
Aster masih termenung di mejanya setelah selesai melayani 1 pelanggannya yang sangat banyak permintaan. Aster sedikit kesal namun bersyukur juga sebab pelanggan tetap itu selalu membeli dalam jumlah banyak setiap bulannya. Tapi dia lelah menghadapi pelanggan itu.
tring
Bunyi pintu tanda ada yang masuk dan keluar berbunyi, membuat Aster segera berdiri dan menyambut pelanggan baru itu.
"Selamat siang." Sapanya dengan ramah dengan senyum manis.
"Siang dik.. saya mau cari bunga putih yang cantik untuk anak-anak ada?" Tanya pelanggan itu.
Aster memandang wajah wanita didepannya, gurat kesedihan mendalam, matanya memancarakan sedih tak terkira membuat siapa saja yang memandangnya pasti ikut sedih.
"Ada, dengan mba siapa ya?"
"Panggil saja Sarah."
"Sebentar mba Sarah."
Aster berbalik dan mencari beberapa bunga yang kiranya cocok sesuai permintaan Sarah.
"Ini ada Bunga daisy putih melambangkan kepolosan dan kemurnian, cocok untuk anak-anak. Dan ini ada mawar, tulip dan Lily semuanya lambang kesucian." Tawar Aster dengan sedikit keterangan agar Sarah dapat memilih sendiri.
"Daisy saja.." Ucap Sarah dan tampak matanya memerah dan menahan tangis.
"Dibungkus biasa saja ya.." Lanjut Sarah lagi dan Aster mengangguk.
Sarah keluar dengan seikat bunga Daisy dan Aster yang melihatnya hanya menghela lemah, ikut merasakan kesedihan yang entah apa.
.
.
.
Sarah menuju pantai dengan menyetir mobilnya sendiri, dia menangis dalam diam. Air matanya terus luruh tanpa henti dan tanpa bisa dia tahan.
Seampainya di pantai, dia melempar setangkai demi setangkai bunga berbentuk mungil berwarna putih itu.
"Daisy.. mama akan memanggilmu Daisy ya.. mama sayang kamu." Lirihnya.
Hampir 2 jam Sarah duduk di tepi pantai sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang. Mertuanya ingin dia segera hamil lagi atau suaminya akan dijodohkan dan menikah dengan orang lain.
Sarah tidak rela, dia sudah kehilangan calon bayinya yang masih dalam kandungan 3 bulan, jika suaminya juga ikut direbut maka dia tak seharusnya hidup lagi.
Bunyi ponselnya menggangu, Sarah tanpa melihat siapa yang menghubunginya langsung menjawab panggilan itu.
"Kamu dimana?" Tanya dari suara wanita yang Sarah tau siapa itu.
"Lagi ada urusan ma." Jawab Sarah pelan, mama mertuanya yang menghubungi.
"Ohh urusan apa? Sudah test tadi pagi? Sudah 6 bulanĀ harusnya bisa hamil lagi." Tanya Mertuanya.
"Belum ma, mungkin besok karena tadi gak sempet beli testpack." Jawab Sarah.
"Ya sudah cepat pulang, jangan gara-gara urusanmu yang banyak itu gak jadi hamil lagi." Ucap mertuanya dengan ketus.
"Iya ma, Sarah balik sekarang." Jawab Sarah lalu menutup panggilan itu.
Sarah beranjak dan meyetir lagi pulang ke rumah suaminya, hampir 2 jam perjalanan dan saat ini sudah sore menjelang malam. Tadi dia sempatkan beli testpack yang banyak.
.
.
.
"Sudah test?" Tanya Noni, mertua Sarah.
Noni yang memang sangat lapar langsung makan tanpa menunggu yang lainnya, di rumah itu tinggal Noni dengan anak lelaki satu-satunya serta menantu dan keponakannya. (Noni, Toby, Sarah dan Naomi)
Noni bukan dari keluarga kaya, namum karena Toby sangat rajin sehingga hanya kerja beberapa tahun untuk mencari modal, kini dia berhasil membuka usahanya sendiri. Sebuah toko elektronik dan cukup maju saat ini hingga dapat membeli sebuah rumah lumayan besar di komplek mewah.
