Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
Part 64 - Masalah Selesai



Ella sudah lelah dan dia kini sudah ada di lantai dasar ruang keamanan gedung.


"Pak.. bisa lihat cctv lantai 15?" Tanya Ella sambil ngos-ngosan.


"Gak bisa non.. harus ada approval dari atasan langsung dan surat resminya dulu." Jawab bapak security disana.


"Ha?" Ella menganga kembali, dia sudah sangat lelah.


Dia keluar ruangan itu dan menelepon Levian, "Kak harus ada approval dan surat." Lapor Ella sambil mengeluh.


Levian juga lelah melihat kecerobohan sepupunya itu. "Berikan ke petugas ponselmu." Kata Levian dan Ella masuk lagi.


"Nih pak ada yang mau ngomong." Ella memberikan ponselnya, security itu langsung mengambilnya.


"Ya ada apa?"


"Berikan akses pada nona itu, perintah langsung dari saya."


"Baik pak Danny, segera laksanakan."


"hem.."


Security itu mengembalikan ponsel Ella, "Silakan nona, Pak Danny langsung yang beri perintah."


Ella mengernyit bingung, "Kok bisa Pak Danny?" Gumamnya. "Ah sudalah yang penting dapat."


Ella melihat-lihat dan memberitahu lokasi dan jamnya, dia sabar menunggu hingga mendapatkan sesuatu.


"Pak.. ini kenapa waktu yang saya mau hilang? Kaya ada beberapa menit gitu." Tanya Ella melihat kejanggalan itu. Bagaimana pun Ella mengerti tentang IT sedikit.


"Lah iya ya.." Security itu langsung memanggil temannya yang memang bertugas dengan komputer dan cctv gedung. Setelah di cek memang ada bagian yang hilang dari rekaman.


"Ini sepertinya ada yang hapus." Kata petugas itu pada Ella.


"Apa gak bisa di pulihkan pak?" Tanya Ella.


"Gak tau sih non, kami belum pernah. Tapi akan aku coba." Kata petugas itu dan Ella menunggu.


"Gak bisa non.." Petugas itu menyerah karena dicari pun potongan beberapa menit video itu tidak ketemu.


"Boleh aku coba pak?"


"Silakan non."


Ella duduk menggantikan petugas itu dan mengotak atik komputer didepannya.


"Filenya ketemu pak, tapi videonya tetap gak bisa dibuka." Ella pasrah, usahanya sia-sia.


"Pak boleh copy semua itu dari jam 3 sore sampai besoknya?" Tanya Ella.


"Boleh non, tadi sudah ada perintah langsung dari Pak Danny kan."


Ella mendapat cctv yang dia butuhkan, tapi percuma. Dia mengambilnya untuk jaga-jaga saja saat ini.


"Terima kasih pak." Ella pamit dan kembali ke ruangannya dan masih sepi karena semua sedang sibuk.


Fiorella


[Cello.. bisa bantu gak?]


Marcello


[Apa kak?]


Video sent


Fiorella


[Itu bisa pulihkan cctv yang hilang beberapa menit?]


Marcello


[Aku coba, wait]


Ella menunggu, dia membuka lalu menutup lagi grup chat itu, buka dan tutup lagi dengan tidak sabar padahal masih 5 menit dari permintaannya dengan waktu saat ini.


"Lama ih Cello.." Gumam Ella.


Marcello


Fiorella


[ok, bentar]


.


.


Fiorella


[Kak Danny... tolong dong IP nya komputer cctv berapa? Ada beberapa menit yang hilang.]


Danny yang mendapat pesan dari Ella melapor ke Levian, "Hem.. kasih saja, lihat siapa yang berani bermain-main disini." Jawab Levian. Danny segera menghubungi petugas lalu memberikan apa yang Ella butuhkan.


"Makasih Kak Laron!"


Isi pesan itu membuat Danny tersenyum kecut!


^^^^^^^^^^^


"Sudah dapat belum?" Tanya Ella begitu Marcello menjawab panggilannya.


