Love Me Please, Hubby

Love Me Please, Hubby
Ch 88 - Mencoba Berdamai dengan Masa Lalu



Zico berjalan ke mobilnya. Tiba-tiba langkahnya terhenti. Vanno yang berjalan di belakangnya juga ikut menghentikan langkahnya.


"Ada apa Pak?"


"Batalkan eksekusinya. Cukup masukkan dia ke RSJ saja."


"Baik Pak." Bibir Vanno tersenyum senang. Nyonya memang jahat, tukang selingkuh dan juga suka merendahkan orang lain. Tapi hukuman di perkosa secara beramai-ramai rasanya terlalu jahat untuk di terimanya. Dia senang bosnya itu membatalkan perintahnya. Setidaknya pandangannya yang penuh respect dan kekaguman terhadap bosnya tidak di nodai dengan sikap bosnya yang kejam. Vanno tahu, di balik sikap dingin dan pemarahnya, bosnya itu masih memiliki hati yang baik.


Vanno kembali masuk ke dalam gudang dan menyampaikan perintah tuannya. Kemudian mereka membawa Zevana keluar dari gudang dan memasukkannya ke dalam mobil van dan membawanya ke rumah sakit jiwa. Zico menatap kepergiannya dengan perasaan hampa.


"Kembali ke Villa."


"Baik Pak."


Zico masih tidak bisa memaafkan Mama. Sama seperti dia tidak bisa memaafkan Zee. Dia sudah memberikan hukuman terhadap Zee, tapi dia tidak bisa melakukan hal yang sama terhadap Mama. Bagaimana pun wanita itu adalah orang yang telah melahirkannya. Dia tidak bisa memperlakukan Mama seperti dia memperlakukan Zee. Pada akhirnya yang bisa di lakukan Zico hanyalah memutus semua komunikasi terhadap wanita itu.


Dia hanya ingin hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Dia tidak ingin kebahagiaannya di ganggu oleh keluarga yang tidak mendukungnya. Dia lebih baik memutuskan hubungan dengan mereka dibanding melihat keluarga kecilnya tidak bahagia.


“Daddy?” Suara cadel Zoey membuyarkan lamunan Zico. Dia menoleh dan menatap wajah bermata bulat itu dengan penuh rasa sayang. Dia meraih tubuh Zoey dan memangkunya.


“Iya?”


“Daddy…Kata Mommih, Daddy benel-benel Daddy-nya Zoey? Kata Mommih Daddy udah pulang dali sulga kalena kangen Zoey? Benelan Daddy?” Zoey bertanya dengan polos.


“Benar Nak. Aku adalah ayahmu. Aku adalah Daddymu. Sekarang Daddy sudah pulang. Daddy tidak akan pernah meninggalkan Zoey lagi.”


“Kenapa Daddy balu pulang? Zoey kangen tauk. Apa sulga benel-benel bagus? Kata Mommih sulga itu bagus. Apa kalena sulga bagus, Daddy balu pulang?”


Zico ingin mengutuk Nisha. Berani-beraninya wanita jahat itu mengatakan pada Zoey bahwa ayahnya sudah di surga. Apa di pikirnya dirinya sudah mati?! Sepertinya dia harus memberi wanita itu pelajaran nanti malam!!


“Daddy pulang karena sangat merindukan Zoey. Daddy janji tidak akan pernah pergi lagi, oke?”


“Oke.” Zoey meraih wajah Zico dan mengecup pipinya. Setiap kali melakukannya, mata Zico selalu berkaca-kaca. Dia masih belum terbiasa dengan perlakuan hangat seperti ini.


“Mana Mommy?”


“Mommih di depan tuh…”


Sembari menggendong Zoey, Zico pergi ke ruang depan. Dia melihat wanita tercintanya sedang asik membaca koran. Zico mengecup kepala Nisha dari belakang. Membuat Nisha terkejut dan mendongakkan kepalanya.


“Membuat kaget saja.”


“Ayo siap-siap.”


“Siap-siap? Mau kemana?”


“Tidakkah Kamu ingin melihat ibumu? Sudah saatnya Aku meminta restu beliau secara langsung. Masih banyak hal yang harus Kita lakukan. Ayo ganti bajumu.”


“Se-sekarang?”


“Gak, tahun depan.” Zico ngeloyor pergi. Sifat humoris mulai sedikit menghampirinya.


Zoey dan Zico berganti baju. Sejak memutuskan untuk menerima Zoey sebagai putranya, Zico sudah banyak membeli baju-baju kembaran. Berharap dengan melakukan hal sepele seperti itu bisa lebih mendekatkannya dengan Zoey. Sekarang tidak perlu alasan untuk lebih dekat dengan Zoey. Zoey adalah putranya!! Dia bebas melakukan hal apapun bersama putranya tersebut.


Zico memakai baju bertuliskan "I'm Your Daddy" sedangkan Zoey memakai baju bertuliskan "I'm Your Little Boy". Zico tersenyum bangga melihat kemiripan mereka.


"Zoey, siapa Daddy-nya Zoey?"


"Daddy Zi!!"


"Zoey mirip siapa?"


"Daddy Zi!"


"Apakah Kita tampan?"


"Yeah!"


"Toss dulu."


"Yeah!" Zico dan Zoey melakukan toss. Kemudian mereka tertawa bersama-sama dengan abstraknya. Nisha melihatnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Jangan mengajarinya aneh-aneh."