Sedangkan Sarah, masih bekerja di perusahaan besar menjadi salah satu kepala divisi dengan gaji yang cukup besar. Noni awalnya senang dengan Sarah karena bukan hanya dari Toby tapi Sarah juga memberikan bulanan yang cukup besar untuknya. Gaji Sarah tidak main-main.
Sedangkan Naomi masih kuliah semester akhir dan sedang magang, di perusahaan yang sama dengan Sarah namun jika sedang bekerja mereka berusaha profesional dan tidak saling kenal.
Sarah cukup cantik, karena memang dari tampilannya yang sederhana namun elegant, berbanding terbalik dengan Naomi yang mempunyai wajah cantik yang fresh seperti gadis seusianya.
"Ma.. Mas Toby, aku hamil lagi." Sarah tersenyum lebar karena bahagia, air mata juga luruh. Toby langsung memeluk istrinya dan membelai kepalanya dengan lembut.
"Terima kasih sayang, kamu kuat dan bayi kita akan lahir. Kita akan menjaganya bersama-sama." Ucap Toby yang juga bahagia. Setelah menikah hampir 2 tahun akhirnya Sarah hamil, tapi saat kandungannya baru 3 bulan dia keguguran, kini istrinya hamil lagi.
Noni dan Naomi juga bahagia dan mengucapkan selamt pada Sarah.
"Selamat Sarah, mama akan masakkan makanan kesukaanmu mulai hari ini. Jangan capek dan banyak istirahat, kalau bisa jangan kerja." Ucap Noni dan Sarah sangat bahagia mendapatkan perhatian tersebut dari mertuanya yang akhir-akhir ini ketus padanya.
"Iya kak, jangan kerja dulu." Naomi menimpali.
"Nanti aku cuti dulu sampai trimester kedua baru masuk lagi." Putus Sarah akhirnya.
"Ya gitu juga baik kok sayang." Ucap Toby dan kembali memeluk Sarah.
.
.
.
"Apa ini Sar?" Tanya Barry atasan langsung Sarah, merupakan direktur keuangan perusahan tempat mereka bekerja.
"Aku mau cuti 3 bulan karena hamil. Bisa kan?" Tanya Sarah santai karena Barry memang adalah teman baiknya, istri Barry juga teman baik Sarah.
"Loh.. selamat ya Sar, akhirnya. Baiklah aku tanda tangan, kau harus jaga kandunganmu."
Sarah tersenyum manis, dia bahagia karena Barry mengerti apa yang dia inginkan karena temannya baiknya itu sangat tau bagaimana kehidupan Sarah selama ini.
@@@
Satu bulan terlewati, Sarah yang baru saja keluar dari klinik dokter kandungan merasa senang. Seharusnya hari ini dia akan datang pemeriksaan dengan Toby, tetapi Toby sangat sibuk karena terjadi sesuatu di toko.
Dengan langskah ringan dan riang Sarah berjalan menuju pintu depan sambil sesekali menatap foto USG kehamilan minggu ke 9.
"Pak, pulang ke rumah ya." Ujar Sarah pada supir toko Toby, suaminya memang sengaja agar supir yang mengantar Sarah kemanapun dia mau.
"Baik nonya." Jawab supir itu.
"Gimana Sar?" Tanya Noni yang sudah tidak sabar. Sarah tersenyum dan memberikan foto USG calon bayinya.
"Dia sehat ma.. kata dokter semua baik-baik saja." Jawab Sarah.
"Tetap harus hati-hati, yang lalu juga kata dokter sehat tapi hasilnya..." Noni terdiam, sadar kalau ada yang salah pada ucapannya.
"Iya ma, Sarah akan jaga baik-baik." Sahut Sarah tidak mau perpanjang lagi.
Sarah kedapur dan membuat susu hamilnya karena tadi pagi dia tidak meminumanya karena terlalu kenyang. Selesai minum susu dia kembali ke kamar dan melihat ada Naomi yang baru keluar juga dari kamarnya.
"Loh Naomi gak kerja?" Tanya Sarah.
"Kerja kak, ada yang ketinggalan jadi izin ambil dulu. Soalnya penting." Jawab Naomi dan terlihat buru-buru pergi lagi. Sarah hanya mengendikkan bahunya dan tidak mau terlalu ikut campur. Setaunya, di perusahaan tidak bisa izin begitu saja apalagi anak magang.
TBC ~