
Ella berjalan sendirian dan melihat Javier sedang bersama Vani saat ini, Ella memang belum memberitahukan ke sepupunya itu tentang siapa Vani sebenarnya. Karena Vani cantik jadi Javier tentu mau didekati.
"Javi.." Panggil Ella dengan suara lembutnya. Telinga Javier tergelitik geli karena tiba-tiba sepupunya berubah jadi manis seperti ini.
'Pasti ada maunya.' Batin Javier dan segera menoleh dan tersenyum manis pada kakak sepupunya itu.
"Ada apa Vio?" Tanya Javier dan Ella malah cemberut lalu menggandeng lengan Javier dan menggoyangkannya.
"Kau lupa janjimu?" Tanya Ella yang masih cemberut. Tampak imut tapi bagi Javier itu adalah neraka, dia sudah muak dengan sikap manja dan sok imut Ella selama ini, terlalu muak.
"Apa ya? Aku lupa Vio." Ujar Javier lagi karena dia memang tidak tau drama apa yang dimainkan Ella.
"Kita mau nonton nanti sore dan kau lupa?" Tanya Ella semakin kesal.
"Ah iya... lupa, maaf ya nanti jadi kok." Sahut Javier yang mengikuti alur drama Ella.
"Ok, jangan lupa lagi. Bye." Ella berbalik dan berjalan dengan riang dan senyum mengembang. Banyak siswa menatapnya takjub.
Sementara Vani tampak marah dan melihat Ella dengan tatapan tajamnya, Ella akan jadi korban selanjutnya.
.
.
.
"Ada apa sih kak Ella?" Tanya Javier saat mereka sudah pulang sekolah, mereka semua mampir ke rumah Aster karena Flora yang menyuruh. Sekalian makan malam antara 2 kelaurga itu yang memang sering dilakukan.
"Ella hanya tersenyum lalu lebih dulu menyapa Flora dan Florian. Ternyata di ruang tamu sudah ada Fano dan Imelda.
"Anak papa cantik banget." Ucap Fano senang karena melihat Ella dengan seragam dan dandanan normal.
"Kan Ella emang cantik pa, mirip mama." Jawab Ella lalu memeluk dan mencium pipi Fano lalu beralih ke Imelda.
"Iya tau tapi kalian dulu kan selalu tampil culun, akhirnya papa bisa lihat kalian dengan seragam cantik ini." Kata Fano lagi lalu menatap ke Florian yang juga mengangguk.
"Trus dapat sesuatu gak? Waktu kalian tinggal 2 minggu setelah itu magang, jangan lupa." Florian mengingatkan.
"Iya ayah sudah kok, itu Ella sudah menjalankan misi pertama dengan Javier tadi." Jawab Aster kemudian Javier yang disebut namanya jadi bingung.
"Lah kenapa aku?" Tanya Javier bingung karena tidak tau rencana Ella dan Aster.
"Makanya jangan tebar pesona aja di sekolah, mentang-mentang Vani cantik." Gerutu Ella pada adik sepupunya yang sekarang nyengir karena juga di sorot tajam oleh Fano.
"Cantik tapi minus akhlak!" Timbal Aster, lalu dia ceritakan semua informasi ke telah mereka dapat.
"Astaga.. kasian sekali, dulu mama gak sampe begitu." Lirih Imelda kemudian Ella memeluk mamanya karena dia tau mamanya juga korban bully karena cantik.
"Makanya aunty, kita harus bantu mereka." Lanjut Aster lagi dan semua setuju. Untunglah Fano bisa meyakinkan Imelda untuk mengizinkan Ella dan Aster mengambil pekerjaan ini. Terpaksa Fano menceritakan apa yang selama ini putrinya perbuat.
Aster, Ella dan Javier mandi dan berganti baju dulu sebelum makan malam lalu bergabung dengan para orang tua. Javier akan pulang bersama Marcello nanti.
Marcello yang terlambat akhirnya ikut makan sebelum mereka berunding lagi dan kini diikuti para orang tua untuk memberi saran.
.
.
.