"Zoey, siapa wanita paling cantik?"


"Mommih!"


"Siapa wanita paling cerewet?"


"Mommih!"


"Mommih!"


"Toss dulu."


"Yeeayyy!" Zico dan Zoey kembali melakukan toss. Zico menggendong Zoey dan berlari ke arah Nisha.


"Mommy, ai lav yuuuuh Miii, muuuaacchh." Zico dan Zoey mencium pipi Nisha secara bersamaan. Mengecupnya berlama-lama.


"Ah, pergi kalian semua. Mommy mau dandan dulu." Nisha menyingkirkan wajah-wajah yang menempel di pipinya dengan paksa.


"Cium Kami dulu Miii..." Zico menyodorkan pipinya, di ikuti oleh Zoey. Nisha menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kekompakan duo anak ayah ini. Sejak kapan mereka jadi se akrab ini? Nisha menciumi mereka satu-persatu dan mengusir keduanya dari kamar. Dia melanjutkan berdandannya.


Setengah jam kemudian, Nisha baru selesai berdandan. Dengan bersemangat dia pergi ke ruang depan. Tidak ada suara-suara di ruang depan. Kemanakah duo itu pergi? Nisha melihat sekeliling, matanya tertegun ketika melihat dua kesayangan sedang tertidur pulas di sofa. Senyum kecil tersungging di bibirnya.


Nisha mendekati mereka berdua. Menatap keduanya membuat matanya berkaca-kaca. Ini adalah mimpi yang tak berani di bayangkannya. Semenjak hamil Zoey dan memiliki perasaan terhadap Zico, dia membayangkan bisa hidup bersama dengan mereka. Mengalami masa-masa bahagia bersama. Dia tidak menyangka kebahagiaan yang di impikannya akan datang lima tahun kemudian.


Nisha mengecupi satu-persatu kening kesayangannya. "I love you kesayanganku..." Bisiknya dengan penuh cinta.


***


"Gala-gala Mommih nih naek pesawatnya telat kan."


"Kok Zoey nyalahin Mommy? Yang ketiduran siapa?"


"Kan Zoey sama Daddy tidul nungguin Mommy, huh."


"Ya sudah jangan cemberut. Pesawatnya gak akan ninggalin Zoey. Mau selama apa Zoey tidur, pesawatnya tetap akan nungguin Zoey. Ayo Kita pergi." Zico menaruh Zoey di pundaknya, sementara tangannya menggandeng tangan Nisha.


Mereka pergi ke kota Surabaya mengendarai jet pribadi. Selama perjalanan, Zico lebih banyak terdiam. Sepertinya dia sangat khawatir dan grogi. Dia sudah memberi kesan buruk. Menghamili Nisha tanpa menikahinya secara sah. Kemudian meninggalkan wanita itu. Dan lima tahun kemudian dia kembali dengan menculik Nisha dan putranya. Bila dia berada di posisi sebagai orang tua Nisha, dia pasti tidak akan mau menerima orang seperti dirinya sebagai menantu.


"Haahh..." Tanpa sadar Zico menghela napas. Nisha menyadarinya. Bibirnya tersenyum lucu. Tangan Nisha menepuk-nepuk bahu Zico, berusaha untuk menenangkan.


"Sudahlah. Jangan khawatir. Ibu pasti mau menerimamu. Beliau tidak sekolot itu."


"Kamu yakin?"


"Sangat yakin. Aku sangat mengenal orang tuaku."


"Huu...huek..." Zico berlari ke toilet pesawat. Nisha mengikutinya. Zico memuntahkan sarapan yang di makannya. Nisha memijit-mijit punggungnya dengan lembut.


"Mau bertemu sama mertua saja sudah membuatmu seperti ini, Mr. Arrogant." Nisha tersenyum kecil. Tangannya masih memijit-mijit punggung Zico.


"Zoey, tolong ambilin minyak telon di tas Mommy Nak."


"Minyak telonnya Zoey Mih?"


"Iya, punya Zoey. Tolong ambilin ya Nak."


"Iya Mih." Zoey datang sembari membawa minyak telon di tangannya. Nisha mengoleskan minyak telon di sepanjang leher Zico dan memijit-mijit kepala laki-laki itu.


"Sudah enakan?" Zico mengangguk-anggukan kepalanya.


"Masih mau muntah lagi?" Zico menggelengkan kepalanya. Nisha membawa Zico kembali ke tempat duduk.


"Apa ketemu Ibu di batalin saja?"


"Gak. Gak usah."


"Tapi Kamu sedang tidak enak badan gitu."


"Ya, ini mungkin efek nervous mau ketemu ibu mertua." Zico ngeles. Keringat dingin masih membasahi tubuhnya. Dengan telaten Nisha mengusap keringat itu.


"Daddy sakit?" Zoey mendekat dan memegang kening Daddy-nya.


"Daddy gak apa-apa Nak." Zico meraih tubuh Zoey dan memangkunya.


"Beneran sudah gak apa-apa?"


"Iya gak apa-apa. Bentar lagi juga nyampe." Zico memejamkan matanya. Perutnya masih bergejolak, tapi dia berusaha untuk menahannya. Entah mengapa tubuhnya menjadi seperti ini. Apa benar karena efek akan bertemu dengan ibu mertua?


***


Happy Reading 🥰🤗😙