
Gerry menatap bosnya dengan tatapan menyelidik. Sejak awal bekerja dengannya, dia tidak pernah melihat bosnya itu telat. Setiap pagi dia akan menunggu bosnya di lobby apartemen. Setiap jam tujuh lewat sepuluh menit, bosnya itu akan turun ke lobby. Hari ini adalah pertama kalinya dia melihat bosnya telat.
Ketika jam sudah menunjukkan jam tujuh lewat lima belas menit, Gerry memutuskan untuk naik ke lantai sebelas untuk menjemput bosnya secara langsung. Betapa terkejutnya dia melihat bosnya itu masih tertidur bersama wanita itu!! Apakah bosnya yang super sempurna itu sudah jatuh cinta pada wanita level rendah itu?! Kenapa selera bosnya dari seorang Zevana, ratu designer baju terkenal menjadi si wanita cleaning service? Cara apa yang di gunakan wanita itu untuk menaklukan bos dinginnya?
“Apa jadwalku hari ini?”
“Jam 08.10 WIB ada meeting bersama tim pengembang sampai selesai. Dilanjut jam 13.00 WIB meeting bersama perwakilan Grup H…”
“Siapa wakil dari Grup H yang datang?”
“Dari informasi yang Saya peroleh, perwakilan dari Grup H yang datang adalah putra terakhir dari Direktur…”
“Putra terakhir?”
“Iya Pak. Menurut informan, Direktur sengaja memanggil putranya pulang untuk mengatasi permasalahan di perusahaan.”
“Pulang?”
“Iya Pak. Putra terakhir direktur sudah lama tinggal di luar negeri.”
“Apa dia kompeten?”
“Dari basic pendidikannya sangat kompeten. Tapi untuk pengalamannya di bidang ini Saya rasa masih kurang…”
“Kenapa Direktur Grup H memanggil putranya yang tidak berpengalaman?”
“Untuk hal itu, Saya masih belum mengetahui motifnya Pak.”
Zico menatap lurus ke depan dengan tatapan tajam. Berpikir mengenai motif tersembunyi yang mungkin di lakukan direktur grup H terhadapnya.
Dari yang dia tahu, grup H adalah salah satu dari sepuluh grup terbesar di Indonesia. Grup tersebut memiliki puluhan anak perusahaan yang bergerak di berbagai macam sektor, seperti Pulp dan Kertas, Agribisnis dan Food, Jasa Keuangan, Developer dan Real Estate, Telekomunikasi, Energi dan Infrastruktur, termasuk Kesehatan dan Pendidikan.
Sungguh suatu kehormatan besar bila bisa bekerjasama dengan grup tersebut. Bila grup H bersepakat menggunakan system yang di kembangkannya, maka otomatis puluhan anak perusahaan mereka juga akan menggunakan sistemnya. Nilai kesepakatan yang akan di perolehnya bukan kisaran puluhan milyar lagi, bahkan bisa menyentuh angka ratusan milyar.
Dia harus bisa meyakinkan si putra terakhir itu. Entah apa yang di pikirkan direktur grup H. Mempercayakan proyek triliyunan kepada putra tidak berpengalamannya. Hari ini dia harus berhasil mendapatkan proyek tersebut. Bila dia berhasil memenangkan tender ini, akan menjadi suatu keuntungan yang sangat besar bagi perusahaannya.
“Atur meeting dengan tim pengembang sepagi mungkin. Aku ingin segala sesuatunya sempurna sebelum di presentasikan.”
“Baik Pak.”
***
“Pak, hari ini ada jadwal pertemuan dengan direktur PT. ERPWare…”
“Jam berapa?”
“Aku akan berada di kantor sebelum jam satu.”
“Ta…tapi Bapak mau kemana?”
“Aku masih ada urusan.”
“Ta…tapi Dirut sedang menunggu Bapak…”
“Cari saja alasan yang bagus.”
“Ta…tapi Pak…”
Daniel tidak menghiraukan perkataan asistennya yang tampak terbata-bata. Dia mengambil jasnya dan berjalan keluar. Hari ini dia harus menemukan wanita itu! Harus!