"Dari mana sih anak-anak ini belajar hal begini?" Tanya Flora saat mereka berpisah tongkrongan dengan anak-anak. Mereka di ruang tengah dan anak-anak di taman belakang.
"Terus kenapa Ella jadi bar-bar dan kepo begitu ya?" Tanya Flora lagi dan semua orang memicing melihat padanya.
"Ha? Kenapa?" Flora bingung.
"Kau lupa Flo, sejak Aster dan Ella SD sampai SMP kau selalu bercerita bagaimana dulu kau membantu orang dan segala ke kepoanmu." Terang Fano membuat Flora malu dan wajahnya memerah.
"Bahkan saat itu Ella selalu menatap wajahmu dan mendengarkan dengan mata berbinar, seakan dia juga ikut dengan petualanganmu." Timpal Imelda lagi makin membuat Flora salah tingkah.
Flora menggaruk keningnya yang tidak gatal dan Florian malah tertawa.
"Ajaibnya lagi kenapa putriku itu malah suka dengan orang yang susah dia gapai, bisa-bisanya bucin sama Oktav. Bahkan mau magang di Saros." Keluah Fano kemudian semua orang menatap padanya.
"Kenapa?" Tanya Fano tanpa rasa bersalah.
"Dia itu putrimu!" Pekik Imelda kesal.
"Kau lupa juga? Amnesia juga?" Tanya Imelda lagi.
Flora cekikikan, "Hahaha Ella sama dengamu, bucin sama yang susah di gapai sampai rela jadi manager di cafe."
Fano langsung tersenyum, dia menoleh ke Imelda lalu merangkul istrinya itu, dia ingat perjuangannya. (Bisa baca Novel : Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja)
Di halaman belakang,
Ella sudah menceritakan pada Marcello tentang semua yang mereka ketahui. Mereka sedang menyusun rencana bagaimana harus mendapatkan bukti berupa ponsel Sora.
"Tapi aku mau kerjain si Vani itu dulu. Dia merasa hebat karena anak dari pemegang saham terbesar dan bahkan kepala sekolah menutupi kesalahannya." Ungkap Ella berapi-api.
"Iya mau lakukan apa?" Tanya Aster yang masih bingung dengan permintaan Ella.
"Javier akan jadi pacar pura-puraku dan ujian 2 hari lagi akan aku kalahkan dia terus dia pasti aku membully ku kan.. nah akan ku balas dia jadi impas."
Javier hanya menghela malas, jadi pacar Ella berarti harus melihat keimutan kakak sepupunya yang aslinya barbar, dia muak.. ah sudahlah.
"Kenapa? Kau tak mau?" Tanya Ella sambil menatap tajam pada Javier.
"Iya mau mau.." Pasrah Javier dan Ella langsung mengubah wajah tersenyum padanya.
'Tuh kan.. dasar aneh, nyebelin.' Umpat Javier dalam hati.
"Trus aku kerjakan apa?" Tanya Aster.
"Justru kak Aster punya kerjaan lebih penting." Sahut Javier.
"Apa?" Seru mereka bersamaan.
"Kalian jadi musuhan, kak Aster kan jadi model bisa tuh deketin Judy akhirnya masuk ke circle mereka. Bantu Vani untuk membully Vio dan bagaimanapun caranya ambil ponselnya." Javier memberikan idenya.
"Tumben pinter." Ella berucap sambil mengacak rambut Javier.
"Cuma butuh beberapa menit, berikan ponsel itu dan akan aku pindahkan semua datanya." Sambar Marcello dan Aster mengangguk pasti.
"Kirimkan lokasi setengah jam sebelum bisa mengambil ponsel itu." Lanjut Marcello lagi dan Aster kembali mengangguk dan menatapnya serius.
"Jadi besok kita beraksi, harus cepat karena libur semesterku juga akan habis."
"Besok sabtu sekolah libur 2 hari kalau kau lupa."
"oh iya.. hehehe senin deh."
Mereka selesai berdiskusi dan Ella akan menginap bersama Aster malam ini. Besok mereka akan ke mall untuk membeli pakaian untuk magang.
TBC~