu mereka jalan beriringan menuju lift meninggalkan Patricia yang ikut menyusul mereka namun tak terkejar.
"Ihhh Jarred nyebelin!" Pekiknya menghentakkan kaki.
>>>>>>>>
"Bukannya itu mantan kak J?" Tanya Aster sebenarnya sedikit ragu karena sejak di mobil Jarred hanya diam.
"Ya.. " Jawab Jarred sesingkat itu, Aster pun langsung diam karena dia tau Jarred masih cinta pada mantannya karena foto mereka masih tersimpan baik di kamar Jarred. Itu kata Ella.
"Dia cantik banget." Gumam Aster pelan namun Jarred bisa mendengarnya.
"Kamu juga cantik. Lagi pula cantik saja gak cukup." Seru Jarred membuat Aster bersemu karena malu. Aster tau apa yang dimaksud Jarred karna sedikit banyak dia tau kenapa mereka putus.
"Kakak! Aster!" Teriak Ella pada 2 orang itu. Aster berbalik karena tau suara Ella yang cempreng. beberapa orang memandangi mereka karena suara berisik Ella.
"Kecilkan suaramu Ella." Tegur Jarred dan Ella hanya nyengir merasa tak bersalah.
"Sama siapa ke sini?" Tanya Jarred yang sekarang mereka bertiga jalan bersama.
"Sama kak Helma, dia balik dulu karna ada kerjaan mendadak. Trus kakak sama Aster mau makan siang?"
"Yes.. cari baju sekalian buat acara besok malam."
"Yahh Ella udah makan tadi."
"Ya udah makan eskrim aja."
Ella memicingkan matanya memandang Aster yang memberikan ide itu.
"Idemu sangat bagus!" Ella menaikkan jempolnya lalu mereka sampai ke restoran tujuan dan memesan makanan.
"Kenapa kak J mau cari baju lagi kan sudah ada?" Tanya Aster yang penasaran.
"Tiba-tiba gak suka aja sama jas yang ada di kantor." Jawab Jarred dan Aster hanya mengangguk.
"Emangnya ada pesta apa?" Tanya Ella sedikit penasaran sambil memakan eskrimnya.
"Pesta di ABDI Jaya." Jawab Jarred yang sebenarnya malas memberitahu Ella karena adiknya pasti heboh.
"APA? Itukan perusahaan milik keluarga mantan!" Pekik Ella tak senang.
'Tuh kan.. heboh si Ella.' Batin Jarred.
"Ya.. ada undangan pesta ulang tahun perusahaan jadi kakak akan pergi dengan Aster." Jawab Jarred lagi lalu melirik Ella yang tampak menjadi tenang dan Jarred langsung curiga.
"Apa yang kau pikirkan ha?" Tanya Jarred sembari mengetuk kepala Ella pelan.
"Pokoknya kakak sudah benar ajak Aster, kalian harus tampil memukau. Aster itu lebih cantik dari si mantan tak tau diri itu. Besok Aster akan berdadan cantik dan kalian akan jadi pusat perhatian disana. Cari baju pesta couple sekalian." Ucap Ella panjang lebar.
"HA?" Aster dan Jarred hanya bisa melongo mendengar penuturan Ella.
.
.
Jarred, Aster dan Ella sedang di salah satu butik terkenal, terkenal bagus, dan mahal milik designer ternama.
"Sudah ketemu belum?" Tanya Aster yang tak sabar karena Ella sudah setengah jam mondar mandir. Bahkan dia mengabaikan ponselnya yang sejak tadi bergetar karena dia silent.
"Kak, tolong bantu izin ke perusahaan kalau aku sakit, 2 hari sampai besok." Ujar Ella membuat Jarred hanya bisa menggeleng pelan. Jarred menelepon Danny dan selesai sementara Ella masih sibuk dengan pencariannya.
Ella sudah mendapatka tuxedo hitam untuk Jarred dan sedang menimbang 3 gaun hitam untuk Aster. Sejak bekerja dengan Linda, Ella sepertinya senang dengan fashion apalagi ada Aster dengan tubuh idealnya.
"Coba ini." Ella memberikan salah satu gaun hitam disana. Aster hanya pasrah karena menolak pun dia tau karakter Ella yang akan memaksa dengan caranya sendiri.
"ganti ganti.. terlalu seksi." Ucap Ella saat Aster keluar dan terkejut dengan penampilan Aster yang memang tampak seksi. Bahkan Jarred langsung memalingkan wajahnya karena Aster sangat cantik.
"Ini coba." Aster mencobanya lagi.
"Nah ini baru pas.. sama dengan kak J kalian luar biasa. Coba kalau bisa pakai baju pengantin itu." Perkataan Ella membuat Jarred dan Aster saling memandang sejenak lalu berpaling karena malu.
Ella dengan santai melihat-lihat lagi tapi sudah tidak ada yang menarik. Akhirnya mereka pun kembali dan langsung ke rumah.
TBC~