Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
Part 60 - First Kiss!



Hari yang ditunggu, Ella sudah sibuk dari siang. Dia membawa Aster ke salah satu salon langgaan mamanya dan disanalah dia kembali berekperiment dengan Aster.


Rambut Aster yang pirang di biarkan terurai dengan indah, makeup flawless membuat wajah Aster lebih bersinar lagi.


"Nah gini cantik banget." Senyum puas Ella mengembang sempurna. Dia juga di dandani karena akan ikut ke dalam pesta juga tanpa sepengetahuan Jarred dan Aster pastinya.


Ella akan datang dengan sepupunya yang juga diundang, beruntung sepupunya masih jomblo.


Sorenya mereka kembali ke rumah, Aster akan bersiap dari rumah Ella saja karena lebih searah ke tempat pesta yang diadakan di salah satu hotel mewah.


Jarred sudah menunggu tapi dia menunggu di kamarnya sambil membereskan beberapa barang yang tidak berguna lagi, termasuk foto-fotonya dengan Patricia yang memang sudah ada di dalam kardus.


Tak terasa sudah sore, Jarred pun mandi setelah memberikan 2 kardus pada pelayan untuk di buang.


Jarred benar-benar terkejut melihat hasil kerja Ella, Aster tampak sangat cantik malam ini. Jarred sampai tak bersuara.


"Gimana? Cantik kaaannn..." Ella berbangga diri karena sukses membuat Jarred melongo karena kecantikan Aster.


Ella masih berdadah dadah melepas kepergian Jarred dan Aster, hingga tepukan Imelda mengagetkanya.


"Sayang.. cepat ganti baju, sudah ditunggu sejak tadi di pintu samping." Tegur Imelda dan Ella segera bergegas. Ella segera berganti dengan dress selutut yang membuatnya tampak cantik dan manis.


"Mama.. Pa.. Ella pergi dulu." Ella sibuk berlari karena kalau tidak Levian kakak pertama Queenby pasti akan mengomel sepanjang jalan.


"Jadi kamu izin 2 hari karena ini aja?" Tanya Levian sedikit sinis pada sepupunya itu.


"Iya. aku gak mau kak J jautuh lagi ke Pati pati itu." Jawab Ella dengan semangat. Sudah cukup kakaknya di hina oleh Patricia selama ini.


"Salah sendiri, kenapa harus menyembunyikan jati diri." Sahut Levian yang memang seperti tidak punya perasaan.


"Kak Lev.. pantas saja masih jomblo." Gumam Ella sedikit kesal dengannya.


"Apa?" Tanya Levian yang seperti mendengar sesuatu.


"Gak.. ayo cepat, mau liat wajah kaget pati itu." Balas Ella juga ketus. Levian hanya mendengus, karena Ella memang sedikit mirip Queenby adik kesayangannya itu. Meskipun tampak enggan tapi pasti akan dikabulkan semua permintaan adiknya.


Akhirnya mereka semua telah sampai dan beruntungnya acara pas akan dimulai. Patricia yang melihat Jarred sangat senang tapi tersadar kalau disebelah pria tampan itu ada seorang gadis yang sangat cantik.


"J.. akhirnya datang juga." Sapa Patricia dengan senyum merekahnya. Dia sedikit kesal juga karena dikiranya Jarred akan menggunakan jas warna navy seperti jas yang dia lihat, makanya gaunnya juga berwarna navy.


Jarred hanya memperlihatkan smirk nya karena tau rencana Patricia saat melirik jas sewaktu di kantornya.


"Selamat." Ucap Jarred saat ayahnya Patricia menghampiri, Jarred sangat datar.


"Terima kasih Tuan Jarred sudah mau datang ke acara sederhana ini." Ujar Sunarto Abdi ayah Patricia.


"Hem.." Jawab Jarred masih datar.


"J temani aku ya.. acara mau dimulai." Patricia dengan lancang merangkul lengan Jarred yang sedari tadi ada di sakunya sedangkan lengan satunya di rangkul oleh Aster.


"Maaf Nona Patricia, saya membawa pasangan." Jarred melepaskan diri dari Patricia dan membawa Aster ke salah satu sudut agar tidak terlalu mencolok.


"Iss.. nyebelin!" Pekik Patricia tertahan.


Di sudut lain Ella terkikik senang karena melihat Jarred sangat dingin pada Patricia apalagi melihat penampilan wanita itu sangat seksi dengan gaun kekurangan bahan. Dadanya hampir jatuh.


