Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
PART 22 - The Case (Pengantin Merah - 2)



Benar saja, pagi ini berita diseluruh statsiun TV menayangkan temuan mayat wanita. Bahkan di dunia maya juga sudah heboh. Dan.. kasus ini dijuluki 'Pengantin Merah' bahkan kolam renang yang penuh darah masih dibiarkan saja. Polisi dan tim forensik masih disana untuk menyelidiki.


Aster dan Ella bertemu di kelas yang sama, hari ini hanya ada 1 mata kuliah dan Jarred lah dosennya. Akhirnya ada mata kuliah yang dosennya Jarred di makul Aster.


"Kak J cakep kalau lagi ngajar." Bisik Aster pada Ella dan Ella hanya mencebik.


"Kenapa sih?" Tanya Aster karena Ella sejak pagi terlihat badmood.


"Habis kelas kak J menyuruhku bikin soal test minggu depan, tadi malam aku duluan yang di test untuk kuis itu. kan sebal!" Jelas Ella dan Aster hanya tertawa lirih.


"Ya udah nanti aku temani." Ujar Aster dan Ella hanya mengangguk, namun bibirnya masih manyun, sebenarnya terlihat lucu.


Kasus Pengantin Merah masih panas dibicarakan. Aster dan Ella mendengar banyak komentar saat jalan di koridor kampus untuk menuju ruang Jarred.


"Kita kapan bisa ke rumah itu?" Tanya Ella pelan sedikit berbisik.


"Belum bisa masih banyak polisi." Jawab Aster tak kalah pelan.


tok tok tok


"Masuk." Jawab seseorang dari dalam, Ella mengernyit karena bukan suara Jarred yang menjawab.


"Loh.. Pak Jarred mana?" Tanya Ella pada Andri yang entah sedang apa disana, tadi dia tidak masuk kelas.


"Belum balik, tadi kan ada kelas." Jawab Andri.


Tak lama Jarred datang dengan 3 botol minuman. "Ada Aster? Saya cuma bawa 3 minuman." Ucap Jarred sambil membagikan minuman itu.


"Buat Aster saja, aku ada nih.." Sahut Ella dan memberikan minuman itu pada Aster dan dia mengeluarkan tumblr nya sendiri.


"Andri sudah selesai?" Tanya Jarred.


"Sudah pak, ini." Andri memberikan kertas yang ternyata dia juga di test lebih dulu.


"Bagus.. tidak salah." Jarred meletakkan kertas jawaban itu lalu memberikan sedikit arahan untuk Andri dan Ella agar membuat 47 pertanyaan berbeda untuk kuis minggu depan. Hanya 1 soal tetapi jawabannya bisa jadi 1 halaman penuh.


Aster mendapat tugas melihat seluruh sosial media milik Redy dan dia sebenarnya sangat malas tapi apa boleh buat karena bosan juga menunggu Ella yang sedang berkutat dengan soal-soalnya.


"Ini.. sama.." Lirih Aster karena melihat 1 gaun pengantin yang sama dengan di akun 1 lagi yang pernah dia temukan. Akun milik wanita bernama Mila Redina. Aster membuka lagi akun milik Mila dan mencocokkan dua gaun itu dan hasilnya sama. Akun ini juga terlihat tidak ada yang baru sejak 4 hari lalu.


"Apa mayat itu adalah Mila ini?" Aster bertanya-tanya dalam kepalanya. Lalu dia membuka lagi dua foto, Redy dan Mila.


"Mereka mirip."


Aster terkejut karena Jarred sudah di sebelahnya sedikit menunduk, wajah mereka berdekatan.


"Mereka kakak adik?" Tanya Jarred lalu berdiri dan menatap Aster yang masih kebingungan.


"Ah.. ga tau ka.. eh pak. Cuma ga sengaja liat foto ini." Jawab Aster sedikit canggung. Melihat Jarred dalam jarak sangat dekat membuat jantungnya dag dig dug. Padahal mereka dari kecil sudah bersama, bahkan pernah mandi bersama juga di bathtub kamar Fano dan Imelda dulu.


"Ehm, ok.. kau sudah bosan pasti. Setelah ini mau kemana dengan Ella?" Tanya Jarred lalu duduk di sebelah Aster, sambil membaca pesan di ponselnya.


"Mau ke rumah, gak ada kegiatan hari ini." Jawab Aster sedikit berbohong. Jarred tidak membalas ucapakan Aster lagi karena fokus pada pesan yang dia baca. Aster sedikit melirik isi pesan itu karena dia penasaran.


