
“Mommih? Mommih? Mommih?!” Zoey terbangun dan mendapati
dirinya sedang tertidur sendiri. Dia begitu bingung dan ketakutan. Dia takut
Mommih akan meninggalkannya lagi.
Zoey turun dari tempat tidur. Airmata sudah memenuhi wajah
kecilnya. Zoey membuka pintu kamar, kemudian dia mulai berjalan mencari
Mommihnya. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Ada kamar lain di sebelah
kamarnya. Zoey memutuskan untuk mencari Mommihnya di kamar itu.
“Mommih…Mommih dimana? Zoey takut Mihh…Huuuhuuu…” Zoey
menangis. Perlahan-lahan tangan kecilnya membuka pintu kamar itu. Mata bulatnya
menatap sekeliling kamar, berusaha mencari keberadaan si Mommih. Dia terkejut
melihat Mommihnya sedang tidur sambil memeluk Uncle. Harusnya Mommih tidur
dengannya!! Memeluknya!! Bukan tidur dengan Uncle itu!!
“Mommihh!! Mommih!! Kenapa Mommih tidul sama Uncle??! Kenapa
Mommih gak tidul sama Zoey?!!Huuuuaaaaaaa…” Zoey berteriak-teriak sembari
menangis. Mengagetkan Zico dan Nisha yang sedang tidur.
Melihat anaknya sudah berada di kamar mereka membuat Nisha
terkejut. Cepat-cepat dia menjauhkan tubuhnya dari Zico dan berlari ke arah
Zoey.
“Cup…cup… anak Ibu yang baik. Ibu disini, gak kemana-mana.”
Nisha merengkuh Zoey dan membawanya keluar dari kamar.
“Mommih jahat!! Mommih tidul sama Uncle. Mommih peluk Uncle!!
Mommih udah gak sayang Zoey!! Mommih sayang sama Uncle, huaaaaa….”
“Sssshhh… siapa bilang Ibu gak sayang Zoey? Ibu sayang banget
sama Zoey. Zoey mandi dulu ya, habis ini Kita bisa main seharian.”
“Gak, gak mau!!”
Zoey masih saja tetap merajuk. Nisha berusaha membujuk anak
itu, tapi Zoey tetap saja ngambek. Setalah memandikan Zoey, Nisha membawa Zoey
ke ruang makan. Di sana Zico sudah menunggu mereka dengan berpakaian rapi.
Sepertinya laki-laki itu sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja.
Zoey menatap Zico dengan tatapan bermusuhan. Dia memeluk
Nisha dengan lebih erat. Dia takut Mommihnya akan di ambil. Zico tersenyum
jahat, bermaksud untuk menggoda Zoey. Hal itu semakin menambah amarah Zoey.
“Mommih… Zoey gak suka Uncle itu. Dia mau ambil Mommih dali
Zoey. Zoey gak suka!!”
“Ibu gak akan kemana-mana. Ibu hanya milik Zoey, oke?”
“He’eh.” Zoey merasa menang. Dia memakan sarapannya dengan
lahap. Zico tersenyum kecil melihatnya. Zico makan dalam diam. Sementara Nisha
sibuk menyuapi Zoey. Sesekali matanya memandang Nisha. Hatinya kembali
merasakan sakit. Tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, Zico mengakhiri
makannya.
“Aku berangkat.”
“Sudah mau berangkat?”
“Hem. Ada titipan?”
“Gak, gak ada.” Nisha mendekati Zico. Dia begitu bingung
harus bersikap seperti apa. Mencium tangan laki-laki itu? ahh, mereka bahkan
bukan pasangan yang sesungguhnya. Atau mendiamkannya? Tentu saja itu sangat
tidak sopan.
Zico meraih pinggang Nisha dan mencium bibirnya dengan
lembut.
“Aku berangkat dulu.” katanya. Nisha memegang bibirnya dengan
terkejut. Zico mendekati Zoey. Dia bermaksud untuk menggoda bocah pemarah itu.
“Uncle berangkat dulu. Uncle memang akan mengambil Mommymu.
Lindungimu Mommymu baik-baik sebelum Uncle mengambilnya.” Zico berbisik jahat. Zoey
langsung menangis. Dia berlari ke arah ibunya dan langsung memeluknya.
“Mommih!! Zoey benci Uncle. Zoey gak mau tinggal di sini.
Uncle itu akan ambil Mommih. Zoey gak mau!!” Zoey mengadu yang di balas dengan
senyum lucu oleh Zico.
***
Zico tersenyum-senyum kecil bila mengingat tingkah laku Zoey.
Secemburu-cemburunya dia pada Zoey, bagaimana pun anak itu hanyalah anak kecil
yang tidak tahu apa-apa. Karena dia sudah memutuskan untuk memaafkan Nisha, itu
artinya dia juga harus menerima Zoey sebagai bagian dari hidup wanita itu.
Bagaimanapun untuk ke depannya mereka akan tinggal bersama.
“Ada hal bagus?”
“Apa?”
“Sudah lama Gua gak ngeliat Elu senyum kayak itu.”
“Hem.” Zico memilih untuk tidak menjawab. Dia tidak ingin
keluarganya tahu bahwa dia sudah kembali bersama dengan Nisha. Dia khawatir
mamanya akan kembali mengganggu Nisha lagi.
“Lu jadi cerein si Zee?” Nathan bertanya dengan penasaran.
“Jadi Bang.”
“Gua kaget juga lihat hubungan kalian jadi kayak gini. Gua
pikir, dengan kalian menikah hidup Lu akan lebih bahagia.”
“Sudah lama hidup Gua gak bahagia Bang. Kalian aja yang lucu.
