Love Me Please, Hubby

Love Me Please, Hubby
Ch 55 - Duel Menyatakan Kepemilikan?



Nisha menatap Zico yang terlihat begitu rapuh. Laki-laki itu


terlihat sangat tidak percaya diri. Matanya di penuhi pengharapan sekaligus


keraguan. Dia begitu ingin Nisha mengatakan bahwa bayi itu memang miliknya,


tapi di sisi lain dia juga meragukannya.


“Bayi ini memang milikmu. Aku tidak pernah sekalipun mengkhianatimu.”


Zico terdiam mendengar penjelasan Nisha. Pelan-pelan dia mulai membenahi baju


Nisha. Memasang kembali branya dan mengancingkan kembali bajunya. Tanpa berkata


sepatah katapun Zico kembali berada di kemudi dan mengemudikan mobilnya.


Di sepanjang perjalanan hanya ada keheningan. Nisha tidak


berani mengucapkan sepatah katapun. Dia takut salah berucap dan menimbulkan


kemarahan laki-laki itu lagi. Zico mengarahkan mobil ke apartemen mereka. Di lobby


gedung apartemen, tampak bu Retno sudah menunggu mereka.


“Jaga dia. Jangan biarkan dia keluar. Jangan biarkan siapa


pun juga masuk ke dalam apartemen. Mengerti?!”


“Mengerti Tuan.”


Selesai mengantarkan Nisha, Zico segera pergi. Ada hal lain


yang harus di lakukannya. Dia harus bertemu dengan laki-laki br*ngsek itu.


Berani-beraninya laki-laki itu menggoda istrinya? Sejak kapan mereka saling


bertemu? Apakah hubungan mereka sudah berlangsung lama tanpa sepengetahuannya?


Apakah sikap Nisha yang sangat dingin terhadapnya disebabkan


oleh kehadiran laki-laki itu?! Sudah sedalam apa hubungan mereka? Apakah anak


yang di kandung Nisha benar-benar anaknya?!!


“ARRGGHHH!!” Zico memukul-mukul kemudi dengan sangat keras. Dia


benar-benar tidak menyangka hal seperti ini akan di alaminya. Nisha adalah


wanita yang polos, dia sudah menelusuri semua hal tentang wanita itu. Mengapa


istri polosnya bisa mengenal laki-laki seperti Daniel? Yang notabene seorang


playboy dan berasal dari kalangan atas? Sejak kapan mereka saling mengenal?


Mengapa mereka berdua tampak sangat akrab dan mesra?!


Zico masih merasa mendidih ubun-ubunnya bila mengingat apa


yang di lihatnya di dalam restoran itu. Lancang sekali laki-laki itu menyentuh


tubuh wanitanya! Dia harus membuat perhitungan dengannya!


“Temui Aku di tempat X.” Tanpa menunggu jawaban, Zico


mematikan panggilan itu dan memacu mobilnya.


Setibanya di tempat itu, Zico melihat Daniel sudah


menunggunya. Zico melihat sekelilingnya yang sangat sepi. Sepertinya Daniel


sudah menyewa keseluruhan dari tempat itu.


Keduanya saling bertatapan dengan dingin. Tidak tampak aura


persahabatan yang pernah terjalin sebelumnya. Keduanya sama-sama muak dan


saling membenci. Zico membenci kenyataan bahwa yang menggoda istrinya adalah


Daniel. Sementara Daniel membenci Zico karena sudah banyak membuat menangis


wanita pujaan hatinya.


Zico duduk tanpa di suruh. Dia kembali menatap Daniel dengan


tatapan elang yang ingin memangsa buruannya. Daniel tidak gentar, dia juga


menatap Zico dengan tatapan marah. Keduanya terdiam, saling menatap. Berusaha


mengukur kemampuan masing-masing. Menduga-duga apa yang akan di lakukan


selanjutnya.


“Jauhi istriku.”


“Sejak kapan Kamu menganggap dia sebagai istrimu?”


“Jauhi istriku. Hanya itu yang ingin Aku katakan.” Zico


berdiri, berusaha mengakhiri pembicaraan.


“Dia hanya istri sementaramu. Begitu anak itu lahir, Aku akan


membawanya bersamaku.” Daniel berkata dengan tenang. Mendengar perkataan Daniel


membuat amarah Zico memuncak. Dengan gelap mata dan tanpa pikir panjang, dia


langsung meraih kemeja Daniel dan memberinya pukulan kuat.


BUUUUKKKK (Zico memukul Daniel)


BRAAKKKKK (Daniel jatuh tersungkur, menghantam lantai yang


keras)


Daniel mengelap darah yang keluar dari hidungnya. Senyum


sinisnya merekah.


“Kenapa sangat marah? Bukankah kenyataannya seperti itu? Dia


akan meninggalkanmu ketika anak itu lahir. Kalian berdua akan berpisah,


hahaha.” Daniel tertawa mengejek. Zico semakin kalap. Dengan bertubi-tubi dia


mengahantamkan pukulan pada tubuh Daniel yang hanya membalasnya dengan tawa penuh


dengan ejekan.


Daniel tergeletak bersimbah darah. Namun senyum sinis masih


memenuhi wajahnya. Zico menatapnya dengan geram. Dia menghentikan pukulannya


dan mulai melangkah pergi.


