
"Ada email lagi..."
Ella membaca lagi email yang dikirim oleh Bima, tentu mereka tidak tau itu dari Bima. Tapi tidak dengan Marcello yang sudah bisa melacaknya.
"Teka-teki lagi." Gumam Aster yang melihat begitu banyak simbol disana. Sebenarnya hanya simbol acak yang tidak ada artinya. Bima hanya ingin menyamarkan dirinya saja.
"Coba berpikir sederhana." Kata Ella dan menatap kumpulan simbol.
"Re dy dan Yu nita, the day se puluh meeii 2023." Ucap Aster membaca simbol aneh itu.
"Itu 3 hari lalu.. maksudnya the day?" Tanya Ella penasaran.
"Sebentar.." Aster kembali melihat simbol-simbol itu.
"Aa da bu k ti.. "
"Mana mana?" Ella mendorong Aster tidak sabar.
"Bentar Ella.. ihh.." Aster menoyor kepala Ella yang menghalangi penglihatannya dan kembali fokus, sedangkan Ella mulai cemberut karena dia tidak bisa membaca apapun.
"in fi n.."
"Infinity!!" Pekik Ella kencang karena dia melihat simbol infinity disana.
"Kancing itu.. apakah milik Redy?" Tanya Aster dan Ella menggeleng.. lalu mengangguk.
"Bisa jadi."
"Tapi dimana kita dapat buktinya? Maksudku.. bukti kalau kancing itu punya Redy dan apa hubungan mereka?" Ella masih bertanya-tanya lalu karena mulai pegal dia beranjak dan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur, diikuti oleh Aster. Mereka berpikir sampai ketiduran.
.
.
Ceklek..
Dengan pelan Jarred membuka pintu kamar Ella dan mengintip sejenak, melihat Ella dan Aster sedang tidur dengan nyenyak. Dia masuk dan menatap sekeliling, ada tugas Ella dan beberapa coretan aneh. Jarred membacanya dan itu adalah coretan tetang kasus Pengantin Berdarah.
"Kalian ini..." Gumam Jarred, dia masih belum paham kenapa adiknya sangat suka main detektif-detektifan seperti ini.
"Kalian terlihat lelah, bukannya lebih enak ngurus yayasan Ella.. ga perlu kecapean kan? Dan kamu.. Aster, sudah enak di Magical Flower aja."
Jarred tersenyum melihat 2 gadis cantik itu, apalagi Aster yang memang terlihat lebih cantik dari biasanya.
Jarred turun lagi ke lantai bawah dimana ada Fano dan Imel sedang di dapur.
"Mereka tidur, biar saja lah pa.." Lapor Jarred, hari sudah malam dan mungkin 2 gadis itu akan bangun tengah malam atau langsung ke pagi.
"Mereka lagi ada kasus apa?" Tanya Fano setengah berbisik.
"Pengantin Merah yang viral itu kan dekat dengan rumah Aster pa.." Jawab Jarred tak kalah pelan, takut sang mama dengar.
"Sudah ketemu pelakunya?" Tanya Fano lagi.
"Belum pa, mungkin sebentar lagi. Yah meskipun mereka kadang ceroboh tapi mereka pintar, apalagi sekarang ada Marcello." Jawab Jarred dan Fano hanya mengangguk.
"Apa mau dibantu?" Tanya Jarred tapi Fano menggeleng.
"Gak deh, biarkan mereka saja kalau memang gak bahaya."
Fano hanya mengangguk, padahal jika mau pengawal mereka pasti lebih cepat daripada polisi untuk mengungkap kejahatan ini.
\=+=+=+=
Di sebuah apartemen kelas atas, seorang wanita sedang merias wajahnya yang hampir selesai, hanya menyapukan lipstik berwarna pink maka selesai wajah cantiknya.
Mila, dia mengambil ponselnya dan memfoto dirinya sendiri sebatas bahu, dengan wajah yang cantik dia sebenarnya dapat menjadi selebgram terkenal tapi dia enggan. Dia hanya menikmati dimana orang-orang memujinya tanpa tau siapa dia sebenarnya.
ting
ting
Notifikasi ponselnya tak berhenti berbunyi, tapi dari ratusan komentar dia terfokus pada salah satunya yang membuatnya geram.
'Cantik polesan.. masih keliatan gagah ya om!'
"Sial.. aku udah dandan cantik kok dipanggil om?" Mila melempar ponselnya dan menghapus makeupnya. Dengan kesal dia menarik rambut palsunya lalu melepaskan semua yang melekat ditubuhnya.
