Love Me Please, Hubby

Love Me Please, Hubby
Ch 53 - Wanita Itu Mengetahui Semuanya



“Bagaimana? Apa Kamu sudah mendapatkan informasi tentang


wanita itu?”


“Kami sudah mendapatkannya. Semua informasi akan Kami


kirimkan melalui email. Pastikan Anda menyelesaikan urusan transaksi Kita


terlebih dahulu.”


“Jangan khawatir. Informasi itu lebih mahal dari harga yang


harus kubayar. Akan kukirimkan bukti tranfernya. Segera kirim informasinya. Aku


tunggu.”


Zevana menutup panggilan teleponnya. Dia segera mengirim


sejumlah uang dan mengirim buktinya pada si penelepon. Ya, dia menggunakan


sebuah jasa untuk menyelidiki ART itu. Dia memiliki feeling kuat bahwa hubungan


Zico dan ART itu lebih dari sekedar hubungan majikan dan bawahan.


Zee melihat ada notif masuk di emailnya. Dengan cepat dia


segera membuka email itu. Setiap kata-kata yang di bacanya membuat pupil


matanya semakin membesar, mulutnya ternganga, tangan dan tubuhnya bergetar


menahan amarah.


“BR*NGSEK!! WHAT THE F*CK!!” Zee berteriak dan melempar


ponselnya ke tembok. “B*JINGAN!! B*JINGAN BR*NGSEK!! Berani-beraninya!! Berani-


beraninya Kamu melakukan itu padaku!!ARGGGGHHH!!!”


Teriakan Zee rupanya di dengar oleh Mama. Dengan


tergopoh-gopoh Mama menghampiri kamar Zee dan menerobos masuk.


“Ada apa sayang? Kamu kenapa?” Mama mendekati Zee dan


berusaha untuk memeluknya. Zee menepis pelukan Mama, menatap Mama dengan marah.


“Kenapa Mama berbohong padaku?! Kenapa Ma?! Tega sekali


kalian! Tega!!”


“Ada apa Zee? Kamu kenapa Nak? Mama berbohong apa?” Mama


menatap dengan bingung.


“Mama jangan berpura-pura lagi! Zee sudah tahu semuanya Ma!!


Akkhhhh!!” Zee kembali berteriak. Mama mendekatinya dan memeluknya.


“Ada apa Nak? Kamu kenapa?”


Zee tidak menjawab pertanyaan Mama. Campuran rasa amarah dan


kecewa menguasainya. Dia menangis bukan karena patah hati, tapi lebih kepada


perasaan murka yang menguasai hatinya. Berani-beraninya Zico melakukan hal


seperti ini terhadapnya?! Baru beberapa bulan yang lalu laki-laki itu


memohon-mohon agar dia tidak memutuskan pertunangan mereka, lalu mengapa


sekarang laki-laki itu malah seperti ini? Menghamili seorang wanita dan tinggal


bersamanya? Bahkan wanita itu tidak sebanding dengan dirinya. Hanya seorang


office girl!! Wanita rendahan  yang


derajjatnya sangat jauh di bawahnya!! Berani-beraninya!!


“Kenapa Mama tidak mengatakannya padaku?! Mama tahu semuanya,


tapi mengapa menyembunyikan semuanya?! Kenapa Ma?! Apa salah Zee Ma?? Huaaaa…”


Zevana kembali menangis.


Mama terpaku mendengar semua perkataan Zee. Perasaan


bersalah, bingung dan malu terlihat jelas pada raut wajahnya. Dia benar-benar


tidak menyangka Zevana akan mengetahui masalah ini. Dia sudah berencana untuk


menyingkirkan wanita rendahan itu dulu sebelum Zee mengetahuinya. Sekarang


rencananya menjadi berantakan. Apa yang harus di lakukannya?


“Ma-maafkan Mama Nak… Mama tidak bermaksud untuk


menyembunyikannya Nak. Mama minta maaf. Mama yang salah Nak. Mama tidak bisa


mendidik Zico dengan baik. Tolong maafkan Zico Nak. Kamu boleh membenci Mama,


tapi maafkan lah Zico Nak. Dia tidak melakukan ini dengan sengaja…” Mama masih


memeluk Zee dengan erat. Zee masih menangis. Perasaannya sangat terluka. Bukan


karena cintanya yang besar untuk Zico, tapi lebih kepada harga dirinya yang


terluka.


“Kalau Kamu bersedia memaafkan Zico, Mama berjanji padamu


Nak… Mama akan melakukan apapun untuk menyatukan kalian berdua. Kamu tahu Mama


sangat menyayangimu Nak. Hanya Kamu yang pantas bersanding dengan anak Mama.