"Tentu kak." Jawab Ella masih dengan senyum mengembang.


Acara dimulai lalu 15 menit kemudian tepuk tangan riuh terdengar dan acara pun berlangsung lagi dengan acara lainnya.


Setengah jam berlalu dan Jarred akan pulang karena bosan dengan acara ini juga dengan Patricia yang selalu mendekatinya. Bahkan Jarred sudah kesal sekali sampai-sampai megaku kalau Aster adalah kekasihnya.


"Tolong nona, kekasih saya bisa cemburu jika anda selalu begini." Tolak Jarred saat Patricia berusaha menarik lengannya untuk bertemu dengan ayahnya lagi.


Aster melotot kaget, sedangkan Patricia melirik sinis pada Aster yang hanya bisa mengikuti alur permainan Jarred bahkan tangan pria itu sudah ada di pinggang Aster memluknya posesif.


"Aku gak percaya! Kau sudah cinta mati denganku J." Patricia masih kekeh dengan pendiriannya. Jarred yang sudah lelah langsung membawa Aster keluar dari aula itu. Mereka berjalan sedikit cepat, lengan Jarred kini menggandeng Aster agar gadis itu tidak jatuh saat mengimbangi langkahnya.


Tapi.. Dari belakang Patricia mengikuti mereka. Dia mendorong Aster yang hampir terjauh. Untung Jarred cepat menangkap Aster.


"Apa-apaan kamu Patricia!" Teriak Jarred marah, sebab kelakuan Patricia sungguh keterlaluan.


"Aku gak percaya kau dan gadis bau kencur ini sepasang kekasih." Patricia berteriak tak kalah keras.


Jarred yang sangat kesal pun ingin sekali membalas mantannya ini dengan sebuah tamparan tapi dia sadar kalau dia tidak bisa berbuat kasar pada perempuan.


"Kau tak percaya, perhatikan baik-baik." Ucap Jarred lalu menarik Aster dalam pelukannya lalu wajahnya sedikit menunduk mendekat ke wajah Aster yang masih terbengong. Padahal jarinya sudah gatal ingin membalas wanita tak tau malu ini.


"Cup..."


Jarred mencium bibir Aster, awalnya cuma kecupan lalu dia kembali mencium lembut bibir Aster.. lembut dan dalam, dia seperti tersengat dan tak ingin melepaskan ciumannya.


Aster hanya terbelalak namun ciuman yang lembut dan hangat itu membuatnya terlena, Aster menaikkan tanganya dan meremas jas Jarred karena sensasi ciuman itu sangat memabukkan.


Jarred tersadar lalu melepaskan Aster, dia menatap dalam mata Aster yang juga menatapnya. Jarinya membelai lembut bibir Aster yang belepotan karena dirinya. Ciuman pertama Aster sudah diambil oleh Jarred.


Jarred menoleh, "Kau percaya sekarang?"


Patricia yang sangat kesal dan juga hatinya panas hanya bisa menahan emosinya. Tangannya mengepal kuat. Saat Jarred dan Aster berbalik dan beranjak dari sana dari belakang Patricia kembali ingin menyakiti Aster.


"Heemmppp..." Mulutnya dibekap dan didorong ke pintu yang adalah ruangan kosong.


"Siapa kalian?" Tanya Patrcia dengan amarah.


"Aku.. gak perlu tau, yang perlu kau tau jangan ganggu Jarred lagi." Jawab Ella yang menyuruh Levian menyeret Patricia saat wanita itu ingin mendorong Aster.


"Jangan ikut campur!" Hardik Patricia tanpa rasa takut.


"Hoo.. berani rupanya. Kak berikan kartu namamu." Ella mengangkat tangannya dan Levian yang bingung hanya memberikan kartu namanya.


"Ini lihat baik-baik. Jika perusahaanmu masih ingin bekerjasama dengan perusahaan milik kakakku ini. Baik-baiklah.. kalau gak.. siap-siap kerjasama PUTUS!"


Ancaman Ella berhasil, Patricia lemas seketika saat tau siapa orang di depannya ini, berarti dia keluarga sepupu dari Jarred Hastanta. Yaitu keluarga Sadana. Patricia luruh, terduduk di lantai dingin setelah Ella dan Levian keluar dari ruangan itu.


"Habislah.. papa pasti marah besar kalau sampai terjadi." Lirihnya dengan wajah pucat.


TBC~