Magic Hands (Aster and Fiorella)

Magic Hands (Aster and Fiorella)
PART 36 - The Case (Lindungi Bayiku 6)



Toby yang panik langsung menuju rumah sakit dimana Sarah berada. Sarah masih dalam ruangan operasi, dokter berusaha keras menolong ibu dan anaknya.


"Toby... " Lirih Noni yang sejak tadi menangis meraung.


"Bagaimana bisa ma? Apa yang terjadi, ini perampokan atau apa?" Tanya Toby yang mulai lemas.


"Gak tau, ada abang ojol yang antar pesanan Sarah yang menemukan Sarah dan seorang wanita katanya." Jelas Noni yang juga tidak mengerti apa yang terjadi.


Polisi menghampiri, "Bapak adalah suami Ibu Sarah?" Tanya Polisi itu dan Toby mengangguk.


"Kami sedang selidiki, bapak tunggu saja disini dan nanti tolong ke kantor. Sementara kami akan menanyai saksi." Kata polisi itu dan Toby hanya bisa mengangguk.


Tak lama terdengar suara tangis bayi yang membuat Noni dan Toby lega, berarti bayinya selamat, bagaimana dengan Sarah?


Sejam berlalu dan akhirnya dokter keluar, Toby segera menghampiri dokter itu.


"Gimana dok?" Tanya Toby yang tidak tau lagi apa yang harus dia tanyakan, dia masih syok.


"Bayinya selamat, ibunya juga tapi kondisi ibu masih kritis. Untuk tusukan dan sayatan yang diterima tidak terlalu dalam." Jelas dokter membuat Toby lega, Noni langsung luruh ke lantai karena lemas.


"Terima kasih dokter." Ucap Toby, lalu dia menopang Noni yang hendak berdiri. Brankar Sarah keluar dari ruangan operasi beserta bayi dalam inkubator. Toby menangis melihat kondisi istri dan bayinya.


Sarah masih ada di ruangan ICU, sedangkan bayi mereka ada di ruangan bayi dan masih di observai oleh dokter.


"Bayi anda sehat." Ucap dokter, bayi laki-laki itu begitu sehat karena Sarah begitu menjaga kandungannya selama ini.


.


.


.


Kabar Sarah juga sampai pada Aster dan Ella, mereka juga syok tapi lega ketika tau bayinya selamat, meskipun Sarah masih kritis akibat pendarahan. Begitu juga Melisa yang sangat sedih dan menyesal harus bertugas dan meninggalkan Sarah.


"Jadi pelakunya siapa?" Tanya Ella tidak sabaran.


"Belum tau non, polisi sedang cek cctv di komplek itu. Di rumah Sarah tidak ada cctv." Jawab salah satu pengawalnya yang memberi informasi.


"Eh.. cctv banyak.. duh.." Ella panik, cctv mereka masih terpasang dan belum sempat Melisa bereskan.


"Informasi terbaru non.. polisi temukan beberapa cctv yang tidak diketahui pemilik rumah." Lapor pengawal itu.


"Gawat ini.. gimana dong?" Tanya Ella pada Jarwo yang ada disana juga, mereka sedang menunggu Aster keluar karena masih ada kelas dadakan di sore ini.


"Melisa bilang dia yang akan jelasin ke mereka." Kata Jarwo begitu mendapat pesan dari Melisa.


"Ya udah deh.."


.


.


.


"Mba Sarah yang minta pak untuk pasang cctv disana, seharusnya dari bulan lalu saya bereskan tapi belum sempat. Mba Melisa merasa ada yang mau mencelakainya dan ini semua hasil lab kesehatan dan beberapa bukti ada yang ingin mencelakai mba Mel dan kandungannya." Melisa menjelaskan dan memberikan semua yang dia dapatkan selama ini. Melisa juga belum dia beritahu karena akan mengungkap semuanya saat Sarah sudah melahirkan dengan selamat.


"Jadi ini semua..." Toby tak bisa berkata-kata, selama ini Sarah menyelesaikan sendirian tanpa memberitahunya. Kecewa dan sesal dia rasakan.


"Jangan sedih pak, mba Mel bilang anda sangat sibuk untuk masa depan keluarga jadi dia bisa selesaikan sendiri. Dan maaf.. kami juga awalnya mencurigai anda, tapi anda terbukti tidak bersalah. Tapi.."


Melisa tidak melanjutkan penjelasannya, Toby tampak terkejut.


"Jangan marah pak, semua memungkinkan. Ya kan pak polisi?" Tanya Melisa mencari dukungan.


"Benar pak, semua memungkinkan dan korban pasti akan lebih berhati-hati apalagi sudah mengalami keguguran yang pertama." Timpal polisi itu dan Toby mengerti. Polisi juga sudah tau siapa pelakunya hanya saja masih ingin mendengarkan kesaksian dari Melisa.


"Saya belum memberitau mba Sarah, saya curiga pada Naomi tapi tidak punya bukti.Hanya saja saya pernah dapat botol berisi bubuk mencurigakan dan hasil lab nya bisa baca sendiri. Nah waktu saya cari lagi botol itu sudah tidak ada."


Melisa membeberkan semuanya dan polisi yang akan ambil alih sekarang.


"Pasti Naomi, pagi ini dia datang ke toko dan kembali memaksaku menerimanya, tidak apa menjadi istri kedua katanya tapi aku tetap menolak." Ungkap Toby juga, polisi dan Melisa tidak terlalu terkejut. Pasti ada motif atas semuanya.


Saksi si abang ojol sudah memastikan kalau wanita yang dia lihat, pelaku penusukan pada Sarah adalah Naomi. Polisi juga mendapatkan cctv jelas kejadian sebenarnya. Naomi menjadi buronan selama beberapa hari dan akhirnya berhasil di tangkap di rumah orang tuanya.


Noni begitu terpukul karena Naomi adalah keponakan kesayangannya, sudah dia anggap anak sendiri karena Toby adalah anak semata wayang.


Sarah akhirnya siuman di hari ke empat, dia menangis tersedu-sedu begitu takut kehilangan bayinya.


"Sudah.. semua sudah berakhir, maafkan mas ya.. mengabaikanmu sampai ini terjadi." Toby memeluknya, meminta maaf berkali-kali dan menguatkan Sarah.


Bayi mungil dan lucu itu akhirnya dibawa masuk ke kamar rawat Sarah, dia begitu terharu bisa memeluk bayinya, memberinya asi dan semua hal terbaik akan dia berikan.


"Dokter sarankan jangan hamil dulu minimal 2 tahun." Ucap Noni memperingatkan.


"Iya ma.. kami akan hati-hati." Kata Toby yang masih takjub dengan bayi mungilnya.


Akhirnya semua selesai dan Toby pastikan Naomi akan mendapat hukuman yang lama akibat perbuatannya.


.


.


.


Setelah lebih sehat, Toby baru memperbolehkan Sarah dijenguk. Mereka masih di rumah sakit.


Aster, Ella dan Melisa juga datang. Sarah mengucapkan terima kasih berkali-kali saat Toby tidak ada. Aster dan Ella dataang sebagai teman dan Sarah merupakan langganan Magical Flower.


"Kali ini mba harus cari ART yang asli." Lirih Sarah yang akan berpisah dari Melisa.


"Iya mba, nanti kami bantu cari ya.." Sahut Melisa dan Sarah tersenyum pada Melisa dan sangat bersyukur bertemu dengan 3 orang malaikat yang membantunya.


TBC~