Love Me Please, Hubby

Love Me Please, Hubby
Aran



aran yang terkejut reflek menarik tangan naya. Dan alhasil mereka terjatuh dengan posisi naya diatas dan aran dibawah. mereka bertatapan cukup lama hingga..


"Heyy kalian berdua"bu lili datang dengan marah.


aran dan naya langsung berdiri kikuk


"Bu saya bisa jelas.."ucapan aran dipotong bu lili


"Jelasin apa?!


Kamu saya suruh buat bawa naya ke ibu. Bukannya malah pacaran sama dia"


"Ta tapi bu saya"


"Gada tapi tapi an. Kamu juga naya! Kenapa bolos terus hah."


"Kamu bersihin gudang sana!!"


"APA? Bu saya tuh paling anti bersih2 bu. Nanti kalau barangnya rusak gimana? Ibu mau ganti?"rengek naya


"Loh kok saya yang ganti. Pokoknya saya gamau tau itu urusan kamu."


"Ibu mau saya pukul juga?"tantang naya


Bu lili menjewer telinga nana hingga kepalanya terangkat


"Kamu ya bener bener keterlaluan banget"


"Ah aaaaa ibu kok tau kelemahan saya.


Ibu jahat. Menindas yang lemah.


Ibu bener2 calon penghuni neraka jalur prestasi"


"Apa? Kamu ya naya! Udh pinter banget ya. Mau ibu telfon nih papa kamu?" ancam bu lili


Ahhh males banget gua dengerin ocehan papa yang bikin kuping gue panass


(Batin naya)


"Ahh hahaha saya bercanda kok bu hehe. Jangan masukin ke hati ya ibu lili cantik"


"Giliran ada maunya aja muji2


Sekarang kamu bersihin gudang sana sama aran!!"


"lah buk, kan yg bolos kan naya. kok saya juga ikut disuruh bersihin gudang sih bu"


"udh gausah protes, kerjain aja!"


"ta tapi buk, bukkk"


Bu lili pergi tanpa menghiraukan aran dan meninggalkan mereka


Di gudang


Buakkk bugghhh buakkkkk


"Huhh ini semua gara gara lo ar"


Naya memukuli vian dengan tongkat bisbolnya alias cila


"Aduhh ampun naa ya allah salah gua apaan "aran meringis kesakitan


Naya mengambil sebuah sapu dan memberikannya kepada vian


"Nih lo bersihin ya ar!. Naya mau bobok dulu byeee"


Naya melongos pergi ke ujung gudang yang terdapat bangku panjang disana


aran menghembuskan nafasnya kasar. Dia sudah malas menghadapi cewek itu. Dia tidak tahu mengapa ada cewek mengerikan seperti itu. Badanya saja masih sakit setelah dipukuli. Pukulannya itu benar2 menyakitkan.


aran memilih untuk mengerjakan tugasnya untuk bersih2. Namun dia juga bingung apa yang mau dibersihkan.


Gudang ini udh bersih. Kayaknya baru dibersihin deh, ah udah ah sapu dikit aja(batin aran)


Huh lihat dia. Benar2 nyebelin. Kenapa dia selalu ganggu acara bolos gue. Padahal dia itu ganteng. Dan juga sexy. Liat saja otot2 nya itu. Benar2 mengagumkan. Tapi kenapa dia selalu kesakitan pas gue pukul


(batin naya)


Apa pukulan gue sekuat itu?. Gua coba ah


PUKKKK


Bagghhh


"Aduhhhhh"


aran yang melihat kejadian itu langsung mendatangi naya


"Ya ampun na


Lo kok **** banget si


Ngapain coba hahh"


aran duduk disebelah nana


Memeluk kepalanya dan mengusap usap nya


" ar arann"


"Eh maaf maaf na, gua ga maksudd..."


Naya menahan aran yg hendak melepaskan pelukannya. Dan menatap aran seolah memintanya untuk tidak melepaskan pelukan hangatnya.


"Nay lo kenapa?"


" bentar ajaa. Kaya gini sebentar aja pliss"nana meletakan sebelah tangannya di dada aran, dan menundukan kepalanya.


aran tersenyum dan memeluk nana dengan erat. Dalam posisi duduk.


Naya merasakan kehangatan dari aran. Naya merasa tidak asing dengan perasaan yg dia rasakan, ia seperti pernah dipeluk seperti ini dengan orang yang dia rasa sangat berharga baginya, namun dia tidak bisa mengingatnya. Naya berusaha kembali mengingat siapa orang itu, namun usahanya sia sia. Dia terus mencoba mengingatnya hingga kepala nya terasa sangat sakit


"arannn" panggil nana dengan lemas


"Na muka lo pucet banget, kita ke uks aja yukk, biar gua antar, lo istirahat aja ntar makin parah sakitnya"


" udh gua gapapa, gua kan kuat" naya menahan sakitnya dan memaksakan senyumnya


"Jangan bohong!. Ayo naik"


aran jongkok dan meminta naya untuk naik ke punggung lebarnya


"Ayo cepetan! Kita ke uks aja" ucap aran


"Udah gua gapapa, gua istirahat disini aja, lagipun yang sakit kan kepala gua, bukan kaki"


"Udh cepetan naik na! Kenapa si bawel bener"


"I iyaa deh, tapi anuuu"


"Hmm kenapa?"


" gu gua gapake short" ucap naya Sembari mengalihkan wajahnya


"Gua bingung, kenapa disaat kaya gini nana jadi imut banget ya, padahal biasanya ampun dah, kalau dia begini terus bisa bisa gua suka sama dia" (batin aran)


Plakkkkkkk


namun dia sadar dan menampar pipinya sendiri, "uhh gua mikir apa sih(batin aran)


" arann lo ngapain begoo, klo mau dipukul bilang aja ma gua, gua siap mukul lo kapanpun hihi" ucap naya sambil memutar mutar tongkat baseball nya


"Hehh lo tadi perasaan lagi sakit"


"Hmm gua udh sembuh keknya, eh tapi ini pipi lo udh merah banget lohh" naya berjalan mendekati aran, memegang pipi aran dan menatap aran dengan khawatir


aran tercengang dan terpaku untuk sesaat, namun dia tersadar dan perlahan meletakkan tangannya di leher nana dan menarik nya perlahan


Ehh a apa ini, ar aran mau nyium gua? Ahh gimana nihh.


"arannn"


aran tidak menghiraukan panggilan naya, dia terus mendekat


Jarak mereka hanya 5cm


Dan semakin dekat......


Haiiii, makasih banget udah baca cerita aku. Semoga kalian suka. Maaf klo rada gaje atau ga nyambung hehe. Author masih pemula


Btw klo ada saran boleh langsung komen aja, klo mau kritik juga boleh hehe.


See you di next episode