Love Me Please, Hubby

Love Me Please, Hubby
Ch 69 - Lahirkan Anak Untukku!!



Tubuh Zico gemetar dengan hebat. Dia meremas-remas semua


kertas di tangannya. Pikiran dan hatinya menolak untuk menerima semua kenyataan


yang ada di depan mata.


“ARRGGHHHHH!!” Zico melempar semua barang yang ada di meja.


Membuat semua barang-barang itu jatuh berserakan di lantai.


“TANISHA!! ARRGGHHHH!!” Zico menutup wajah dengan kedua


tangannya. Pancaran kesedihan dan sakit hati kembali menyelimutinya. Zico tidak


bisa menerima kenyataan bahwa Tanisha sudah memiliki anak dengan orang lain.


“Kamu kejam Nisha!! Ini terlalu menyakitkan!!” Zico berseru


seorang diri. Gumpalan rasa kecewa memenuhi dadanya. Dia kecewa Nisha telah


memiliki anak dengan orang lain, tapi wanita itu malah menggugurkan anak


mereka. Mengapa wanita itu bersikap demikian? Apa wanita itu memang sangat


membencinya? Sehingga tega melakukan hal seperti itu terhadap anak mereka?!


Menurut informasi yang di dapatkannya, Nisha tinggal bersama


keluarganya. Dia sudah menyelesaikan magang profesinya dan akan mendirikan


firma hukum sendiri dalam beberapa bulan mendatang. Nisha memiliki seorang anak


laki-laki bernama Zoe. Anak itu berumur 3 tahun delapan bulan. Bila dia tidak


salah menghitung, Nisha memutuskan untuk langsung hamil setelah menggugurkan


anak mereka?! Betapa teganya!! Bahkan dia belum menalak (menceraikan) wanita


itu. Mengapa wanita itu tega mengkhianatinya seperti ini?? ARRGGGGHHHH!!! Zico


menjadi semakin frustasi.


Apakah laki-laki brngsek itu adalah ayah si Zoe?? Mengapa


dia tidak bisa mendapatkan informasi apapun mengenai ayah Zoe? Dimana si


bedbah itu sekarang? Mengapa dia meninggalkan Nisha untuk membesarkan anak itu


sendiri? Data dari rumah sakit tidak menunjukkan keterangan mengenai ayah si


Zoe!!


Zico membuka ponsel Nisha. Melihat gallery foto di dalamnya.


Hampir semua gallery di penuhi dengan foto-foto Zoe yang sangat tampan dan


menggemaskan. Zico meraba wajah tampan anak laki-laki itu. Menelusurinya dengan


perasaan hampa. Pikirannya melayang pada “boy”. Jika saja Nisha tidak


menggugurkan bayi mereka, mungkin anak mereka akan setampan dan selucu Zoe?


Zico mengeluarkan foto USG dari dalam dompetnya. Dia menatap


gumpalan kecil itu dengan hati yang sakit. Perlahan-lahan dia mencium foto USG


itu dengan penuh sayang. Tubuhnya kembali bergetar karena tangis. Entah sudah


berapa ribu kali dia melakukan adegan seperti ini. Tapi rasa sakit di hatinya


seakan-akan tidak bisa hilang. Di saat bayinya sudah terbujur kaku, Nisha malah


melahirkan bayi sehat laki-laki lain. Perasaannya menjadi hancur!!


Lama Zico berkubang dalam kesedihan dan kekecewaan. Kemudian,


timbul niat yang mendalam dari dalam hatinya. Dia harus membuat Nisha kembali


menjadi miliknya!! Dia akan melakukan segala macam cara untuk membuat Nisha


tetap berada di sampingnya! Ya, dia harus melakukan hal itu. Nisha harus


mengganti nyawa bayi yang telah di bunuhnya dengan bayi yang lain. HARUS!!


***


Nisha menatap laki-laki di depannya dengan penuh amarah.


Ternyata ******** yang telah menculik dan memperkosanya adalah si bed*bah


Zico!! Dasar laki-laki kurang ajar!!


“Jangan menatapku seperti itu sayang. Tidakkah kau ingat


ekpresimu tadi malam?”


“Dasar B*JINGAN!! BR*NGSEK!! SAMPAH!! Enyah kau!!”


“Sayang, sejak kapan kosakatamu di penuhi dengan kata-kata


kotor? Dimana seorang gadis polos dan lugu yang Aku kenal?”


“Diam Kau!! Keluarkan Aku dari sini! Aku akan menuntut semua


perbuatanmu!!”


“Sayang, tenanglah. Jangan emosi. Tidakkah Kamu merasa Aku


memiliki tujuan tertentu dengan membawamu kesini?”


“Ya!! Aku tahu tujuanmu! Kamu tetap laki-laki sampah! Lima


tahun tidak mengubahmu! Kamu tetap laki-laki baj*ngan yang suka melakukan


pemerkosaan!! Aku benci Kamu!! Pergilah ke neraka segera!!” Nisha berkata


dengan berapi-api. Dia tidak bisa menahan segala amarah yang membuncah di dalam


dadanya.