“Bukan Gua yang maksa. Tapi si Mama tuh.”
“Sama aja. Abang juga gak ngelarang kan?”
“Iya deh iya. Kita semua salah. Kita cuman pengen lihat adek
Kita yang paling bontot bahagia. Apa itu salah?” Zico terdiam, tidak menanggapi
lagi perkataan Nathan.
Selama ini Nathan memang selalu rutin mengunjunginya. Kakak keduanya
itu sepertinya memiliki misi khusus. Dan Zico yakin yang memberikan misi itu
adalah mamanya. Kali ini dia harus lebih berhati-hati. Dia tidak boleh
membiarkan keluarganya tahu bahwa Nisha sudah bersamanya. Keluarganya akan
lebih murka bila tahu dia kembali bersama Nisha.
Di mata keluarganya, Nisha sudah di cap sebagai wanita yang
buruk. Seorang wanita yang tega menggugurkan anak kandungnya sendiri demi lari
dengan laki-laki lain. Bila kelurganya tahu dia kembali dengan Nisha,
keluarganya pasti akan melakukan apapun untuk memisahkan mereka. Dia tidak
ingin hal itu terjadi.
***
“Mommih?”
“Hemm?”
“Kenapa Mommih tidul sama Uncle itu?”
“Eeee… kenapa ya?” Nisha bingung untuk menjawab. “Euhm, Uncle
itu tidak bisa tidur. Jadi Ibu menyanyikan lagu nina bobo untuknya. Sama kayak
Zoey kalau gak bisa tidur…” Nisha berusaha untuk ngeles.
“Tapi Zoey gak pelnah lihat Mommih tidul dengan Daddy. Apa
Daddy selalu bisa tidul sendili?”
“Eh, iya… Uncle Niel selalu bisa tidur sendiri…”
“Zoey…”
“Hem??”
“Zoey seneng gak kalau nanti Zoey punya adik?”
“Lil Bro oool Lil Sist?”
“Zoey pengennya adik cowo apa cewek?”
“Heemmm…” Zoey tampak berpikir dengan keras. Nisha deg-degan
menanti jawaban dari anaknya.
“Kalo punya dedek, Mommih masih sayang Zoey?” tanyanya dengan
polos.
“Tentu saja Ibu akan tetap sayang Nak. Zoey nomor satu di
hatinya Ibu.” Nisha memeluk dan mencium kepala Zoey.
“Iya deh, gak papa kalo ada dedek…”
“Beneran gak apa-apa?”
“He’eh. Tapi daddy-nya sapa? Apa nanti dedek Zoey gak punya
Daddy juga? Sama kayak Zoey?” Zoey menatap ibunya dengan mata besarnya.
Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Nisha terdiam. Dia
bingung ingin menjawab apa. Dia ingin mengatakan bahwa Zoey sebenarnya punya
Daddy, dan adik-adiknya dia kelak juga punya Daddy dan Daddy mereka adalah
orang yang sama. Namun dia tidak bisa memberikan penjelasan itu. Dia takut bila
melakukannya, Zico akan tahu anaknya masih hidup dan mengambil hak asuh Zoey
sepenuhnya.
“Apa Uncle itu akan menjadi Daddy?” pertanyaan Zoey kembali
membuyarkan lamunan Nisha.
“Ap-apa Zoey keberatan?”
“Apa Mommih suka sama Uncle?”
“Ehh…Euhmmm…”
“Mommih pasti lebih suka Uncle itu. Mommih gak pelnah tidul baleng
Daddy, tapi Mommih tidul dengan Uncle. Mommih pasti suka dia…”
“Uuummm…”
“Kalo dedek Zoey manggil Uncle itu Daddy, apa Zoey juga boleh
manggil Uncl dengan ‘Daddy’?”
JLEB (Nisha merasa sangat tertusuk hatinya).
***
Hai Readers sayang 🥰🤗
Gimana kabar kalian semua? semoga sehat-sehat ya...
Oh iya, mau menanggapi pertanyaan readers tentang CRAZY UP.
Mohon maaf, Saya belum bisa crazy up.
Untuk readers lama mungkin sudah tahu alasannya. Saya kerjanya full time.
Dari Senin-Jum'at (07.00 - 19.00 wib) kadang bisa pulang jam 21.00 wib.
Bila sampai rumah Saya tidak capek, Saya akan menulis. Bila capek Saya hanya akan istirahat.
Selain itu Saya juga ada usaha sampingan lain, sehingga susah untuk mengatur waktu menulis.
Pada akhirnya, Saya hanya mampu update 1 episode tiap harinya. Untuk hari Sabtu/Minggu Saya usahakan untuk update 2 episode. Jadi please readers sayang, jangan minta crazy up ya...hiks...🤧🤧😭😭
Oh ya, Saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya bagi Readers yang telah memberikan dukungannya dengan memberikan vote secara rutin pada novel ini. Saya sangat mengapresiasi apa yang kalian lakukan. Bagi yang belum memberi vote, di tunggu untuk votenya ya 🥰😙
Bagi yang masuk Grup Erka mungkin sudah tahu, kalau saat ini Saya sedang sakit. Tapi karena komitmen Saya untuk mengupdate novel ini 2 episode per akhir pekan, maka Saya bangun di tengah malam untuk memberi update.
Mungkin itu saja dari Saya, maaf kalau kata-katanya terlalu bertele-tele. Sekali lagi Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi para readers yang sudah memberikan vote. Vote kalian sangat berarti bagi penulis amatir seperti Kami.
Salam kecup dan sayang untuk kalian semua 😙🤗😚
^ErKa^