Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
PART 24 - The Case (Pengantin Merah - 4)



Sudah sebulan kasus Pengantin Merah belum ada kemajuan. Aster, Ella dan Marcello juga masih mencari dan menyelidiki temuan-temuan mereka.


Marcello menemukan 2 orang datang ke lokasi TKP selang 1 hari setelah mayat ditemukan, tapi sayangnya 2 orang itu tidak diketahui siapa dan apa maksudnya.


"Salah satu orang ini melihat ke arah kamera rumah depan, tapi sayang mereka memakai masker dan hoodie dengan menutupi hampir seluruh wajah." Jelas Marcello pada Aster dan Ella.


"Kapan dapat ini?" Tanya Aster.


"Bulan lalu." Jawab Marcello.


"Kenapa gak ngomong dari bulan lalu?" Tanya Ella sedikit emosi.


"Aku sibuk, kalian kira kerjaanku cuma ini?" Balas Marcello sedikit kesal. Dia harus kuliah, kerja, bantu perusahaan juga dan lainnya.


"Harusnya kasih tau dulu jadi kami gak buang waktu Cello.." Ella kembali mengomel dan Marcello hanya diam tak mau menjawab agar tidak berbuntut panjang.


"Sepertinya keduanya laki-laki, dari cara jalan dan postur tubuhnya." Kata Aster dan Marcello setuju.


"Tapi aku cek mereka gak bawa mobil atau motor, hanya berjalan di gang kecil sebelah komplek dan hilang karena gak ada cctv disana." Jelas Marcello karena dia sudah cek semua tempat digang itu dan memang tidak ada cctv atau mobil. Bisa jadi kedua orang itu kabur lewat sana.


"Kata orang, si pelaku pasti kembali ke TKP. Apa mereka itu pelakunya?" Tanya Ella semakin bingung.


"Trus kancing?" Tanya Aster.


"Ini dibuat khusus tapi karna kita bukan polisi si pembuat ga mau kasih informasi apapun." Jawab Marcello dan mereka buntu seketika.


Ella mengetuk ketuk meja dengan pulpennya, Marcello masih berkutat dengan laptop dan Aster masih mencari kesamaan antara Redy dan Mila. Sebulan ini dia selalu memantau 2 sosial media mereka dan tidak ada sangkut paut apapun dari postingan mereka.


Jika Redy setiap hari pasti ada saja yang dia posting, lain dengan Mila yang hanya seminggu sekali.


"Bingung dengan Redy ini, kenapa email itu tertuju pada dia?" Tanya Aster pada akhirnya.


"Coba nonton video dia di utub saja, mungkin ada sesuatu." Ujar Marcello yang masih sibuk sendiri.


"Gila! Ratusan video itu." Sambar Ella namun membenarkan juga ucapan Marcello.


"Tapi iya juga sih.."


"Bagi tugas, kita tonton semua saja. Lagian video dia juga rata-rata hanya 15-25 menit." Saran Aster dan Ella akhirnya mengangguk setuju.


"Ok, kakak-kakak ku, kalian tonton itu karena aku sibuk. Bye!" Marcello beranjak dari tempat duduknya, sejak tadi mereka ada di salah satu restoran milik ayahnya karena Marcello merasa disana lebih aman.


"Kita pulang juga deh.. nonton dirumah aja sambil rebahan." Kata Aster lalu mereka berpisah. Kali ini mereka pulang masing-masing.


^^^^^^^^


Aster menghela lelah karena ini video ke 11 yang dia tonton dan tidak menemukan apapun. Sudah hampir tengah malam dan matanya sungguh tidak bisa lagi diajak kompromi. Akhirnya Aster terlelap dengan ponsel dan video yang masih menyala. Video itu menampakkan seorang wanita yang ternyata adalah korban si Pengantin Merah. Sayangnya Aster sudah jatuh tertidur.


Begitu juga Ella yang masih berusaha membuka matanya tapi sama, dia tertidur dengan video masih menampilkan Redy yang sedang bermain di kolam renang pribadinya di rumah untuk konten bermainnya.


Tapi tidak seperti Aster yang sudah jauh dalam alam mimpi, Ella masih setengah sadar dan berhasil melihat sosok yang diketahuinya bernama Yunita Asmira.


"Ini dia!" Teriak Ella tertahan karena dia sadar kalau sudah hampir tengah malam.


Ella melihat seksama dan mengirimkan tangkapan layar ke group yang mungkin tidak ada yang bangun saat ini.


.


.


"ELLA!! ASTAGA!" Teriak Imelda frustasi karena Ella belum bangun sama sekali padahal sudah jam 8 pagi.


"J sayang.. tolong bangunin adikmu, mama nyerah." Ujar Imelda memohon pada anak lelakinya.


"Hehehe begini cara banguninnya." Jarred terkekeh melihat mamanya yang kesal setengah mati pada anak gadisnya.


"Ella.. bangun! Ada breaking news kalo Oktav akan konser di sini." Teriak Jarred dari luar kamar Ella yang pintunya sudah terbuka lebar.


"HA! Mana kak.. mana?" Ella terduduk dan langsung berlari mencari remote tv, tapi melihat Jarred yang tertawa terbahak-bahak membuatnya sadar kalau sedang dikerjai oleh kakaknya.


"Ella sudah bangun ma.." Lapor Jarred sedikit berteriak agar Imelda yang sudah ada di bawah mendengarnya.


"Cepat mandi karna kelas kakak 1jam lagi dan hari ini ada kuis kalau kamu lupa." Ujar Jarred mengingatkan dan membuat mata Ella membuka sempurna.


"AAHHHH kenapa gak bangunin dari tadi sih.."


Ella dengan cepat berlari dan hanya mencuci wajahnya saja. Ganti baju dan makeup culunnya tidak lupa karena itu yang lumayan lama.


^^^^^^^^


"huh.. untung sempet." Kata Ella pelan, lalu bersandar ke kursi sambil menunggu Jarred yang masuk ke kelas mungkin sekitar 5 menit lagi.


"Heh culun! Kerjakan ini dan besok kembalikan." Perintah Carmen salah satu geng ABC yang selalu saja mengganggu kesenangan Ella.


"Iya iya.. besok." Jawab Ella sedikit malas tapi dia mengambil juga buku yang diberikan Carmen.


"1 saja karena ini hanya tugasku." Tambah Carmen lagi dan berlalu dari sana.


Ella tersenyum miring dan "Lihat saja besok, kamu akan kena lagi." Tanpa Carmen sadari, tugas besok akan membuatnya malu lagi.


Sepulang dari kuliah, Ella dan Aster bertemu di perpustakaan dan akan membahas temuan Ella.


"Jadi ini terbukti kalau Redy punya hubungan dengan korban itu."


"Tapi kenapa si pengirim email gak balas email kita ya?"


"Iya aneh..."


"Dan Mila ini siapa? Kenapa seperti teka-teki sih?"


"Sudah lah, yang penting terus pantau, aku akan tonton video lama dia manatau dapat sesuatu lagi."


"Ya sudah, aku pantau sosmed nya lagi deh.."


Ella menyandarkan kepalanya di atas meja, dia lelah sekali hari ini. Begitu juga Aster, mereka kompak bermalasan di perpustakaan.


TBC~