"Mandi saja lah.." Mila memutuskan untuk mandi dan berendam, merilekskan tubuhnya adalah healing terbaiknya dari pada harus keluar jalan-jalan.
Tapi... dia bukan Mila.
Belum ada tanda matahari akan bersinar, malah Aster tersenyum saat melihat langit yang berubah menjadi mendung.
"Sepertinya akan hujan." Gumamnya pelan, Aster suka hujan karena akan membuat tumbuhan segar di pagi hari, tapi jangan yang terlalu deras hanya hujan rintik kalau bisa.
Aster segera mandi karena merasa tubuhnya lengket, terakhir mandi kemarin pagi. Hanya 15 menit Aster sudah siap dengan mandi dan dandanan polosnya dan keluar kamar dengan ponselnya.
Aster memilih duduk di tepi kolam renang, belum ada yang bangun kecuali para pelayan yang bertugas pagi di rumah Ella.
"Foto terbaru." Ella melihat foto Mila dan membaca banyak komentar disana yang mengatakan kalau Mila cantik. Namun matanya tertuju pada 1 komentar yang menarik perhatiannya.
'Cantik polesan.. masih keliatan gagah ya om!'
"Wah.. nih orang cari masalah saja, tuh kan bayak yang serang dia. Masa cantik gini dibilang om-om." Gumam Aster sambil terus membaca balasan komentar itu.
"Om om?"
"Om om siapa?"
"Akkhhh.."
Aster terkejut dan menoleh saat ada suara berat di telinganya.
"Kak J, kaget tau." Ucap Aster sambil mengelus dadanya.
"Om siapa?" Tanya Jarred lagi karena penasaran.
"Oh ini, cantik kan? Tapi ada yang komentar dia 'om'" Jawab Aster lalu memperlihatkan ponselnya.
"Memang mirip om-om." Jawab Jarred lalu duduk di kursi panjang itu.
"Masa sih kak? Mila cantik loh ini." Aster masih kekeh dengan pandangannya.
"Lebih cantik kamu dan Ella." Jawab Jarred santai.
"Itu pasti." Sahut Aster lalu mereka tertawa bersama.
.
.
.
Jam 7 pagi barulah Ella bangun, dengan mata masih setengah terbuka karena ngantuk dia turun ke lantai bawah tepatnya di ruang keluarga dan melihat papa, mama, kak J-nya juga Aster sedang minum teh dan mengobrol bersama.
"Kok gak dibangunin sih?" Tanya Ella lalu melompat ke sebelah Jarred dan merebahkan dirinya di pangkuan sang kakak. Dia mau memeluk papanya namun ada mamanya di sebelah.
"Mandi sayang.. hanya kamu yang belum mandi, mau sarapan ga?" Ucap Imelda dengan lebut melihat anak gadis kesayangannya yang begitu manja kadang malas.
"Eemm..." Hanya itu yang keluar dari bibir Ella. Sebenarnya dia masih sangat mengantuk.
"Mandi sayang.. lalu sarapan." Fano juga akhirnya bersuara.
"Ya pa..." Jawabnya namun masih nyaman memejamkan mata. Jarred hanya menghela dan membelai lembut kepala sang adik.
"Siap-siap sana, lupa ya hari ini kita mau beli album baru Oktaf edisi khusus?" Tanya Jarred dan Ella langsung bangun dari rebahannya.
"Oh iya.. astaga kok Ella lupa?" Ella berteriak dan berlari kencang kembali ke kamarnya.
"Pelan pelan Ella..." Teriak Imelda yang takut Ella akan jatuh lagi di tangga itu. Anak gadisnya yang ceroboh.
Aster juga ikut Ella kembali ke kamar karena dia akan pulang saja jika Ella akan pergi dengan Jarred, apalagi berhubungan dengan idolanya itu.
###############
Besoknya di apartemen Mila,
Mila yang baru selesai makeup seperti biasanya, mengunggah foto dengan caption kali ini.
'Movie time'
Banyak komentar yang masuk, bertanya apa film yang akan dia tonton. Karena ada beberapa film bagus di bioskop. Pada fans berharap bisa bertemu dengan Mila yang terlihat sangat cantik.
Mila tertawa membaca semua komentar yang masuk, saat ini masih ada 31 komentar dan beberapa ada yang dia balas.
'Gw tau kalo lo tinggal di apartemen mewah di daerah xxx dan kemungkinan lantai 15-17.'
Mila tertegun karena tebakan fans-nya memang benar. Mila tampak panik dan menutup ponselnya dan menutup semua jendela apartemen mewahnya. Sekarang, dia takut.
TBC ~