Love Me Please, Hubby

Love Me Please, Hubby
Ch 71 - Akhirnya Kamu Sah Menjadi Milikku!!



“Girl?? God bless you. Akhirnya Kamu menghubungiku. Kemana saja Kamu Girl? Kenapa nomormu tidak aktif? Kenapa Kamu susah di hubungi?”


“Eh Eumm…”


“Aku sudah berencana untuk mengerahkan orang-orangku untuk mencarimu. Dimana Kamu sekarang? Apa Kamu baik-baik saja?”


“Ye-yeah. Aku baik-baik saja…”


“Girl, ada yang Kamu sembunyikan? Katakan padaku Girl? Apa yang terjadi?”


“Ti-tidak. Tidak ada yang Aku sembunyikan.”


“Kamu yakin baik-baik saja? Apa Kamu sudah bertemu dengannya?”


“Ti-tidak. Aku tidak bertemu dengannya. Ak-aku baik-baik saja…”


“Dimana Kamu Girl? Aku akan pergi menyusulmu…”


“Jangan!! Kamu tidak boleh!!”


“Girl, kenapa Kamu berteriak? Mengapa Aku tidak boleh ke tempatmu?”


“Aku sedang berada di rumah teman. Akan sangat canggung kalau Kamu kesini…”


“Yakin Kamu baik-baik saja? Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan?”


“Aku baik-baik saja. Aku tidak sedang menyembunyikan apapun darimu. Aku hanya akan mengatakan hal itu. Aku tutup teleponnya.”


“Girl, jangan ragu-ragu untuk meminta bantuanku. Katakan apapun masalahmu. Sebisa mungkin Aku akan membuatmu keluar dari masalah itu…”


“Aku sedang tidak ada masalah. Aku tutup dulu, bye.” Nisha segera menutup teleponnya. Zico berdiri sangat dekat dengannya. Berusaha untuk mendengarkan setiap percakapan yang dilakukan Nisha.


“Siapa Uncle Niel?”


“Bu-bukan siapa-siapa…”


“Apa hubunganmu dengannya? Mengapa dia menghubungimu ratusan kali?”


“Aku bilang tidak ada hubungan apa-apa! Kalaupun ada itu bukan urusanmu! Ingat untuk tidak mencampuri urusan pribadiku!”


“Lalu siapa ayah Zoe? Apa laki-laki keparat itu? Dimana dia sekarang? Mengapa dia meninggalkanmu membesarkan anak itu sendiri?”


“Itu juga bukan urusanmu Tuan Zico. Siapkan perjanjian itu dengan baik. Panggil Aku ketika perjanjian itu sudah siap. Aku permisi dulu.” Nisha bergerak menjauh dari Zico, dengan gerakan cepat Zico meraih tangan Nisha. Menarik wanita itu sehingga Nisha jatuh ke pelukannya. Kemudian dia langsung mencium bibir Nisha dengan paksa.


“Uuuhhmmm!!”


Tangan Zico merengkuh tubuh Nisha dengan kuat. Sementara tangan satunya memegang kepala Nisha agar tidak berpindah posisi. Dia melumat bibir Nisha dengan buas. Menjelajahi setiap bagian di dalamnya. Nisha tetap memberontak. Akhirnya dia mengigit bibir Zico kuat-kuat dan menendang tulang kering laki-laki itu.


“Aakhh!” Zico melepaskan pelukannya. Dia meraba bibirnya yang berdarah. Menatap Nisha yang berlari menjauh darinya dengan tatapan lapar. Dekat dengan wanita itu selalu membuat birahinya bangkit. Entah sebenci dan sedendam apa dia pada wanita itu, tapi tubuhnya tidak bisa di bohongi. Tubuhnya hanya bereaksi pada Nisha. Dia heran bagaimana dia bisa bertahan tidak menyentuh wanita lain selama lima tahun terakhir ini. Apa memang wanita itu sudah benar-benar menguasai hati dan tubuhnya? Haaahh!!


“Ajukan gugatan cerai untuknya. Cari bukti yang kuat untuk memberatkannya. Aku ingin proses itu selesai dalam minggu ini. Dan juga, siapkan berkas-berkas pernikahan yang baru. Akan Aku kirim datanya. Mengerti?”


“Ya. Aku tidak menikah dengan wanita lain. Aku hanya menikahi istriku sendiri.”


“Mak-maksudnya Pak?”


“Bukan apa-apa. Segera kerjakan apa yang Aku perintahkan!”


“Ba-baik Pak.”


Zico menutup panggilan teleponnya. Yang perlu di lakukannya adalah menceraikan Zevana dan menjadikan Nisha sebagai miliknya lagi. Apapun yang terjadi, dia tidak akan membiarkan wanita itu pergi dari hidupnya lagi!!


