Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
Part 10 - The Case (Selingkuh Berdarah 7)



"Dia jahat sekali. Aku yakin Indra gak tau tentang hal ini." Ujar Ella sambil menutup mulutnya.


"Aku gak yakin dia akan sedih kalau memang benar dia yang bikin kakaknya celaka." Sahut Aster sambil membuka video berikutnya.


File : 6 Januari Bima


Sebuah mobil yang sudah ringsek menabrak pembatas jalan terlihat berasap. Bima dengan setengah sadar berhasil keluar dari mobilnya dengan menyeret tubuhnya sendiri. Tak lama Bima pingsan dan tampak seseorang dengan pakaian serba hitam mendekat dan memukul dengan kuat berkali-kali kaki bima yang memang sudah terluka. Bima yang sudah kehilangan kesadaran hanya bisa merintih sampai orang tersebut berhenti.


Ketika berbalik dan berjalan dengan santai meninggalkan lokasi, wajah Indra lah yang tampak.


\~\~\~\~\~\~\~


"Benar-benar iblis!" Teriak Aster dengan emosi, Ella langsung mengelus pundak Aster untuk menyuruhnya sabar.


"Ini bukti yang sangat kuat, kita serahkan ke polisi saja." Seru Aster dengan emosi.


"Gak bisa Aster, kau lupa kalau semua yang dilakukan Morina sia-sia?" Tolak Ella dan Aster hanya bisa terdiam. Mereka sudah temukan bukti kuat tapi tidak bisa bertindak.


"Kalau papa bisa bantu pasti selesai." Gumam Ella tapi mereka tidak boleh meminta bantuan Fano karena akan sia-sia semua pekerjaan mereka nantinya.


Di sisi lain, 2 pria paruh baya yang masih sangat tampan sedang berbincang.


"Jadi mau bantu?" Tanya Fano pada Florian, apa yang di dapatkan kedua putri mereka, mereka juga dapat laporan yang sama.


"Jangan, biarkan mereka selesaikan sendiri. Apalagi pihak yang di rugikan juga sudah bertindak." Tolak Florian sambil tersenyum.


"Sampai kapan putri nakal kita itu berbuat seenaknya.. aku takut mereka terluka." Fano memijat keningnya yang tiba-tiba sakit.


"Tenang saja, biarkan mereka bermain sampai puas." Ujar Florian yang memang lebih tenang dari Fano. Tentu saja, karena Aster punya tangan ajaib dan Iris juga akan tau jika Aster dalam bahaya dan pasti bertindak juga, minimal memberitahukan ke Florian.


\= = = = = =


Bima mulai menunjukan tanda-tanda baik, jantungnya juga sudah normal kembali, hanya menunggunya untuk sadar dan bangkit kembali.


"Bos, sebaiknya bos sendiri yang kesana, kami tidak bisa mendekat ke 2 gadis itu karena penjagaan mereka sangat ketat dan kami belum tau siapa mereka." Lapor Jojo pada Yogi.


"Baiklah malam ini kita berangkat. Sam, aku titip Bima ya.." Kata Yogi dan tentu saja Sam akan menjaga Bima dengan baik.


Yogi tiba di lokasi dimana Ella dan Aster berada, mereka akan menyelinap ke rumah Indra untuk mengamankan kamera sebelum ketahuan.


hari masih siang, Indra masih di kantor dan Lilian sedang shopping. Betty juga sedang belanja mingguan. Ella memanggil security yang memang hanya sendiri siang itu. Ella yang memang sudah akrab tentu dapat mengalihkan perhatian bapak security sambil mengobrol.


Aster sudah membuat tanaman merambat dan dengan santainya menaiki tanaman itu hingga masuk ke halaman belakang.


"Sial, ada tukang kebun." Aster bersembunyi sebentar sampai tukang kebun itu masuk kembali ke gudang. Aster berlari dengan cepat masuk ke dalam rumah. Mencari titik dimana saja kamera di pasang.


"Ok sudah semua, ada 7." Gumam Aster dan dengan tas ransel yang sudah penuh dia kembali membuat tanaman merambat dan keluar dari halaman belakang.


"Sudah?" Tanya Ella dan Aster tersenyum sambil menaikkan jempolnya.


"Jadi sekarang kita ketemu nona Morina dulu, kasihan dia sudah lama tidak ketemu anaknya." Kata Ella dan mereka segera menuju tempat dimana mereka akan bertemu Morina.


Di sisi lain, sebuah mobil megikuti dengan jarak yang tidak mencurigakan. Mereka adalah Yogi dan Jojo sedang mengikuti mobil Aster.


Mobil Aster sudah sampai di taman Cempaka, seperti biasa mereka bertemu dengan Morina. Karena hari masih siang, taman itu pun sangat sepi.


Matahari yang bersinar terik membuat orang orang takut untuk keluar karena panas. Aster dan Ella duduk menunggu Morina yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Bagaimana hasilnya?" Tanya Morina yang terlihat cemas, kantung matanya terlihat tebal dan menghitam, tubuhnya semakin kurus.


"Anda baik-baik saja nona?" Tanya Ella yang prihatin melihat kondisi Morina.


"Ya, begini lah.. " Jawab Morina dengan lesu, setiap harinya dia tidak bisa tidur dan selalu memikirkan anaknya dan hidupnya yang semakin rumit saja.


"Ini foto terbaru Randy, dia baik-baik saja." Ella memperlihatkan foto Randy yang sedang tertidur, anaknya kini sudah di asuh oleh pengasuh yang juga orang suruhan mereka jadi masih mendapatkan laporan.


"Kami temukan bukti kejahatan Indra dan pengakuannya tapi... " Aster menghentikan kalimatnya.


