
Dua minggu berlalu dari kasus Sarah dan bayinya yang berakhir bahagia. Belum ada kasus yang bisa dikerjakan lagi. Mereka malas menerima ksus receh yang kebanyakan adalah perselingkuhan, kadang bukan suami istri tapi pacar. Lebih gawatnya kasus pacar selingkuh anak SMA. Malas!
"Ella gawat!" Kata Aster, mereka sedang berada di kantin kampus dan Ella sedang menikmati mie ayamnya dengan santai sampai Aster datang merecoki dirinya.
"Apa sih.." Keluh Ella.
"Gak buka hp berapa lama sih?" Tanya Aster melihat Ella sedang santai.
"Dari pagi, males.." Jawabnya yang masih menikmati makanan kesukaannya. Aster menunggu sampai selesai suapan terakhir dan Ella menyeruput estehnya sampai habis.
"Ahhh kenyang.." Seru Ella sambil mengelus perutnya.
"Udah kan? Sekarang buka sosmed, buka akun Okav." Perintah Aster dan tanpa perintah 2 kali Ella langsung membukanya.
"APA?? Kurang ajar!" Ella berteriak kencang membuat seluruh orang yang ada di kantin itu melihat aneh padanya. Aster yang malu menarik Ella segera pergi dari sana.
Tajuk besar dibaca Ella, 'Penyanyi Oktav Gugat Agency Karena Royalty.' Ella membaca semua berita itu dan sangat emosi. Meskipun dia belum tau kebenarannya tapi dia percaya pada Oktav.
Oktav adalah penyanyi yang sangat berbakat, baik meskipun tidak terlalu banyak berita mengenai Oktav. Idolanya itu pendiam dan tidak banyak maunya. Berita miring juga tidak pernah menghinggapinya tapi apa ini? Ella sangat marah.
````````````
````````````
Seharian ini Ella sangat galau, dia membaca semua berita tentang Oktav. Tidak banyak yang bisa dia cari kebenarannya karena Agency Oktav adalah Agency di luar negri. Bukan Agency besar pada awalnya, artinya yang membuat besar adalah Oktav dan beberapa artis lain yang baru masuk setelah Oktav.
'Oktav Akan Ambil Jalur Hukum.'
'Kontrak 12 Tahun, Apakah Berakhir?'
'Agency BPlus Tidak Membayar Bonus Karyawan.'
'Penipuan! Oktav Tidak Dibayar Seharusnya.'
'Oktav Ditipu Agency dan Manager.'
'Oktav Minta Pemutusan Kontrak.'
'Oktav dan Kuasa Hukum Minta Transparansi Pendapatan.'
"Sebal!!!" Teriak Ella setelah membaca semua artikel itu. Ternyata Oktav ditipu oleh Agency dan Managernya. Menurut kontrak, Oktav harusnya mendapatkan 40% pendapatan dari seluruh laba yang dia dapatkan. Tentu saja 40% itu sudah di potong segala biaya. Tapi nyatanya Oktav malah di potong lagi biaya operasional, memang receh tapi dikumpulkan menjadi sangat banyak.
Dan total pendapatan juga tidak transparan sehingga Oktav rugi puluhan milyar. Belum ada yang tau kenapa Oktav baru speak up sekarang setelah 10tahun lamanya.
"Gimana ini... Oktavkuuu..." Ella berguling-guling resah karena cemas. Bukan soal uang, tapi Ella kesal karena Oktav dibohongi oleh perusahaan bahkan managernya. Ella dan fans tau betapa Oktav sangat percaya pada managernya itu, mereka sangat dekat.
"Oktav pasti sakit hati." Lirih Ella yang masih sibuk mencari artikel lain tentang idolanya itu.
'Dipastikan Batal, Konser di kota J Direfund.'
"APA??? Konser batal? Iih ngeselin, udah beli VVIP lagi." Kesal Ella lalu melihat web pembelian tiket dan benar, uang akan di refund. Ella mengecek emailnya dan sudah ada email pemberitahuan sejak 30 menit lalu.
