
Sepertinya ancaman Jarred berhasil, Ella berdandan normal saat ini. Mereka sekeluarga akan berangkat dengan pesawat pribadi milik Hastanta. Hanya Fano, Imelda, Ella dan Jarred saja karena memang mereka tidak mau beramai-ramai di acara wisuda nanti.
Jarred terkenal dengan sifat dingin namun baik hati, sebagai mahasiswa berprestasi bahkan di usia yang masih sangat muda dia berhasil menyelesaikan S2 nya seperti sang ayah Fano. Jarred bahkan belum genap 22 tahun.
Ella dengan kaos hitam dan rok pendek kulitnya tampak sangat cantik meskipun dandanan simple saja. bahkan hanya sedikit bedak, eyeshadow natural dan liptint dengan warna merah disapu tipis membuatnya tampak cantik.
"Sudah selesai sayang?" Tanya Imel sambil mengelus rambut hitam panjang tergerai milik Ella yang sama dengan milik Imel juga.
"Iya mama.. lets go kita berangkat." Kata Ella dengan riang. Apalagi kalau bukan untuk bertemu idolanya nanti.
16 jam perjalanan membuat Ella mengantuk, akhirnya setelah cerita panjang tentang idolanya pada kakaknya Ella tertidur juga di pundak Jarred. Dengan iseng Jarred berselfie dengan wajah Ella yang hanya terlihat setengah karena rambutnya yang menutupi. Nanti dia akan menguploadnya.
"Akhirnya sampaaaiii..." Pekik Ella senang dan menghirup dalam-dalam udara disana. Sedangkan Fano dan Imel berjalan sambil bergandengan tangan. Ella juga sibuk dengan ponselnya yang terus bergetar. Banyak pesan dari Aster dan kasus baru yang dilaporkan. Hanya sekerdar tau, agar Ella bisa mengikuti kasus mereka nantinya.
Jarred akhirnya merebut ponsel Ella. "Kakak.. iihh balikin." Ella mengejar Jarred yang membawa kabur ponselnya.
"Stop lihat ponsel sayang.." Ujar Jarred dan Ella hanya cemberut dan kembali melihat ponselnya setelah Jarred mengembalikan.
"Kita ke hotel atau apartemen J?" Tanya Imel.
"Apartemen ma, J sudah minta teman-teman untuk mengungsi." Jawab Jarred dan Imel hanya mengangguk.
"Ga kasian kak? Mereka tinggal dimana?" Tanya Ella yang tau jika apartemen Jarred di sewakan dengan harga lebih murah untuk adik-adik kelasnya yang berprestasi tapi mempunyai keuangan terbatas.
"Ada tempat lain, mereka aman." Jawab Jarred dan Ella hanya mengangguk. Sebenarnya bisa saja teman-teman Jarred masih tinggal disana, hanya saja Jarred tidak mau Ella risih dengan orang lain dengan dandanan normalnya.
Ella terlalu cantik dan pasti akan buat kehebohan nantinya, apalagi tinggal 1 atap dengan laki-laki yang baru dikenalnya. Meskipun bukan apartemen mewah tapi sangat nyaman.
"Sayangnya papa cantik banget." Ucap Fano saat melihat Ella keluar dari kamarnya.
Ella menggerai rambutnya yang sedikit di curly natural, hair pin mutiara tersemat di samping pelipisnya dan dress softpink membuat penampilannya sempurna. Sederhana tapi manis dan elegant.
"Nah gini baru adiknya kakak." Jarred juga melabuhkan ciuman di kening Ella yang tersenyum bahagia.
"Iya dong, mama paling cantik." Balas Fano tersenyum.
.
.
.
Acara wisuda berlangsung dengan sukses dan saat ini terlihat semua orang berfoto dengan keluarga masing-masing sambil menunggu waktu malam untuk perayaan berhasilnya seluruh mahasiswa mendapatkan gelarnya masing-masing.
Begitu juga Jarred dan keluarganya, bahkan teman-temannya juga sangat ingin berfoto dengan keluarga Jarred karena melihat mereka adalah keluarga yang sempurna.
Ayah, ibu, adik dan Jarred sendiri merupakan bibit unggul. Banyak juga para mahasiswa yang ingin berfoto atau berkenalan dengan Ella tapi selalu ditolak. Jarred juga sedang sibuk meladeni para gadis yang mau berfoto tapi tidak semua juga dia terima, hanya yang dia kenal dekat saja.
"Kak, pulang..." Rengek Ella karena tidak nyaman dengan tatapan memuja dari orang-orang. Dia biasanya berdadan culun untuk menghindari tatapan itu.
"OK. Sebentar, kakak pamit dulu." Ella mengangguk dan kembali ke tengah-tengah orang tuanya agar terhindar dari orang-orang.
"Sabar sayang, jangan takut dengan mereka. Kalau begini gimana mau dapat pacar?" Tanya Imel sedikit menggoda putrinya.
"Pacar apa?" Tanya Fano tidak suka, Ella putrinya yang berharga jadi kalau pacar harus persetujuan dirinya.
"hahahah Ella udah besar sayang, udah waktunya punya pacar. Daripada hanya main saja." Jawab Imel dan Ella menghembuskan nafanya lemah. Dia tidak mau punya pacar, dia sudah punya Oktav.
Jarred melihat wajah sebal Ella dan sudah tau apa yang ada di kepala adiknya saat ini. Pasti tentang Oktav.
"Siap-siap nanti malam ada party dan seperti kakak bilang ada Oktav disana." Ucap Jarred yang membuat wajah kecut Ella menjadi kembali berseri.
"Benar ya.. kalau gitu Ella mau dandan yang cantik." Dengan wajah berserinya Ella meluncur kembali ke kamarnya dan akan mandi dengan berendam, menggosok seluruh tubuhnya hingga bersih dan wangi.
"Padahal masih ada waktu 4 jam sampai malam tiba, ada-ada saja Ella." Imel menggeleng melihat gadisnya itu yang begitu semangat melihat idolanya. Fano hanya terkekeh pelan sambil mengecup kening istrinya. Sedangkan Jarred sedang menghubungi teman-temannya agar mereka masuk bersama nanti. Tentu mantan pacar Jarred juga ada disana dan dia galau saat ini.
TBC ~