Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
Part 63 - Kebodohan Ella



"Kenapa ditolak si Aster? Apa kurangnya kak J?" Tanya Ella dengan cemberut. Dia tak terima jika kakaknya yang tampan rupawan ditolak oleh Aster.


"Kak J gak ada kurangnya." Jawab Aster, mereka merebahkan diri tapi belum juga tidur padahal sudah lebih dari jam 1 malam.


"Jadi.. " Ella masih menunggu komentar Aster tapi gadis itu malah menguap lebar, menarik selimut dan berbalik sambil memeluk gulungan selimutnya.


"Lah malah tidur." Keluh Ella lalu dia juga memejamkan matanya.


Paginya, Aster bangun jam 6 pagi karena harus mandi bergantian dengan Ella, dia malas untuk mandi di kamar lainnya. Ella juga sudah membuka matanya meskipun enggan. Mereka masih sangat mengantuk.


Semua berkumpul untuk sarapan bersama, sudah jam 7 dan mereka makan dalam diam karena sama-sama kurang tidur, apalagi Jarred. Dia malah sama sekali tak tidur karena memikirkan nasibnya dan Aster setelah ini.


"Kami berangkat pa.." Pamit Jarred dan mereka akan berangkat bersama Martin juga yang disuruh ikut mendadak.


"Nanti bisa tidur di mobil, sore sudah balik kan?" Tanya Imelda sambil memeluk Jarred sejenak.


"Iya ma, kalau sudah selesai langsung balik." Jawab Jarred dan Imelda mengangguk.


"Martin bawa mobilnya hati-hati ya.." Ucap Imelda.


"Siap nyonya." Jawab Martin dengan cepat.


"Dah aunty." Aster melambaikan tangannya sebelum mobil mereka keluar gerbang tinggi rumah tersebut, Imelda juga membalas melambaikan tangannya dan tersenyum.


"Maaa... papa mana?" Tanya Ella yang juga sudah bersiap. Dia juga sudah sedikit melepaskan dandanan culunnya untuk menghindari omelan dari Linda.


Dengan kemeja putih dengan corak bunga-bunga kecil berwarna biru muda dipadukan dengan jeans dan sneaker, Ella tampak fresh dan cantik.


"Baru berangkat sayang." Jawab Imelda dan segera mencium pipi Ella karena anak gadisnya juga berpamitan.


"Ella kayanya pulang malam deh, banyak kerjaan."


"Iya sayang, tapi ada waktu istirahat sebentar kan? Kamu kurang tidur."


"Ada kok ma.."


"EH.. kalau bisa jodohkan aja Kak J dengan Aster ma.. bayangkan cucu mama nanti lucunya kayak apa?" Ella berbalik menatap Imelda yang tampak bengong mendengar ucapannya.


"Dadaaaa mama.." Ella melambaikan tangannya tapi Imelda malah tersenyum membayangkan cucu.


.


.


.


Di mobil, Jarred benar-benar tertidur, begitupun dengan Aster. Kepala mereka tampak goyang ke kiri ke kanan tanpa mereka sadari lalu saling bersandar. Danny hanya tersenyum, lalu diam-diam memfoto atasannya itu.


"Lumayan.. bisa digunakan kapan-kapan." Gumamnya lalu memasukkan kembali ponselnya ke saku.


Sama juga dengan Ella yang terus menguap, baru saja dia meletakkan tasnya di meja Helma sudah disebelahnya.


"Kerjaan dari Sherry sudah di kerjakan semua kan?" Tanya Helma yang tampaknya sangat sibuk.


"Sudah, kemarin sore aku kerjakan." Jawab Ella.


"Ok, ikut ke ruang meeting nanti." Kata Helma lagi lalu pergi entah kemana. Ella hanya bisa mengikuti perintah dari seniornya.


Ella berjalan santai menuju ruang meeting khusus divisi Linda. Masih 10 menit sebelum meeting dimulai dan dia tidak mengerti meeting apa ini.


Ella masuk dan disana sudah ada beberapa senior dan juga Linda dan Helma yang sedang berdiskusi.


Ella memilih duduk di paling ujung karena dia merasa tidak terlalu dibutuhkan, sampai pintu dibuka kembali dan dia cukup terkejut siapa pemimpin meeting ini.


"Kak Levian.." Gumamnya dengan sangat amat kecil. Tampak Levian dan Danny masuk dan langsung duduk di kursi mereka dan meeting pun di mulai. Mereka membicarakan beberapa hal yang belum dimengerti Ella lalu artikel tentang artis pendatang baru yang sangat populer sekarang. Seorang aktor remaja yang baru diorbitkan beberapa bulan lalu dan Linda dan team-nya yang akan menuliskan artikel resmi tentangnya.


