
“In…ini tidak mungkin!! Tidak mungkin tagihannya sebesar ini!”
Nisha sangat syok melihat tagihan di tangannya. Dia hanya berada di rumah sakit kurang dari dua jam. Tidak mungkin tagihannya membengkak seperti ini. Ini pasti akal-akalannya orang gila ini untuk memerasnya.
“Girl, Aku tidak berbohong padamu. Tagihannya memang sebesar itu. Kamu bisa menelepon pihak rumah sakit untuk mencari tahu.” Daniel berkata dengan sangat santai. Dia begitu menikmati ekpresi terkejut di wajah Nisha. Sepertinya rekayasa tagihan yang di buat oleh orang suruhannya benar-benar sangat berguna melihat reaksi Nisha yang seperti itu.
“Tapi Aku hanya di rawat selama dua jam. Kenapa tagihannya mencapai puluhan juta seperti ini?!”
“Girl, rumah sakit tempatmu di rawat itu merupakan salah satu rumah sakit terbaik di negeri ini. Kamar yang kamu tempati juga VVIP. Belum lagi fasilitas tambahan yang Kamu dapat. Jadi wajar kalau tagihannya sebesar itu.” Daniel berkata dengan santai.
Nisha masih memegang kertas berisi tagihan dengan tangan gemetar. Matanya masih benar-benar tidak percaya melihat tagihan itu. Di kertas itu tertulis bahwa tagihan yang di keluarkan oleh laki-laki gila sebesar 23 juta!! Rumah sakit macam apa yang mengeluarkan tagihan sebesar 23 juta hanya untuk perawatan pasien selama dua jam?!!
Selama ini bila dia mengantar ibunya berobat selalu menggunakan kartu kesehatan yang di keluarkan pemerintah. Jadi boleh di bilang dia tidak mengetahui besaran pasti biaya pengobatan untuk ibunya. Tapi apakah angka sebesar 23 juta ini masuk akal? Apakah di Jakarta memang wajar mengeluarkan uang sebesar itu untuk tagihan rumah sakit?
“Kamu tidak menipuku kan?”
“Girl, untuk apa Aku menipumu? Tidak ada untungnya bagiku.”
“Ta…tapi ini jumlah yang besar. Aku tidak memiliki uang sebanyak ini…” Nisha menunduk, sepertinya tangis mulai akan pecah. Tubuhnya mulai gemetar. Sebenarnya Daniel tidak tega melihatnya. Namun dia harus melakukan hal itu untuk mendapatkan keinginannya, yaitu si kucing kecil.
“Berapa uang yang Kamu miliki sekarang?”
“Ak…aku tidak punya…”
“Hasilmu bekerja?”
“Ti…tidak ada…” Nisha menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Jadi Kamu tidak punya uang Girl?
“Ya…”
“Bagaimana caramu akan membayarku?”
“Ak…aku tidak bisa membayar saat ini. Bisakah Aku berhutang dulu?”
“Tidak Girl. Aku ingin pembayaran sekarang.”
“Ta…tapi Aku tidak punya uang. Dengan apa Aku harus membayar?” suara Nisha terdengar memelas. Mata besarnya tampak berkaca-kaca, berusaha menahan tangis.
“Kamu bisa membayarku dengan tubuhmu Girl.”
“APA?!!”
BRAAAAKKKK!! (Nisha menggebrak meja dan berdiri. Merasa tidak terima dengan penghinaan Daniel)
“Aku bukan pelacur yang menjual tubuhku demi uang! Aku lebih rela bekerja kasar daripada menjual tubuhku!” Nisha tampak murka. Tampilan gadis polos, lugu, naïf sudah tidak ada lagi. Daniel cukup terkejut melihat sisi lain dari wanita pujaannya ini.
“Calm down, Baby. Duduk dulu. Aku belum selesai bicara.” Daniel berdiri. Berusaha membuat Nisha tenang. Menyentuh tangan Nisha dengan lembut. Nisha menepiskan sentuhan itu.
“Jangan sentuh Aku!”
“Oke Baby, Aku tidak akan menyentuhmu. Duduk dulu. Pembicaraan Kita belum selesai.”
“Aku tidak sudi menjual tubuhku!”
“Aku tidak memintamu untuk menjual tubuhmu.”
“Tapi perkataanmu tadi…”
“Makanya, dengarkan dulu kata-kataku. Aku belum selesai bicara.”
Akhirnya Nisha mau duduk dan mendengarkan perkataan Daniel.
“Baby, Aku sudah menduga bahwa Kamu tidak akan bisa membayar menggunakan uang. Untuk itu Aku membuat daftar ini untuk melunasi hutang-hutangmu.” Daniel menyerahkan catatan kecilnya pada Nisha. “Aku belum sebulan tiba di Jakarta. Aku belum memiliki teman. Aku butuh teman untuk sekedar makan atau berbicara tentang ini-itu...”