Tidak ada wanita lain yang sepadan dengannya selain dirimu Nak. Maafkan Zico


Nak. Kembalilah padanya. Mama mohon padamu Nak…” Mama memohon dengan suara


sedih. Dia takut impiannya untuk memiliki menantu seperti Zevana kandas.


Perkataan Mama seperti menjadi angin segar bagi Zevana. Tanpa


dia memohon pun, Mama sudah lebih dulu memohon padanya. Hal ini dapat di


manfaatkannya untuk membuat Zico kembali berada di sisinya.


“Mama beneran akan melakukan apapun?” Zevana menatap Mama,


“Apapun. Apapun akan Mama lakukan asalkan Kamu memaafkan Zico


dan kembali bersamanya Nak…”


Zevana duduk tegak. Mengusap airmata di pipinya. Dia menatap


Mama dalam-dalam. “Zee ingin memaafkan dia Ma. Tapi meskipun Zee memaafkan,


Zizi tidak akan kembali ke sisiku Ma. Dia sudah menolakku dan memilih wanita


itu. Tidak ada yang bisa Zee lakukan Ma…” Zee menunduk, memasang wajah sedih.


Ingin menarik simpati Mama dengan berpura-pura menjadi wanita yang menyedihkan.


“Asalkan Kamu mau kembali pada Zico, Mama akan melakukan


apapun untuk menyatukan kalian Nak. Kamu jangan khawatir Nak. Mama akan membuat


wanita rendahan itu menghilang dari kehidupan kalian berdua. Wanita itu tidak


akan mengganggu hubungan kalian lagi. Kamu bisa mempercayai Mama.” Mama kembali


memeluk Zee. Perasaannya begitu lega mengetahui Zevana bersedia kembali ke sisi


Zico. Timbul tekad dalam dirinya, apapun harus di lakukannya untuk membuat


wanita rendahan itu menghilang dari kehidupan mereka.


“Kamu tidak perlu khawatir Nak. Mama akan segera membuat Zi


menjadi milikmu lagi. Karena  dari awal,


hanya Kamu lah pemilik dia yang sebenarnya.” Mama mengelus rambur Zevana.


Tatapan matanya begitu terkekad. Timbul berbagai rencana yang harus di


lakukannya untuk memisahkan wanita rendahan itu dari anaknya.


***


“Cari semua info mengenai wanita itu. Awasi semua


gerak-geriknya. Cari kesalahan dan kelemahannya. Laporkan semuanya padaku.


Mengerti?!”


“Mengerti Nyonya. Akan Kami lakukan sesuai dengan perintah


Nyonya.”


“Aku tunggu kabarnya. Segera!”


“Baik Nyonya…”


Mama menutup panggilan telepon itu. Rencananya semakin jelas


sekarang. Dia harus mencari tahu segala sesuatu tentang wanita itu. Dia harus


tahu semua kesalahan wanita itu, baik di masa lalu maupun saat ini. Hal-hal itu


bisa di gunakannya untuk membuat mereka berdua berpisah. Dia harus bisa membuat


Zico sangat membenci wanita itu hingga Zico sendiri lah yang akan membuang


wanita itu.


Kemudian, ketika wanita itu sudah pergi dari hidup Zico maka


Zevana akan kembali memasuki kehidupan pria itu. Dia akan menjadikan Zevana


sebagai menantunya! Dia akan mengembalikan semuanya pada tempatnya


masing-masing.


***


“Girl, sudah bangun?”


“Iya.”


“Ayo pergi keluar.”


“Aku sedang tidak ingin


kemana-mana.”


“Ayolah, Kamu harus


keluar Girl. Kamu butuh suasana baru. Jangan terlalu stress, itu tidak baik


untuk kandunganmu.”


“Tapi Aku benar-benar


tidak ingin keluar.”


“Aku tidak mau


mendengar penjelasanmu. Sepuluh menit lagi Aku sampai. Bersiap-siaplah.”


Nisha menatap isi percakapannya dengan Daniel. Sepanjang


malam yang di lakukannya hanyalah menangis dan menangis. Meratapi masa depannya


yang tidak jelas. Memikirkan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Zico yang


tidak memiliki masa depan. Meratapi nasibnya yang harus jauh dengan anaknya


ketika waktunya nanti telah tiba.


Nisha memegang perutnya dengan lembut. Berharap perasaan


sedihnya tidak di rasakan oleh bayinya. Haruskah dia keluar dan mengikuti saran


Daniel? Mungkin suasana baru bisa sedikit mengubah suasana hatinya. Dia tidak


ingin bayinya merasakan apa yang di rasakannya. Bayi ini harus tumbuh sehat dan


bahagia tanpa tekanan dari lingkungan eksternal.


“Baiklah, Aku akan


keluar denganmu.” Nisha membalas pesan itu.


***