"Fiorella." Panggil Helma dan Ella langsung mendekat dengan memeluk laptopnya. Dia melirik ke arah Levian yang tampak dingin bahkan lebih dingin dari biasanya.


"Ya kak.." Bisik Ella setelah dekat dengan Helma.


"Ini yang kemarin dikasih mba Sherry." Ella membuka artikel yang langsung terhubung ke layar besar.


"Ha?"


"Artikel apa ini?" Tanya Linda tegas dengan nada sedikit emosi.


"Ini yang diberikan mba Sherry kemarin sore Bu Linda." Jawab Ella dengan jujur.


"Sherry, cepat cek kerjaan Fiorella!" Sherry yang disebut namanya segera beranjak dan melihat artikel yang dikerjaan Ella.


"Loh bukan ini yang aku kasih kemarin.. kenapa kau kerjakan artikel ini?" Tanya Sherry sambil melihat-lihat hasil ketikan Ella tentang aktris yang sedang terkena kasus.


"Mba Sherry kemarin sore kasih nya ini loh." Ella masih berikukuh karena dia merasa tidak ada yang salah.


"Cepat singkirkan artikel sampah ini!" Bisik Linda dengan tegas, membuat Helma memberi kode pada Ella untuk kembali ke tempat duduknya.


Ella ingin sekali membantah tapi dia sadar kalau semua mata sedang menatap padanya.


"Maaf Tuan, sepertinya artikel ini akan terlambat naik." Ucap Linda lirih sambil menatap pada Levian yang saat ini juga mengerutkan keningnya sambil melihat ke Ella.


"Hem.. jam berapa artikel itu bisa naik? Harus hari ini." Tanya Levin.


"Sebelum jam makan siang, wawancara esklusif juga jam 2 siang ini Tuan." Jawab Linda dengan yakin.


"Aku tunggu dan.. jika ada karyawan yang tidak bisa bekerja dengan baik, segera urus." Levin beranjak dari tempat duduknya lalu keluar diikuti oleh Danny.


Ella *******-***** tangannya dengan gelisah, dia bukan merasa bersalah tapi lebih ke bingung karena artikel itu.


"Benar juga.. ngapain ada yang menaikkan artikel tentang artis bermasalah untuk web resmi perusahaan.. lagian artis itu bukan dalam naungan perusahaan ini." Lirih Ella setelah kembali ke mejanya.


"Kau!" Linda menunjuk Ella, gadis itu tersentak kaget dan berdiri saat Linda melihatnya dengan tajam sambil menunjuk kearahnya.


"Nanti kau akan berurusan denganku!" Ucapnya lantang lalu masuk ke ruangannya diikuti oleh Helma dan Sherry. Mereka akan mengerjakan dengan cepat artikel itu.


Ella hanya bisa menghela nafas berat, dia ngantuk, lelah dan apa lagi ini? Ella benar-benar pusing sekarang.


Dengan langkah gontai dia masuk ke pantry dan membuat kopinya sendiri. Karena jam sibuk pantry terlihat kosong dan..


"Kak Levian.." Lirihnya saat melihat Levian sedang menyeruput kopi juga di salah satu kursi. Levian hanya menoleh lalu fokus lagi menikmati kopinya.


"Kak.. kau percaya padaku kan? Aku benar-benar mengerjakan sesuai yang dikasih." Ucap Ella lagi.


"Aku percaya dengan apa yang kulihat." Jawab Levian makin membuat Ella sedih.


"Jadi kak Levian gak percaya? Tapi.."


"Kau bodoh? Untuk apa aku menaikkan artikel seperti itu? Artis itu juga bukan artisku."


"Iya, aku baru sadar tadi.. maaf." Ella sangat menyesal tidak konsentrasi saat mengerjakan artikel itu. Yang dia pikirkan adalah cepat selesai.


"Ada pappernya?" Tanya Levian. Ella mengangguk cepat lalu berlari tanpa pamit untuk mengecek papper yang diberikan Sherry.


Ella membolak-balikkan semua map yang ada di mejanya mencari map biru. "Nah ini dia..." Ella berlari kembali ke pantry dan untungnya Levian masih disana sekarang bersama Danny.


"ini.." Ella memberikan pada Levian, pria itu membuka map itu.


"Ini.. coba lihat sendiri." Dia menyerahkan kembali pada Ella dan Ella terbelalak.


"Loh, map biru cuma 1 dan memang ini tapi isinya berbeda." Ujar nya.


"Coba nona cek cctv deh.." Seru Danny.


"Oh iyaaa..." Ella kembali berlari meninggalkan 2 pria itu yang hanya bisa menggeleng.


"Dia benar-benar bodoh jika berlari kembali kesini." Ucap Levian setelah itu menghela letih melihat Ella.


TBC~