"Bentar lagi, sabar.. memangnya ada apa sih?" Tanya Marcello yang saat ini sedang mengerjakan permintaan Ella.


"Ada yang menjebakku di kantor, enak aja. Aku selalu bertanggung jawab dengan kerjaanku ya.." Jawab Ella sedikit kesal.


"Hahahaha siapa sih? Cari masalah." Tawa Marcello membuat Ella bertambah kesal mengingat Sherry yang sok sibuk sejak tadi.


"Nanti aku balas dia kalau sudah ada buktinya." Ujar Ella mantap.


"Sudah tuh, aku kirim full semuanya di ruangan itu dan lihat sendiri hasilnya." Kata Marcello. Ella langsung mematikan ponselnya dan membuka video kiriman Marcello.


"Iiiissshh kenapa Cello kirimkan banyak gini??" Ella sedikit kesal melihat ada beberapa file video dan dia harus cari sendiri cuplikan yang dia mau. Tapi Ella malah semakin antusias melihat beberapa potongan video yang membuatnya menatap penuh curiga.


"No no.. back lagi." Gumam Ella dan memutar bolak balik beberapa menit.


"ASTTOGE!!" Pekik Ella terkejut.


"Ada apa Fiorella?" Tanya salah satu senior yang juga baru saja kembali dari luar, entah dari mana.


"Sorry hehehe... hanya dapat chat iseng yang bikin kaget kak." Jawab Ella beralasan.


"Ohh bikin kaget aja, aku kira apaan." Sahutnya.


"Eh.. liat jam tangan disini ga? Tadi sebelum pergi aku simpan disini." Tanya senior itu tapi Ella menggeleng karena memang dia tidak tau.


Ella melanjutkan menonton video lagi sampai akhirnya dia mengerti sesuatu dan dia pasti akan membalas Sherry karena telah sengaja memfitnahnya.


"Masalah selesai, tinggal eksekusi." Gumam Ella sambil jari jemarinya bergerak lincah mengerjakan sesuatu.


^>^>^>^>^>^>^


Sementara di tempat Jarred, pemuda tampan itu sedang serius melihat proyek besar pembangunan mall baru disana. Mereka akan membuka mall dengan tema outdoor dan indoor. Karena wilayah yang lumayan sejuk dan masih banyak pepohonan dan terlihat asri.


"Nanti area outdoor akan diisi dengan jajanan tradisional, disana ada taman bermain anak, sebelah belakang taman area pet friendly." Ujar salah satu penanggungjawab proyek ini.


"Hem.. saya setuju, juga karena jalan disini naik turun tolong bikin jalanan yang ramah orang tua yang berkursi roda." Tambah Jarred.


"Baik pak kami mengerti, disana juga ada sungai tapi hasil akhir belum sepakat untuk dijadikan apa." Lapornya lagi dan mereka bersama melihat area sekitaran sungai.


Sungai itu tanpak jernih dan ada bebatuan, "Sepertinya sungai ini ramah anak-anak." Gumam Aster yang juga sudah menginjakkan kaki disana, bahkan Aster melepaskan sepatunya.


"Aster hati-hati!" Teriak Jarred yang mulai khawatir karena Aster memang senang main di tempat seperti ini sejak dulu.


"Disini aman!" Balas Aster dan Jarred segera menyusulnya.


"Ini mau dibangun apa pak?" Tanya Aster sambil kakinya memainkan air jernih di sungai itu.


"Belum tau, paling dipagar dulu sementara agar tidak membahayakan pengunjung nantinya." Jawab Jarred yang sudah mulai ikut-ikutan bermain air.


"Tapi disini nyaman dan aman sih.. " Kata Aster lagi dan Jarred setuju.


"Kalau restoran gimana? Disana dipagar gak apa-apa dan disitu resto dan disini bisa buat meja makan yang langsung bisa bermain air. Atau tempat piknik gitu." Ujar Aster menyarankan.


"Boleh juga idemu, nanti kita bicarakan dengan papa." Aster tersenyum dan Jarred memandangi wajah cantik Aster yang kini sudah berjongkok dan menyusun batu-batu kecil.


TBC~