“Aku hanya melakukan pemaksaan dua kali sayang, dan itu semua


padaku dan menikmati percintaan Kita…”


BRAAAAKKK


“Tutup mulutmu!!” Nisha berdiri dan menggebrak meja. Wajahnya


menjadi merah padam. Campuran rasa malu dan amarah menjadi satu.


“Sayang, tahan emosimu. Mungkin saja sekarang di tubuhmu


sedang tumbuh anak Kita. Jangan menakutinya dengan kemarahanmu yang sia-sia…”


“AP-AAPAAA?!!!” Nisha menjadi semakin murka. Dia melempar apa


saja yang ada di meja. Zico hanya menghindar dengan tenang. Bibirnya di penuhi


dengan senyum sinis.


“Gila Kamu ya!! Benar-benar sinting!! Gak waras!! Manusia


macam apa Kamu? Dasar ******** egois tak tahu diri!!” Nisha membanting


semuanya. Zico membiarkan Nisha berbuat semaunya. Nisha berjalan mendekati


Zico. Raut wajahnya di penuhi dengan kemarahan.


PLAAAKK (Nisha menampar Zico)


Zico hanya meringis menerima tamparan itu. Memaksa Nisha


untuk kembali memukulnya lagi. Nisha memukuli dada Zico dengan penuh kemarahan.


Zico membiarkan Nisha melakukan apapun terhadapnya.


“Lepaskan Aku brengsek!! Lepaskan Aku!! Kenapa Kamu tidak


membiarkanku hidup sendiri? Kenapa masih menggangguku…Apa salahku?? Kenapa Kamu


tega padaku.. hiks…” Nisha terisak. Tenaga yang digunakannya untuk memukul Zico


sepertinya sudah mulai melemah. Zico meraih tubuh Nisha dan memeluknya.


“Kamu tahu alasannya sayang. Kamu berhutang padaku. Sudah


saatnya Kamu membayar hutangmu.” Zico berbisik tepat di telinga Nisha, membuat


wanita itu kembali tersadar dan mendongakkan kepalanya.


“Hutang? Apa yang Kamu maksud dengan hutang?!! Kamu yang


berhutang padaku! Kamu telah merenggut masa depanku, membuatku hidup dengan


kesedihan…”


“Sayang, tidakkah Kamu ingat? Kamu sudah merenggut nyawa


putra Kita. Tidakkah Kamu pikir sudah saatnya Kamu menebus segala dosa-dosamu?”


Zico berkata dengan geram. Giginya bergemeretak, berusaha menahan setiap amarah


yang akan keluar.


“Ak-Aku…” Nisha tidak mampu menyelesaikan kata-katanya. Dia


ingin berteriak, mengatakan pada Zico bahwa putra mereka masih hidup. Tapi dia


menahan diri. Dia takut bila melakukan hal itu, Zico akan mengambil Zoey dari


hidupnya. Membuatnya merana seorang diri. Zoey adalah cahaya dan bintang dalam


hidupnya. Dia tidak akan menyerahkan Zoey pada siapapun, termasuk pada ayahnya


sendiri!!


“Kenapa Kamu tidak melanjutkan kata-katamu sayang? Apa Kamu


mulai menyadari kesalahanmu dan akan melakukan intropeksi diri? Hem?”


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Nisha terdiam. Dia


bingung harus menjawab apa. Wajar bila Zico sangat membencinya. Laki-laki itu


menyangka dia sudah membunuh putra mereka. Padahal pada kenyataannya putra


mereka hidup, dalam kondisi sehat, lucu dan menggemaskan.


“Sayang… Jawab pertanyaanku? Mengapa mulutmu terdiam? Apa


Kamu mengakuinya? Bahwa Kamu salah?” Nisha masih tidak menjawab pertanyaan


Zico. Pikirannya berputar kesana-kemari.


“La-lalu apa maumu? Apa yang Kamu inginkan?! Kejadian itu


sudah lama berlalu! Apa yang Kamu inginkan dariku?!” Nisha balas berteriak.


“LAHIRKAN ANAK UNTUKKU. Maka Aku akan melepaskanmu.” Zico


berbisik dengan nada dingin yang mengancam. Membuat bulu kuduk Nisha merinding


ketakutan. Nisha menatap Zico dengan terkejut. Mulutnya ternganga. Tak percaya


dengan apa yang di dengarnya.


“Ap-apaa?!”


Zico mendekati Nisha. Kembali meraih tubuh wanita itu dengan


kedua tangannya. Kemudian dia mendekatkan kepalanya dan kembali berbisik.


“LAHIRKAN ANAK UNTUKKU. Maka Aku akan melepaskanmu. Itu


artinya, selama Kamu belum berhasil memberikanku anak, maka Kamu akan selamanya


berada dalam genggamanku.” Zico menyeringai jahat.


***