Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
PART 27 - The Case (Pengantin Merah - 7)



Ella dan Aster kembali ke rutinitas mereka, sehabis kuliah mereka melanjutkan penyelidikan tentang Pengantin Merah yang makin jauh dari kata berhasil. Begitu juga dengan pihak kepolisian yang belum menemukan apapun.


Ella yang bengong sambil men-scroll sosial media Redy yang belum menemukan apa-apa begitu malas sampai mengantuk.


Karena perpustakaan ini sangat sepi, akhirnya Ella ketiduran dengan cursor yang masih bergerak-gerak dan jarinya makin melemah.


tapi...


klik


Sebuah video muncul, video dengan durasi hanya 12 detik dari akun sosmed Redy menampilkan sekelebat sosok yang mereka cari, Yunita.


Aster yang masih fokus di sebelah Ella menoleh dan melihat laptop Ella yang menampilan video 12 detik itu.


"Ella, bangun!" Aster menyentak lengan Ella dan membuatnya terbangun.


"Apa?" Tanyanya sedikit panik.


"Itu, kau temukan itu." Tunjuk Aster dan dengan mata memicing Ella melihat dan benar, itu Yunita. Dengan video yang begitu cepat karena memang Redy sedang bermain dengan temannya dan kamera berputar dengan cepat.


"Kirim ke Cello aja, suruh dia cek. kalo benar itu Yunita dan Redy kenal bisa kita berikan ke polisi. Kasian Yunita gak ada saudara yang mengurusnya." Saran Aster dan Ella setuju.


Ella segera mengirimkan ke Marcello yang memang beberapa hari ini sedang sibuk karena mengurus kakaknya yang sedang galau.


"Sudah.. nanti dia cek. Balik yuk.." Ella menutup laptop dan berdiri, diikuti oleh Aster dan mereka kali ini pulang masing-masing.


"eeiiittsss... tunggu culun jelek." Seperti biasanya, Trio ABC menghadang Ella yang memang kali ini berpisah dengan Aster. Ella berjalan ke arah pintu gerbang kampus sedangkan Aster ke arah parkiran.


"Ada apa Ayana, Belladonna, Carmen?" Tanya Ella dengan sok ramah meskipun dia kesal dengan mereka.


'Pasti tugas lagi..' Lirih Ella dalam hati.


"Biasa.. 3 set dan kami 1 kelompok jadi harusnya 1 saja." Jawan Ayana dan Ella menghembuskan nafasnya dengan kasar. Malas rasanya dan dia kali ini kehabisan ide untuk menjahili trio ABC ini.


"Baiklah..." Ucap Ella pasrah.


"Jangan lupa, 2 hari sebelumnya harus selesai agar kami bisa mempelajarinya." Lanjut Carmen yang kapok 2 kali kena semprot dosen.


"Iya.." Jawab Ella lagi. Lalu menarik kepangan rambutnya dari tangan Belladonna yang memainkannya sejak tadi.


"Iss.. rambut jelek aja belagu!" Sungut Belladonna hingga mmebuat Ella melirik tak suka padanya.


"Apa? Memang jelek. Yuk cabut." Belladonna dan 2 temannya itu berbalik dan meninggalkan Ella begitu saja.


Tiba-tiba Ella menyeringai, dia mendapatkan ide untuk mengerjain trio ABC itu lagi, "Hehehehe.." Ella terkekeh sendiri sambil melanjutkan langkahnya yang terhenti tadi.


Berbeda dengan Aster yang tanpa halangan masuk ke mobilnya dan pulang dengan selamat. Tapi sampai dirumah barulah ada sesuatu yang membuatnya terkejut.


"Ada apa lagi bu?" Tanya Aster begitu turun dari mobil dan melihat ada kekacauan di rumah kosong di ujung jalan tempat ditemukan mayat.


"Polisi tangkap pelakunya." Jawab Flora yang sama keponya dengan Aster.


"Kok bisa?" Tanya Aster dan Flora memandang wajah putrinya dengan heran.


"Ya bisaa.. pria itu pagi tadi datang dan mencari-cari sesuatu terus ada tetangga kita itu, Bu Susi curiga dan telepon polisi." Jeas Flora dan Aster yang terkejut segera berlari dan melihat siapa pria yang kini jadi tersangka.


Tak lama kemudian masuk pesan di grup dan foto Yunita yang memang ada di dalam video Redy serta 1 foto lagi yaitu foto undangan pernikahan Redy dan Yunita.


