
Ella dan Aster sedang berdiskusi tentang email dengan judul Pengantin Merah. Ella yang baru pulang tadi malam, pagi ini sudah harus menggunakan otaknya dan jari-jarinya untuk kasus unik ini.
"Cello mana sih?" Tanya Ella yang mulai pusing melihat banyaknya angka dan simbol pada email terbaru Pengantin Merah.
"Apa ini teka teki?" Tanya Aster yang memang awam mengenai teknologi jika sudah ada simbol-simbol yang bikin kepala pusing.
Ella menggeleng, dia masih memandangi huruf bercampur tulisan itu, sedangkan Aster hanya menghela panjang dan meyingkir menjauh dari Ella yang sedang serius.
Dengan tangannya Aster mengambil bunga mawar merah yang dibawa Ella lalu menumbuhkan 1 tangkai lagi bunga itu karena melihat masih ada tunas kecil yang hampir mati.
"Voilaaa... mawarmu tumbuh lagi." Pekik Aster lalu Ella refleks menoleh pada Aster yang sedang memegang mawarnya. Memang yang hancur tidak bisa di perbaiki tapi tumbuh lagi bunga baru dari tangkai yang sama.
"Terima kasih." Ucap Ella dengan lirih dan mata berkaca-kaca menahan haru. Ella memeluk Aster dengan erat, mungkin yang tidak tau akan mengatakan Ella sangat 'lebay' tapi sungguh Ella bahagia sekarang.
"Aku akan ambil pot untuk menanam ini." Kata Aster seraya melepaskan pelukan Ella. Ella hanya mengangguk sambil tersenyum lalu kembali fokus ke laptopnya.
Pesan Marcello masuk ke group chating mereka.
Marcello :
[ketemu, lihat yang warna kuning, huruf besar dan angka romawi]
Fiorella :
[Kok bisa? Aku cari daritadi ga bisa Cello...]
Marcello :
[Kak Ella masih amatir sih hahaha..]
Fiorella :
[Kampreettt!!]
Ella sedikit kesal tapi memang benar kalau soal begini dia pasti kalah dari Marcello. Akhirnya Ella fokus lagi melihat isi email dan sesuai yang Marcello katakan, mereka mendapatkan petunjuk.
"@WEST795_RED"
"Ah.. dia kan..." Ella sedikit terkejut karena ini merupakan akun dari sosmed seorang yang terkenal. Selebgram yang sering membantu orang-orang dan mendapatkan uang dalam jumlah banyak dari konten yang dia buat.
"Orang ini kan biasanya bantu-bantu orang, kenapa dengannya?" Gumam Ella tapi tangannya tetap lincah bergerak mencari akun orang itu. Setelah dapat, memang tidak ada yang memcurigakan tapi Ella tetap saja melihat foto atau video yang di share akun dengan nama Redy West itu, entah ini adalah nama aslinya atau bukan.
"Sudah ketemu?" Tanya Aster yang baru masuk kembali ke kamar. Ella mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.
"Ini selebgram terkenal, Redy West yang sering bantu orang di videonya. Tapi ga ada yang aneh sih.." Sahut Ella dan Aster juga ikut melihatnya.
"Dia kan sering bantu orang di jalanan, kita ikuti aja gimana?" Saran Aster dan Ella langsung menoleh dan mengangguk. Ella senang karena akhirnya bisa keluar dari sarangnya, dia sudah rindu mencari bukti di luar sana.
"Sipp.. besok selesai kelas kita pergi dan ingat, besok kelas kita sama. Dosen killer yang sangat tampan." Jawab Ella lalu membereskan barang mereka untuk segera pulang kerumah sebelum mamanya menelepon.
"Daaa daaaa Aster." Ella melambaikan tangannya ke Aster yang ada di dalam mobil. Setelah mengantar Ella barulah Aster kembali ke rumahnya. Ella tampak senang karena pot mawarya sudah tumbuh dengan subur. Ella akan menjaganya dengan sangat baik.
"Kenapa bawa mawar itu sayang?" Tanya Imelda yang menyambut putri kesayangannya di pintu.
"Ini mawar dari Oktav ma, di rawat sama Aster dan menumbuhkan tunas baru yang hampir mati dari batangnya, jadi Ella akan menjagamnya dengan baik." Jelas Ella dan Imel hanya mengangguk saja sambil tersenyum lembut. Mengingatkannya pada tanaman ajaib dari Flora dulu dan dia menjaganya dengan baik sampai tumbuh sempurna.
"Baiklah sayang, pergi mandi dan sebentar lagi makan malam." Ucap Imel dengan lembut dan Ella segera ke kamarnya.
"Ada apa ayah?" Tanya Aster dan Florian dengan wajah tegang melihat sang putri.
"Disana ada mayat ditemukan. Jangan kesana ya.. ayah ga mau kamu kenapa-napa." Jawab Florian dan merangkul bahu Aster takut putrinya yang penuh rasa penasaran akan pergi kesana.
"Mayat? Siapa dan kapan ditemukan?" Tanya Aster yang mulai penasaran.
"Tadi, 1 jam lalu di rumah kosong sana." Florian menunjuk ke rumah di ujung komplek yang memang kosong sejak 3 tahun lalu. Pemiliknya sudah pindah keluar negri dan rumah itu belum ada yang membelinya.
"Udah tau siapa yah?" Tanya Aster lagi dan Florian menggeleng.
"Ibu akan kesana." Flora yang rasa penasarannya juga sangat tinggi langsung melesat ke rumah kosong yang masih ramai dengan warga yang penasaran juga polisi.
"Jaga anak malah ibunya yang pergi." Keluh Florian pasrah. Dia tau sifat penasaran Aster adalah turunan dari Flora.
Hanya 15 menit, Flora kembali karena ambulance yang membawa mayat itu sudah pergi, bahkan melawati Florian dan Aster.
"Gimana bu?" Tanya Aster tidak sabar. Flora hanya menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan dengan keras.
"Kasihan korban itu. Sepertinya bekas lukanya banyak karena kolam renang itu penih darah. Ibu hanya lihat sekilas mayat itu adalah wanita memakai gaun pengantin dan gaun putih itu jadi merah karena darah." Jelas Flora dan membuat Aster merinding seketika.
"Pengantin Merah." Ucap Aster dalam hati, karena merinding dia langsung berlari masuk ke dalam rumah meninggalkan orang tuanya yang bingung melihat Aster.
"Apa dia takut?" Tanya Flora pada Florian yang hanya menggeleng pelan.
Aster membuang asal tas dan melempar sepatunya sebelum naik ke tempat tidur. Membuka group chating.
Aster :
[Ada mayat di komplek rumah ku, rumah kosong diujung. Mayat wanita dengan gaun pengantin merah karena darah]
Fiorella :
[Pengantin Merah]
Marcello :
[Gila.. beneran?]
Aster :
[Tunggu berita besok pagi pasti heboh]
Fiorella :
[Ya, tunggu saja. Malam ini kita istirahat dulu deh.. capeeekkk]
Aster :
[Ok..besok kerja keras]
Aster melempar ponselnya ke samping ranjang, dia menghembuskan nafas pelan lalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
TBC ~