Nisha membaca daftar itu dengan seksama. Apakah dengan melakukan semua daftar ini hutangnya pada laki-laki mesum itu akan lunas?
Daftar Pelunasan Hutang Antara Kucing Kecil Dan Daniel Tampan.
1. Menemani Daniel tampan makan siang Rp 1.000.000,- (3x)
2. Menemani Daniel tampan makan malam Rp 2.000.000,- (2x)
4. Membuatkan Daniel tampan makanan enak Rp 3.000.000,- (2x)
5. Menemani Daniel tampan nonton bioskop Rp 2.000.000,-
6. Menemani Daniel tampan pergi ke pesta Rp 4.000.000,-
“Kucing kecil?”
“Yeah.”
“Maksudmu Aku adalah kucing?”
“Yeah, hehe…”
“Namaku Tanisha! Bukan kucing!”
“Oke Girl, Aku akan ganti namanya. Kenapa jadi pemarah sih kucingku?”
“Aku bukan kucing!”
“Hihihi, oke…oke… Jadi bagaimana dengan tawaranku, Dear?”
“Benarkah dengan melakukan ini semua hutangku akan lunas?”
“Kupastikan Dear.”
“Apa buktinya?”
“Kamu ingin bukti seperti apa Dear? Aku akan memberikannya.”
“Aku pikir menggunakan kwitansi cukup?”
“Apa? Kwitansi? Hahahaha…” Daniel kembali tertawa terbahak-bahak. Ya ampun, kucing kecilnya ini benar-benar polos. “Kalau itu yang Kamu mau Dear, Aku akan memberikannya, hump…” Daniel masih tidak bisa menahan tawanya.
“Tapi kenapa Kamu hanya ingin Aku melakukan hal-hal seperti ini untuk membuat hutangku lunas? Apa Kamu tidak akan rugi? Uang 23 juta itu besar lho…”
“Aku tidak memiliki pilihan lain Dear. Kamu tidak memiliki cukup uang untuk melunasinya. Aku tidak memiliki teman. Jadi Aku pikir itu solusi yang tepat untuk masalah Kita. Apa Kamu keberatan?”
“Kamu tidak akan melakukan hal aneh-aneh padaku kan? Aku wanita hamil lho…”
“Hahaha, Aku janji tidak akan melakukannya. Asalkan Kamu tidak menggodaku…”
“Mak…maksudnya?”
“Tidak ada maksud apa-apa. Bagaimana Dear, Kamu bersedia?”
Nisha terdiam sejenak. Menimbang-nimbang antara harus menyetujui kesepakatan itu, atau mengabaikannya. Tapi kalau dia mengabaikannya, dia tidak punya uang untuk membayar hutang itu. Kalau dia menerima pun, akan sangat sulit untuk meluangkan waktu. Apa yang harus di lakukannya?
“Tapi Aku tidak memiliki banyak waktu luang… majikanku tidak akan suka bila melihatku sering keluar seperti ini…”
“Berapa gajimu Dear?”
“Hah? Oh… itu bukan urusanmu.”
“Tidak bisakah Kamu keluar dari pekerjaanmu dan bekerja untukku? Aku akan menggajimu 3 kali, 5 kali lipat dari majikanmu. Aku akan membuat hutangmu lunas dalam waktu dua minggu. Bagaimana? Mau bekerja untukku Dear?”
“Ak…Aku tidak mau. Aku tidak bisa meninggalkan majikanku. Beliau sangat sepuh. Juga saat baik padaku. Maaf Aku tidak bisa.” Nisha berbicara sembari membayangkan bu Retno, seolah-olah wanita paruh baya itu adalah majikannya.
“Berarti Kamu tidak memiliki pilihan lain Girl. Kamu hanya bisa membayarku dengan melakukan list yang Ku buat untukmu itu. Deal?” Daniel menjulurkan tangannya. Menawarkan kesepakatan. Pada akhirnya Nisha tak punya pilihan lain. Dia menjulurkan tangannya juga dan berjabat tangan dengan Daniel.
“Kita sepakat Girl. Kamu tunggu kabar dariku. Ketika Aku membutuhkanmu, Aku akan menghubungimu. Kamu harus meluangkan waktumu untukku Girl. Sama sekali tidak boleh menolak, oke?”
Nisha menatap pria di depannya dengan gemas. Mengapa dia selalu bertemu dengan laki-laki yang menyebalkan seperti ini? Awalnya Zico kemudian laki-laki ini. Dia merasa berada dalam situasi keluar dari mulut singa malah masuk ke dalam mulut buaya. Nasibnya benar-benar sial.
***
Happy Reading 🥰😘