Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
PART 51 - Magang



Ella sudah sembuh tepat waktu dimana dia harus melaksanakan magangnya, setelah itu dia akan sibuk dengan skripsi dan tidak punya waktu untuk web MH yang sudah ditangguhkan sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan.


Begitu juga Aster, mereka mengambil jurusan yang berbeda hingga semua juga berbeda. Kesamaannya hanyalah sama-sama di bidang Ekonomi.


"Awal magang, semangat Ella!!" Ella mengepalkan tangan lalu menghembuskan nafasnya untuk menghilangkan gugup. Meskipun ini adalah perusahaan pamannya, sepupu papanya tapi tetap saja dia bukan siapa-siapa sekarang.


Ella tetap menjadi Ella yang culun, tapi dia berpenampilan rapi dan tidak asal-asalan. Pakaian yang dia gunakan meskipun bebas tapi dia memilik yang bermerek cukup terkenal agar tidak diremehkan.


Perusahaan di bidang hiburan sangat mengerikan dan dia tau itu.


Ella berjalan dengan santai menuju salah satu ruangan di lantai 1, ruang yang cukup besar dan banyak anak magang disana dengan tanda pengenal yang megalung di leher mereka masing-masing.


Ella duduk di barisan nomor 2 dari depan, menunggu atasannya datang untuk memberikan tugas yang akan mereka kerjakan juga dimana mereka ditempatkan.


Seorang wanita masuk, dari wajahnya tampak sangat tidak ramah. Ella memperhatikan gerak gerik wanita itu dan mata mereka bertemu dan wanita itu langsung membuang pandangannya ke tempat lain.


'Apaan.. diihh sombong banget.' Batin Ella dengan sedikit sebal. Ella tetap memperhatikan wanita itu yang masih melihat sekeliling seperti memilih mereka.


Tak lama seorang pria muncul lagi dan Ella mengenalnya, 'Itu Abang Laron. mau apa dia disini? Kan asisten bos besar gak ngurusin anak magang.' Kata Ella dalam hati.


"Selamat pagi semua, nama saya Linda dan yang bertanggungjawab atas beberapa orang dari kalian untuk 6 bulan kedepan. Tolal yang magang disini ada 35 orang dan kami informasikan kembali tidak ada sistem penggajian tetapi akan ada uang saku. Surat menyurat sudah di email dan harap dibaca dengan teliti. Setelah itu tanda tangan digital dan kirim kembali."


Semua fokus mendengarkan begitu juga Ella yang sudah melihat ada notifikasi email pada ponselnya yang silent itu.


"15 menit dan silakan baca surat kontraknya." Perintah Linda dan semua fokus membaca.


Setelah selesai mereka di berikan arahan apa saja yang harus mereka lakukan dan pembagian divisi.


"Fiorella A.H." Panggil Linda dan Ella maju kedepan menghampiri meja Linda.


"Ini kartumu dan bisa langsung ke HRD lantai 6." Ujar Linda dan Ella mengambil kartu tanda pengenal barunya.


"Terima kasih." Ucap Ella dan sesuai arahan dia akan ke lantai 6. Mudah bagi Ella di gedung perusahaan ini karena dulu dia sering bermain disini bersama para sepupunya.


"Selamat pagi, saya anak magang pak." Sapa Ella ketika bertemu dengan security lantai 6.


"Oh anak magang bisa ke sebelah kiri lurus sampai mentok belok kiri lagi."


"Makasih pak." Ujar Ella.


"Selamat pagi." Sapa Ella saat melihat seorang pria dan beberapa anak magang yang juga sudah disana sebelumnya. Ella menunggu beberapa menit lalu gilirannya.


"Fiorella, ini dan ini." Seorang pria paruh baya memberikan sebuah papper bag dan sebuah kertas. Ella melihatnya dan ternyata merchendise dari Saros studio yang memang diberikan pada karyawan baru.


"Disana sudah tertulis kamu kerja dimana dan lantai berapa. Bisa baca dan segera menuju tempat kerjamu." Kata pria itu lagi dan Ella mengangguk.


 = = = =


Sama dengan Aster yang juga sudah di sebuah ruangan besar di gedung milik Hastanta Group. Dia akan magang di salah satu perusahaan Hastanta. Aster juga gugup karena tidak tau akan seperti apa dunia kerja itu.


"Aster Florian." Pengawas itu memanggil dan Aster bergegas menuju ke meja pengawas itu.


"Kamu langsung ke lantai 10 dan cari sekretaris Liana disana." Perintahnya dan Aster mengiyakan.


Aster tampil rapi dengan kemeja putih lengan 3/4 dan rok span selutut dipadukan dengan heels 5 senti saja karena dia sudah cukup tinggi, 167cm.


"Permisi, saya Aster dan ingin bertemu dengan Ibu Liana." Sapa Aster dengan sopan pada wanita sekitar umur 30an disana dengan perut yang membuncit karena hamil.