"Sulit kan? Aku tau karena polisi tidak bisa bantu." Sahut Morina yang sudah tau akan hasilnya.


"Bukan itu nona.. tapi masalahnya adalah anda harus keluar dan bersaksi." Lanjut Ella.


"Aku takut, mereka akan membunuhku lagi." Morina sudah terisak saat ini, dia sangat rapuh karena sudah sebatang kara di dunia ini.


"Permisi." Sapa seseorang pada mereka bertiga. Ella dan Aster langsung menoleh dan baru menyadari kalau para pengawal sudah saling baku hantam di belakang mereka, jauh dari mereka duduk.


"Siapa kau! Mau apa?" Teriak Ella lantang. Aster mulai mengayunkan tinjunya dan Ella menarik Morina jauh dari sana.


Ella dan Morina berlari dan Aster menyusul setelah memberikan tendangan di kaki pria itu hingga pria itu terjatuh.


"Tunggu, Morina!" Teriak pria itu adalah Yogi, sepertinya Morina lupa dengan wajahnya. Memang mereka hanya pernah bertemu 1 kali.


"Nyonya Morina, aku Yogi temannya Bima!" Teriak Yogi sambil berlari mengejar 3 perempuan beda usia tersebut.


Mendengar nama Yogi dan Bima, Morina berhenti, begitu juga Ella dan Aster. Mereka juga mendengar nama Bima disebut.


"Ha.. haa... tolong jangan lari." Yogi merasa sangat malu kalah dengan gadis di depannya. Memang dia sudah hampir 2 tahun ini tidak berlatih dan tubuhnya mudah lelah.


"Anda benar Yogi?" Tanya Morina sedikit ragu. Yogi langsung bersikap biasa meskipun kakinya sedang nyut-nyutan.


"Ya, nyonya tidak mengenaliku?" Tanya Yogi yang sudah sangat dekat dengan Morina dan akhirnya wanita itu ingat wajah Yogi yang pernah dia lihat bersama Bima.


Akhirnya baku hantam di hentikan karena telah mengetahui bahwa Yogi dan anggotanya bukanlah musuh. Aster, Ella dan Morina di ajak ke sebuat tempat. Yaitu gedung kantor sebuah perusahaan jasa layanan kebersihan yang cukup popular di sewa oleh semua kalangan.


"Wow.. bersih sekali gedungnya." Puji Aster melihat gedung 5 lantai itu begitu terlihat bersinar.


"Silakan masuk, perusahaan ini milik Bima yang sudah dia bangun secara rahasia sejak 6 tahun lalu." Jelas Yogi dan mereka hanya angguk-angguk lalu duduk rapi di sofa yang ada di ruangan itu.


"Jadi apa maksudnya berita anda sudah meninggal?" Tanya Yogi penasaran karena sudah beberapa tahun dia ada di Jerman bersama Bima yang fokus dengan penyakitnya dan juga kakinya yang kian parah.


Ella yang bertugas menceritakan semuanya ke Yogi dan pria itu dengan seksama mendengarkannya, hingga akhirnya dia memijat pelipisnya yang berdenyut mendengar semuanya.


"Baiklah, sekarang kita lawan mereka. Anda tidak sendiri, Bima membutuhkan anda. Dia sedang koma sudah beberapa bulan. Sejak operasi jantung dan kakinya dia tidak punya semangat hidup karena mendengar anda telah meninggal." Jelas Yogi membuat Morina makin tak percaya.


"Kenapa dengan aku?" Tanya Morina bingung.


"Anda tau kan, kalau sebenarnya Bima lah yang akan menikah dengan anda karena dijodohkan." Morina mengangguk.


"Sebenarnya itu bukan perjodohan tapi Bima yang meminta Tuan Bagas untuk sengaja menjodohkan kalian, Bima sudah mencintai anda sejak kalian bertemu dulu. Anda pernah bekerja di perusahaan ini saat masih ruko kecil di ujung jalan disana."


Morina terbelalak dan baru sadar setelah melihat kembali dan membaca nama perusahaan ini. Ya, Morina ingat dia pernah bekerja selama 1 tahun lalu keluar karena dia dilamar oleh Bagas untuk putranya.


"Tapi, Bima tidak bisa berbuat apa pun saat kakinya hancur, dia terpukul dan malu pada dunia apalagi dengan anda nyonya."


Morina kembali menangis, dia masih begitu terpukul karena semua yang terjadi di hidupnya.


"Apakah kalau dulu aku menikah dengan Bima, aku tidak akan melewati hari-hari sulit ini? Apa takdirku akan berubah?" Tanya Morina dengan penuh air mata.


"Kita ubah takdirmu, sekarang sudah ada seseorang yang membela anda nona, jadi semangatlah dan ingat, 2 hari lagi Indra akan menikah, kalau bisa kita tangkap disana saja." Kata Aster dengan berapi-api.


"Betul, kami sudah punya bukti dan.. ehm.. kami punya video pelaku yang membuat Tuan Bima seperti itu." Ella mengeluarkan ponsel nya dan memberikan pada Yogi.


Yogi yang sangat geram dan marah meremas kuat ponsel itu, Ella sudah ketakutan ponselnya akan hancur.


"Tuan.. lepaskan ponsel saya, itu tak seberapa tapi isinya penting." Mohon Ella dengan suara pelan, wajahnya juga memelas takut Yogi akan membanting ponsel itu.


"Ah, maaf. Tolong kirimkan itu. Saya yang akan melaporkan ini, kalian tenang saja." Yogi mengembalikan ponsel itu dan mulai dengan menelepon seseorang.


TBC ~