“Jaga dia baik-baik. Lengah sedikit, Aku akan mengambilnya


darimu, hahaha.” Daniel kembali tertawa. Mentertawakan hidupnya yang begitu


masih berharap, wanita itu mau menerimanya suatu saat nanti. “Hahaha…dasar


laki-laki bodoh.” Maki Daniel pada diri sendiri, air mata tampak menetes di


sudut matanya yang berdarah.


***


“Siapkan segala prosedur yang di butuhkan untuk melakukan


test DNA.”


“Mak-maksudnya Pak?”


“Lakukan sesuai dengan perintahku.”


“Si-siapa yang akan melakukan test DNA Pak?” dokter Zidan


bertanya dengan tergagap.


“Aku, dan calon anakku.” Zico menjawab dengan singkat.


“Ba-baik Pak.”


Zico menutup pembicaraan dan melangkah masuk ke dalam


apartemen. Matanya mulai bergerilya mencari Nisha.


“Tu-tuan…Anda sudah pulang…”


“Ya, dimana dia?”


“Nona sedang berada di kamar…” Belum selesai bu Retno


berkata-kata, Zico langsung menghambur ke kamar. Di dalam kamar dia menemukan


Nisha tengah meringuk sembari menangis.


“Ganti bajumu. Segera ikut Aku.” Zico mengambil beberapa baju


Nisha dan melemparkannya ke tengah ranjang. Menyadari kehadiran Zico yang


begitu tiba-tiba membuat Nisha sangat terkejut. Spontan dia langsung terduduk.


“Aku beri waktu lima menit.” Selesai berkata seperti itu,


Zico segera keluar dari kamar. Karena tidak ingin membuat laki-laki itu kembali


marah, Nisha dengan cepat mengganti bajunya dan berjalan keluar mengikuti Zico.


“Ayo!” Zico menarik tangan Nisha. Bu Retno mengikuti tuannya,


pandangan matanya tampak sangat khawatir.


“Mau kemana Tuan? Bolehkah Saya ikut?”


“Kamu di sini saja. Aku akan membawanya keluar sebentar.”


“Ta-tapi kondisi tubuh Nona sedang tidak baik Tuan. Alangkah


lebih baik bila Saya ikut mendampingi Nona…” Bu Retno memiliki feeling kuat


bahwa akan terjadi sesuatu pada Nona mudanya. Dia harus sebisa mungkin berada


di dekat Nona muda untuk mencegah hal-hal yang buruk terjadi.


“Aku tidak akan membunuhnya. Kau tidak perlu khawatir. Aku


hanya akan membawanya ke dokter.” Zico menjelaskan asal-asalan dan kembali


menarik tangan Nisha. Bu Retno menatap kepergian Nisha dengan tatapan sedih dan


khawatir.


“Jangan khawatir Bu, Saya hanya akan ke rumah sakit saja.”


Nisha berusaha membesarkan hati bu Retno sebelum menghilang di balik pintu.


Di dalam lift, Zico melepaskan genggaman tangannya. Mereka


saling terdiam. Nisha menatap tangannya sendiri, sedikit heran ketika melihat


ada darah di situ. Dia memeriksa tangannya dengan teliti. Seingatnya tangannya


tidak terluka. Kemudian Nisha mulai melihat tangan Zico, dan benar saja


dugaannya. Darah itu berhasil dari tangan pria itu.


“Ke-kenapa tanganmu berdarah? Apa Kamu baik-baik saja? Bagian


mana lagi yang luka?” Nisha memegang tangan Zico. memeriksa buku-buku jari pria


itu dengan sedikit panik. Kemudian dia mulai memeriksa bagian tubuh Zico yang


lain.


Zico menangkap tangan Nisha yang bergerilya di seluruh


tubuhnya.


“Kamu seharusnya tidak mengkhawatirkan Aku. Darah ini bukan


darahku. Kamu bisa menebaknya kan ini darah siapa?” Zico berkata dengan jahat.


Membuat Nisha merinding ketakutan. Nisha begitu terkejut. Dia menutup mulutnya


dan berlari ke pojokan lift. Apakah itu darah Daniel? Apakah Daniel terluka


parah? Bagaimana kondisinya sekarang? Apa dia baik-baik saja?


“Melihat wajah khawatirmu membuatku muak. Tenang saja, priamu


masih hidup. Aku masih belum membunuhnya. Belum.”


***


Hai-hai readerrrrsku sayaangg...😘🥰😍😘


Maaf ya sudah membuat kalian menunggu lama.🙏🙏🙏


Selama tiga minggu ini Saya benar-benar berlibur.


Menikmati banyak hal.


Maaf ya kalau Saya terkesan tidak bertanggung jawab🙏🙏🙏


Meskipun update novel ini tidak teratur, tapi Saya akan usahakan untuk menyelesaikannya (Untuk update Saya tidak bisa berjanji akan melakukan update yang teratur, karena takut hal seperti ini terjadi lagi)


Mohon kesabaran readers menunggu novel ini sampai tamat ya. 🙏🙏


Sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya sudah membuat para readers menunggu lama. Mianneeee...🙏🙏🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️


*Peluk&Cium* untuk kalian semua😘🥰😍🤗🤗😚😙


^ErKa^❤️