"Iya bu saya yang magang selama 6 bulan ini." Seru Aster senang melihat sosok Liana yang ternyata adalah wanita yang sangat ramah.


"Baguslah.. akhir bulan ini saya sudah cuti dan belum ada penggantinya. Jadi belajarlah semua hal ya.. tenang saja, pimpinan disini baik kok meskipun juga baru sebulan menjabat." Jelas Liana membuat Aster bingung.


"Loh.. saya juga cuma 6 bulan." Ujar Aster dan Liana tersenyum mendengarnya, dia paham jika Aster pasti takut karena dia belum pernah bekerja sebelumnya.


"Tenang aja, saya juga cuti cuma 3 setengah bulan kok. Nanti ada juga yang mendampingimu, asisten direktur." Jawab Liana dan Aster merasa lega.


"Duduk disini saja." Liana menepuk kursi di sebelahnya, meja sekretaris itu memang luas bisa menapung 2 orang.


"Ruang direktur disana dan itu ruang asistennya. Kalau CEO jarang kesini karena lebih sering ke kantor pusat." Jelas Liana dan Aster hanya mengangguk. Tentu dia tau CEO nya adalah Fano.


"Apa direktur belum datang?" Tanya Aster yang penasaran.


"Belum, hanya asisten direktur yang sudah di ruangannya. Mungkin sebentar lagi." Aster mengangguk lagi. Liana menjelaskan dengan rinci apa saja yang harus dilakukan sekretaris direktur.


Tidak terlalu banyak karena masih ada asisten direktur dan Aster cukup menghafalkan dan mengingatkan jadwal juga mengerjakan beberapa surat dan perintah dadakan saja.


Tak terasa Ella dan Aster sudah bekerja hingga jam makan siang. Jika Aster belajar dengan Liana yang ramah, terbalik dengan Ella yang harus bekerja dengan Linda yang sombong dan menyebalkan.


Linda selalu memandang remeh dengan penampilan Ella yang cenderung aneh dimatanya, tidak elegant sama sekali meskipun yang digunakan Ella tidak terbilang murah.


"Bajumu dan celanamu gak cocok!"


"Apa-apaan sepatu ini? Besok ganti!"


"Ini juga, rambutmu tata dengan rapi dan pakai softlen jangan menggunakan kacamata menjijikan itu."


"Tas ini.. ya ampun! Ganti!"


Ella hanya mendengus mendengar ocehan Linda yang memang bekerja di bidang fashion. Ternyata Linda merupakan Fashion Stylist dan Fashion Journalist yang sangat terkenal dibidangnya. Ella juga baru tau kalau Saros studio punya majalah dan itu majalah yang sangat terkenal beberapa tahun ini.


Ternyata dibalik majalah fashion ternama itu ada nama Linda yang menjadi kepala divisinya. Ella pasrah karena Linda sangat perfectionist. Tidak seperti dirinya yang apa adanya dan bar-bar.


Di tim Linda ada 8 orang bawahan termasuk Ella didalamnya dan kini Ella mengekori Linda dan Helma yang entah akan kemana. Ella hanya disuruh mengikuti mereka.


"Cepat sedikit Fiorella." Tegur Helma karena Ella sangat lambat dalam berjalan karena dia melirik ke sekelilingnya dan tidak fokus pada 2 atasannya.


"Iya kak.." Ella sedikit berlari untuk mengimbangi kedua orang itu.


'Kenapa semua terburu-buru sih? Jalan aja cepat begitu.' Keluh Ella yang belum terbiasa. Linda terlihat sangat sibuk dan menghandle beberapa style dari film dan drama yang sedang digarap. Sedangkan Helma sebagai asisten mencatat dan mengingat semua yang dikatakan Linda juga membantu wanita itu jika tidak punya ide.


Ella mengangguk kagum melihat cara kerja Linda yang sangat cekatan dan ide cemerlangnya membuat artis-artis disana tampak lebih keren dan cantik.


Ella juga senang melihat beberapa artis disana tapi karena Ella hanya mencintai Oktav jadi yang lain hanya sekedar dilirik saja.


"Perhatikan baik-baik, setelah ini ya.. nanti kamu yang bantu mencatat point penting yang akan dibicarakan antara Linda dan Oktav." Ucap Helma pada Ella yang mendadak membeku.


"Hey.. Fiorelaa! Dengar gak?" Helma kesal karena Ella malah bengong bukannya menyahutnya.


"Oh eh.. i i ya kak.." Ella tersadar, dia juga senang karena akan bertemu OKtav dan inilah sebabnya dia kekeh ingin magang di Saros dan sekarang keinginanya tercapai.


Mereka berjalan bersama, kini Ella memperhatikan dengan serius pekerjaan Helma dan Linda, juga mencatat hal penting yang akan mereka butuhkan nanti.


TBC~