Aster


[Kita ketemuan, cepat di tempat biasa]


Marcello


[ok aku udah sampai]


[Aku baru setengah jalan, otw deh sekarang]


"Ibu.. Aster ke tempat Ella ya.." Aster sedikit berteriak dan masuk kembali ke mobil dan supir yang masih didalam mengikuti saja apa mau nonanya, sedangkan Flora hanya menatap bingung pada putrinya.


.


.


.


"Jadi mereka calon suami istri, gaun pengantin yang dipakai Yunita benar gaunnya dia untuk nikah?" Ella memperjelas dan Marcello mengangguk.


"The day.. ingat kan?" Lanjut Aster dan Ella mengangguk.


"KIta harus ketemu pria yang ditangkap tadi." Kata Ella lagi tapi dia baru sadar kalau Siera yang biasa bisa dia andalkan sudah tidak ada, Siera pindah ke luar negri karena paman mereka yang menarik Siera ke sana.


"Bang Jarwo aja deh.." Saran Aster dan mereka setuju.


"Pertama, kita serahkan ini ke polisi, eh bukan bukan.. ke internet aja biar rame. Nanti kan polisi liat." Saran Ella dan mereka mengangguk.


"Ok serahkan ke aku." Sahut Marcello.


"Aku ke bang Jarwo deh biar cepet." Sambung Aster dan Ella? Dia harus kerjakan tugas yang menumpuk, kalau tidak... mungkin Jarred akan menambah tugasnya.


Mereka bubar dan mengerjakan tugas masing-masing.


Ella memilih kerjakan tugasnya di ruang keluarga sambil ngemil dan nonton tv. Perhatian Ella saat ini tentu bukan di tugasnya tapi di layar tv yang menayangkan tersangka kasus Pengantin Merah.


Pemuda 19 tahun yang saat ini menjadi tersangka adalah salah satu karyawan Redy, selebgram ternama. Bima namanya dan dia adalah kameramen dan editor Redy. Ella mengangguk-anggukan kepalanya dan mengingat semua berita itu.


"Fix Aster harus berhasil dapat informasi dari dia." Gumam Ella lalu kembali fokus ke tugas yang sedang dia kerjakan.


Di kantor polisi,


Bima duduk termenung, merutuki kebodohannya ke TKP untuk mencari barang bukti kancing infinity milik Redy karena tidak sabar menunggu dari tim MH yang tidak bergerak sama sekali.


"Ck.. aku harus tenang dan jangan sampai Redy limpahkan ke aku semua." Gumam Bima.


"Bima, ada yang ingin bicara." Panggil salah satu polisi, Bima segera bangkit berdiri dan berjalan cepat menutu pintu sel. Dia dibawa ke satu ruangan putih dengan sekat kaca disana.


"Anda siapa?" Tanya Bima bingung dengan pria dihadapannya.


"Saya dari MH." Jawab pria itu yang adalah Jarwo, pengawal Aster.


"Akhirnya kalian bergerak?" Tanya Bima to the point. Jika selama ini dia menyembunyikan dirinya sekarang tidak lagi, dia sudah tercebur.


Jarwo juga hanya mencari peruntungan, Aster sebenarnya tidak tau kalau Bima yang selama ini menghubungi mereka. Dia hanya menebak dan ternyata benar.


"Kenapa kamu ke TKP? Kami sudah kesana sebelum email terakhirmu dan kancing sudah ada pada kami." Jelas Jarwo dan Bima sedikit terkejut.


"Apa hubungan Yunita dan Redy?" Tanya Jarwo lagi.


"Mereka awalnya teman dan sekarang harusnya mereka sudah menikah." Jawab Bima dan Jarwo hanya berwajah datar.


"Aku percaya pada kalian, karena tidak ada jalan lain. Pergilah ke rumah ibuku di kampung dan aku menyimpan sebuah bukti kalau Redy dan Yunita ada hubungan, hanya sebatas itu dan cari bukti sendiri, aku hanya bisa bersaksi tapi tanpa bukti Redy bisa menyangkalnya." Lalu Bima menuliskan alamat rumah ibunya.


"Ada kamera lemari, hanya saja kuncinya tidak ada. Mungkin sudah diambil polisi di apartemenku. Redy tidak seperti yang orang pikirkan." Lanjut Bima dan Jarwo mengerti.


Bima pasrahkan semuanya pada MH, semoga mereka bisa mendapatkan buktinya.


TBC~