"Ah.. tanya aja sama si Princess." Gumam Ella lau menghubungi sepupunya itu, putri satu-satunya keluarga Sadana.
"Ada apa sih kak Ella..." Jawab Queenby kesal karena suara cempreng Ella. Queenby sedang santai bersama orangtua dan kakak-kakaknya sekarang. Archer dan Ramona, serta 2 kakak lelakinya.
"Konser Oktav batal... hiks.." Jawab Ella sambil terisak, sejak tadi dia memang sudah ingin menangis.
"Iya.. gak tau tuh, kata papa memang ada masalah jadi batal aja dari pada ribet." Balas Queenby santai. Dia juga megidolakan Oktav tapi tidak segila Ella.
"Huh.. aku sedih.." Lirihnya lagi dan mereka mengobrol panjang sampai hampir tengah malam. Ella yang tidak mau diganggu mengunci kamarnya dan melarang siapapun masuk ke kamarnya.
.
.
.
Ella akhirnya tertidur dengan mata sembab dan ponsel masih menyala, setelah selesai ngobrol dengan adik sepupunya dia mencari lagi artikel tentang kasus Oktav, belum 24 jam kasus ini berlangsung sudah banyak artikel yang entah dari mana saja.
Jarred yang tau kalau adiknya sedang tidak baik-baik saja pun membuka pintu dengan kunci cadangan, "Eh gak bisa..." Gumamnya. Ya karena Ella masih menggantung kuncinya di pintu jadi aman dengan pintu tak akan bisa dibuka dari luar.
"Dari jendela aja J." Kata Fano dan Jarred mengangguk, dia masuk ke kamarnya dan menuju balkon yang menyatu dengan kamar Ella.
"Untung ga di kunci." Jarred masuk dan melihat kondisi Ella, mengelus kepala adiknya itu. Jarred juga menaikkan suhu ruangan karena merasa ruangan itu terlalu dingin. Agar Ella nyaman tanpa selimutnya.
"Oktav tidak apa-apa sayang, nanti juga dia akan disini dan kalian akan lebih dekat." Gumam Jarred masih menatap adiknya. Tak berlama-lama Jarred keluar dari kamar itu melalui pintu setelah mengunci jendela balkon.
"Gak apa-apa pa, Ella tidur nyenyak. Kejutan manis setelah dia galau. Oktav sedang berusaha disana." Kata Jarred menemui Fano di ruang kerjanya.
"Syukurlah, adikmu itu bukan ngefans lagi tapi sudah bucin dengan idolanya." Sahut Fano sambil menggeleng pelan beberapa kali.
"Biar saja, kalau mereka jodoh kan bagus. Hahahah papa akan punya menantu artis." Jarred terkekeh dan Fano hanya tersenyum.
"Akhirnya ada juga keluarga yang artis, begitu?" Tanya Fano dan Jarred mengangguk.
"Lalu kamu? Mantan pacarmu dimana?" Tanya Fano lagi dan Jarred mendengus sebal.
"Sepertinya dia akan pulang bulan depan." Jawab Fano karena mantannya itu baru lulus tahun ini. Jarred terlalu cepat lulus dibanding teman seusianya.
"Dia juga pintar karena lulus dengan cepat, beasiswa lagi." Balas Fano dan Jarred hanya diam.
"Jadi.. masih cinta sama dia?"
"Gak tau."
"Cari saja yang lain, yang menerimamu apa adanya."
"Iya pa.. masih cari."
"Setelah move on?"
Jarred menghela sebal kalau ditanya tentang masalah cinta, dia masih ada hati dengan mantan yang memutuskannya. Mantannya tidak bisa menerima Jarred yang hanya mahasiswa biasa, meskipun mereka sama-sama kuliah dengan beasiswa tapi mantannya adalah putri seorang pengusaha juga. Dia hanya tidak tau kalau Jarred adalah salah satu pewaris keluarga Hastanta. Bahkan perusahaan milik keluarga mantan jauh dibawah Hastanta.
TBC~