***


Zevana menatap surat yang berisi gugatan cerai itu dengan mata terbelalak. Bolak-balik dia membaca surat itu. Berharap ada kesalahan dalam pengirimannya. Tapi surat itu benar-benar untuknya. Di surat tertulis jelas namanya maupun Zico. Zevana mulai membaca lembar kedua. Tubuhnya menjadi semakin gemetar. Zico mengajukan gugatan yang memberatkannya. Di dalam isi gugatan tertulis bahwa alasan Zico menggugatnya adalah karena dia sudah berselingkuh dengan banyak pria dan bersikap tidak hormat padanya.


Dengan tangan yang gemetar, Zevana segera mengambil ponselnya. Dia segera menghubungi Zico. Beberapa kali dia menghubungi, tapi panggilannya selalu di reject. Zevana menjadi gemas sendiri. Dia memutuskan untuk datang ke kantor Zico.


Zevana sangat kalut. Tubuhnya tidak bisa berhenti gemetar. Ini tidak boleh terjadi. Zico tidak boleh menceraikannya. Akan seperti apa hidupnya bila tidak mendapat asupan dana segar dari laki-laki itu lagi? Apalagi bila Zico bisa membuktikan bahwa dia benar-benar berselingkuh. Dia tidak akan mendapatkan sepeser pun harta laki-laki itu! Tidak-tidak, ini tidak boleh terjadi. Dia harus mencegah Zico dari menceraikannya! Dia harus melakukan berbagai cara untuk mencegah hal itu terjadi!


***


Hari yang di tunggu-tunggu Zico akhirnya datang. Kurang dari tiga hari berkas pernikahan yang di butuhkannya sudah lengkap. Kekuatan uang benar-benar luar biasa. Memangkas segala bentuk birokrasi yang rumit menjadi sangat mudah dan praktis. Meskipun dia belum mendapatkan akte cerai dari pernikahan sebelumnya, tapi dia bisa menikahi Nisha secara sah. Baik secara hukum maupun agama. Tidak lama lagi wanita itu akan menjadi miliknya sepenuhnya. Bila di kemudian hari, jangka waktu kesepakatannya dengan wanita itu telah habis, maka dia akan kembali mencari cara lain untuk membuat wanita itu tetap di sampingnya.


Mereka menikah di villa Zico yang letaknya di pinggir pantai. Zico mendatangkan penghulu ke rumahnya. Pernikahan itu di adakan dengan sangat sederhana. Hanya di hadiri oleh Vanno dan satu bodyguard yang di tunjuk sebagai saksi. Selebihnya hanya ada penghulu dan dua orang calon pengantin.


Zico mengikrarkan ijab qabul dengan bersemangat. Dalam satu tarikan napas dia berhasil menyelesaikan ijab itu. Setelah saksi menyatakan sah, mereka melakukan penandatangan berkas-berkas. Kemudian penghulu mengeluarkan buku nikah mereka. Zico menatap dengan sangat puas buku berwarna merah dan hijau tua itu. Dalam jangka waktu tidak kurang dari setengah jam acara pernikahan itu akhirnya selesai.


Nisha masuk ke dalam kamar. Melepaskan kebaya yang dikenakannya. Ketika dia sedang berusaha untuk melepaskan sanggulnya, tiba-tiba Zico sudah berada di belakangnya. Membantunya untuk melepaskan segala aksesoris tak berguna itu.


Nisha berusaha untuk menjauh. Tapi tangan Zico menahan pinggangnya. Dia menarik tubuh Nisha agar mendekat padanya.


“Lepaskan Aku!!”


“Heeemmm…” Zico bergumam. Mulutnya mulai mendarat di pundak Nisha. Menciumi bagian itu dengan ciuman-ciuman kecil. Nisha membalikkan tubuhnya dan mendorong tubuh Zico.


“Apa yang Kamu lakukan?!”


“Aku hanya berusaha menjalani kesepakatan Kita sayang. Kemarilah, berikan dirimu padaku…”


“Tidak akan!!” Nisha berbalik, menjauh dari Zico. Zico tidak patah arang, dia kembali mengejar Nisha. Meraih tangan wanita itu dan menarik ke pelukannya.


“Lepaskan Aku brengsek!!”


“Bukankah Kamu ingin segera bertemu dengan anakmu yang lucu? Lakukan kewajibanmu Sayang. Segera berikan Aku anak, maka Aku akan membiarkanmu kembali bersama anakmu itu…” Zico mulai mengigiti telinga Nisha. Meniup-niupnya dengan napasnya yang hangat. Membuat tubuh Nisha merinding. “Mari Kita rayakan malam pertama Kita. Mari Kita saling menikmati tubuh satu sama lain.”


***


Happy Reading 🥰