Sudah hampir seminggu lebih dia mencari Tanisha. Namun keberadaan wanita itu masih belum di temukannya. Dia sudah menyuruh beberapa orang mencari gadis itu. Namun masih belum ada hasil. Pada akhirnya dia memutuskan untuk turun tangan sendiri. Dia bertanya pada bagian pengelola apartemen. Dengan banyak desakan dan sogokan, dia berhasil mendapatkan nama-nama pemilik apartemen di lingkungan itu. Namun nama yang di carinya ternyata tidak ada. Benarkah wanita itu tinggal di apartemen itu? ahh, kenapa waktu itu dia tidak bertanya mengenai tempat tinggalnya? Sungguh bodoh sekali.
Terakhir kali dia bertemu dengan si kucing kecil di lantai sebelas. Dia memiliki dugaan wanita itu tinggal di lantai tersebut. Lantai sebelas terdiri dari belasan apartemen. Sudah tiga belas apartemen di datanginya, namun si kucing kecil belum juga di temukan. Sekarang hanya tinggal tiga apartemen yang belum di datanginya. Apartemen pertama di huni oleh seorang pengusaha tua yang kaya raya. Apartemen kedua di huni oleh wanita yang masih lajang ( semoga saja Nisha) dan apartemen ketiga di huni oleh pengusaha muda.
Dengan bersemangat Daniel mulai menekan bel apartemen kedua. Setelah beberapa kali menekan, akhirnya pintu apartemen terbuka juga.
“Adaaah yang…. bisaaahh… Sayaaah… bantuuuhh…”
Seorang wanita berusia akhir dua puluhan keluar dari dalam apartemen. Wanita tersebut menggunakan baju yang sangat seksi. Mengetahui si pengganggunya adalah seorang pria tampan, wanita itu semakin bersemangat menunjukkan keseksiannya.
Daniel menatap wanita itu dengan tatapan kecewa. Dia membayangkan akan bertemu dengan si kucing kecil. Namun sepertinya harapannya terlalu tinggi. Daniel membalikkan badannya, memutuskan untuk pergi. Namun sejurus kemudian ada tangan lembut yang memegang lengannya.
“Mau kemana tampan? Kamu sudah mengetuk pintuku. Aku tidak akan membiarkanmu pergi…” wanita itu menempelkan dadanya pada punggung Daniel. Membuat Daniel sangat jengah dan marah.
“Lepaskan!” Daniel berkata dengan dingin. Matanya di penuhi dengan tatapan tidak suka. Mengetahui Daniel bersungguh-sungguh dengan ucapannya, akhirnya si wanita seksi melepaskan rangkulan tangannya.
“Siapa yang Kamu cari tampan?”
Sebenarnya Daniel ingin segera pergi. Namun tidak ada salahnya bila dia bertanya kepada wanita itu. Siapa tahu wanita itu kenal dengan Tanisha.
“Aku mencari wanita muda. Usianya dua puluhan. Tingginya sekitar 160 cm. Kulitnya putih, rambutnya panjang dengan mata bulat dan polos. Namanya Tanisha. Mungkin Kamu mengenalnya?”
“Hahaha… Dimana Kamu mengenal gadis seperti itu tampan? Tidak ada gadis dengan deskripsimu tinggal di lingkungan ini, hahaha…” sembari tertawa, wanita itu menutup pintu apartemennya. Meninggalkan Daniel yang masih berdiri mematung.
Sebenarnya apa yang di lakukannya? Mengapa dirinya menjadi pria bodoh seperti ini? Rela kelimpungan hanya untuk mencari seorang wanita? Dan seandainya wanita itu di temukannya, apa yang akan dilakukannya selanjutnya? Wanita itu sedang hamil. Ayah dari si bayi juga masih ada. Tidak ada harapan baginya untuk mendekati wanita itu. Tapi mengapa dia masih tidak bisa menyerah mengetahui semua hal itu? Mengapa hatinya begitu sakit setiap kali memikirkan Nisha? Mengapa wanita itu selalu memenuhi pikirannya? Daniel tahu jawaban dari semua itu. Dari lubuk hatinya yang terdalam sebenarnya dia mengetahui alasan mengapa dia selalu berusaha mati-matian mencari wanita kecil itu. Dia sudah jatuh cinta padanya!!
Daniel melangkah pergi dengan perasaan kecewa. Pupus sudah harapannya untuk menemukan Nisha. Mungkin Tuhan tidak menakdirkan mereka untuk bertemu lagi. Sudah saatnya dia menyerah. Membiarkan wanita itu menjalani hidupnya dan dia juga akan menjalani hidupnya sendiri. Dia harus melupakan kucing kecil itu!!.
***
Happy Reading 🥰