"Kasihan kak J, masih mengharapkan wanita seperti itu." Lirih Aster tapi hanya dalam hati. Dia memandang raut wajah J yang terlihat sedih.


"Sudah selesai pak Jarred." Ella bersuara memecah keheningan yang tercipta karena Jarred yang terlihat masih patah hati.


Jarred menghampiri Ella dan ternyata menyusul ANdri juga selesai. Ternyata tidak sampai 1 jam mereka mampu membuat soal sebanyak itu.


"Terima kasih pak." Balas Andri yang terlihat sangat senang, yang pasti semester ini 1 mata kuliah sudah A dan tinggal belajar yang lain.


"Kalian boleh pulang."


Andri sudah keluar, tinggal Ella dan Aster yang masih di ruangan itu.


"Gak perlu bikin ginian juga bisa nilai A." Ucap Ella terlihat kesal. Jarred tersenyum dan menepuk pelan kepala Ella.


"Tau, sengaja biar gak keluyuran cari bukti." Balas Jarred dan Ella mendengus.


"Dasar Cello mulut ember, pasti dia yang kasih tau." Ella melirik sinis ke arah Jarred dan masih tersenyum jahil pada adiknya itu. Aster juga menghela lemas, Marcello pasti mata-mata Jarred sekarang.


"Cello mengawasi kalian dan membantu, agar gak terjadi hal yang tidak diinginkan. alian perempuan jadi butuh lekai-laki di tim. Benar kan?"


Ella dan Aster mengangguk, "Iya tapi jangan ikut campur, kami harus selesaikan kasus ini." Mata Ella terlihat berkilat menatap Jarred dan pria itu malah tertawa melihat semangat adik kesayangannya.


"Yang penting jangan terluka, kalau sekali saja kalian terluka maka kakak hentikan semuanya." Ancam Jarred terlihat serius.


"Iya kak.." Jawab mereka serentak.


########


"Jadi kan?" Tanya Ella dan Aster mengangguk, dia masih memikirkan Redy dan Mila yang terlihat mirip. Benar kata Jarred kalau mereka mirip.


"Korban itu namanya siapa?" Tanya Aster yang belum sempat melihat berita terbaru.


"Yunita Asmira, 26 tahun, tidak bekerja dan dia seharusnya menikah sebentar lagi karena di rumahnya ada banyak undangan yang belum sempat dia cetak. gak ada apapun tentang calon suaminya dan temannya juga gak tau." Jelas Ella dengan berapi-api.


Mereka akhirnya masuk ke mobil jemputan Aster menuju rumah Aster untuk melihat perkembangan rumah kosong itu.


20 menit mereka sampai dan Aster langsung mendekat ke rumah yang masih terlihat banyak polisi disana.


"Sepertinya gak bisa deh.." Ujar Ella dengan lesu.


"Bisa." Aster tersenyum simpul, melirik ke semak-semak tanah kosong di sebelah rumah itu.


"Sini.." Aster menarik lengan Ella dan berjalan ke tanah kosong.


"Lihat tembok itu, pas dibaliknya adalah kolam renang TKP."


Ella mengangguk dan Aster menumbuhkan akar kuat yang akan menopang tubuh mereka nantinya. Akar itu menjalar dan terlihat seperti tangga di tembok.


Aster dan Ella memanjat akar dan akhirnya dapat melihat kolam penuh air berwarna merah. Kolam itu memang sudah kotor dan berlumut tapi sekarang lebih mengerikan lagi.


"Kayanya memang dibunuh disini deh, lihat bercak darah menghitam disana. Wanita itu pasti dibunuh lalu diseret ke kolam." Kata Aster dan Ella melihat juga bekas darah disana.


"Enaknya bisa kesana tapi masih banyak polisi. Kalau malam?" Tanya Ella dan Aster langsung megeleng dengan raut wajah takut.


"Hahahah kau takut Aster.." Ella tertawa, dia heran. Manusia setengah peri ini masih saja takut dengan hal mistis.


"Bukan.. iihh kami peri bukan setan. Astaga Ella.. " Aster ingin mengumpat sekarang.


"Panggil Cello jadi kita bisa kesini nanti malam." Saran Aster dan Ella mengangguk. Mereka kembali turun dan Aster mengembalikan akar yang dia buat keukuran kecil kembali.


TBC~