Love Me Please, Hubby

Love Me Please, Hubby
[SEASON 2] Ch 61 - Lembaran Baru



“Baik-baik ya sama uti, nanti Ibu jemput kalau sekolahnya


sudah selesai. Sini, cium Ibu dulu.” Nisha memajukan tubuhnya, mendekatkan


wajah pada anaknya.


“Noooo Mom!.”


“Eh kenapa gak mau? Ayo sini cium Ibu dulu…”Nisha


memonyongkan mulutnya. Tangan si kecil menepis mulut ibunya dan menutup


wajahnya.


“No Mom!! I’m  not kid


anymole!!”


“Panggil ‘Ibu’, bukan ‘Mom’. Sudah berkali-kali Ibu bilang.”


Nisha meraih tubuh putra kecilnya dan mencium pipi gembulnya dengan gemas.


“Auuwwhhh…Let Me go!!” Zoey menjauhkan pipinya dari bibirnya


ibunya yang menciumnya bertubi-tubuh. Nisha semakin gemas. Dia semakin mencium


pipi bulat putranya kuat-kuat.


“Ndang lunga kono Ndu, selak telat mlebu kerjo lho.” (Cepat pergi sana Nak, takut telat nanti


masuk kerja lho). Ibu Nisha menyela anaknya yang sedang asyik menciumi pipi


cucunya. Dia mengambil Zoey dari pelukan Nisha. Dengan berat hati Nisha


mengikhlaskannya, karena memang sudah waktunya dia berangkat kerja.


“Embul, tidak boleh nakal. Nurut sama Ibu guru ya Nak. Ibu


berangkat dulu, muaaahhch.” Nisha mencuri satu ciuman sebelum berlari ke arah


mobilnya. Terdengar geraman marah Zoey di belakangnya, Nisha tertawa


terkeke-terkekeh.


Nisha melajukan mobilnya menuju kantor. Hari-harinya selalu


cerah di penuhi oleh kehadiran Zoey. Sudah lima tahun berlalu semenjak kejadian


itu. Bila mengingat waktu itu, seakan-akan kejadian itu baru saja terjadi


kemarin. Dia mengingat dengan jelas kejadian hari itu, meskipun ada


detail-detail peristiwa yang tidak di ketahuinya.


Sesudah dokter melakukan anestesi terhadapnya, dia langsung


tak sadarkan diri. Dia tidak tahu peristiwa apa yang terjadi selama dia dibawah


pengaruh obat bius. Ketika tersadar, Daniel sudah membawanya pergi jauh. Apa


yang di lakukan Daniel sangat membuatnya terkejut. Dia tidak menyangka


laki-laki itu akan melakukan hal seperti itu terhadapnya.


Berada di negara asing, tempat yang asing, orang-orang yang


juga asing sangat membuatnya tidak nyaman. Dia meminta Daniel untuk membawanya


kembali ke tanah air. Daniel tidak mengizinkannya. Laki-laki itu beralasan akan


sangat berbahaya bagi dia dan bayi dalam kandungannya bila pulang ke Indonesia.


Nisha sangat bersyukur Daniel bersedia menolongnya. Tapi dia


tidak ingin selamanya bergantung pada pria itu. Sudah banyak hal yang di


lakukan laki-laki itu untuknya. Bila harus di kurs-kan sebagai hutang, maka dia


tidak akan pernah sanggup membayar hutang itu. Untuk itu dia memaksa Daniel


untuk memulangkannya ke Indonesia meskipun dia tahu resiko yang harus di


hadapinya.


Setelah ratusan kali di paksa, akhirnya Daniel bersedia


membawanya kembali ke Indonesia ketika usia kandungannya memasuki tujuh bulan.


Daniel menyuruhnya untuk tinggal di villa milik keluarganya. Namun lagi-lagi


Nisha menolak. Yang Nisha inginkan adalah hidup mandiri. Akhirnya Daniel mengalah


dengan mengajukan beberapa syarat.


Syarat pertama, Nisha harus tinggal jauh dari kota Jakarta. Untuk


syarat pertama, Nisha sangat menyetujuinya karena dia memang berniat pergi jauh


dari kota metropolitan itu. Dia harus pergi menjauh dari jangkauan Zico dan


keluarganya. Di usia kehamilannya yang ke tujuh bulan, Daniel menempatkannya di


kota Surabaya. Sementara Daniel sendiri kembali ke luar negeri.


Syarat kedua, Nisha harus mau menerima sokongan finansial


darinya. Untuk syarat kedua Nisha merasa sangat keberatan. Bila dia menerima


bantuan finansial dari Daniel, bukankah itu sama saja dia bergantung pada


laki-laki itu? Nisha menolaknya.


Daniel tidak patah arang, dia terus membujuk dan membujuk


Nisha. Alasan Nisha harus menerima bantuannya adalah karena Nisha tidak


memiliki cukup uang untuk bisa hidup mandiri. Nisha pergi dari apartemen Zico


hanya membawa baju-bajunya saja, sementara debit card dan cek yang diberikan


Zico di tinggalkannya begitu saja. Setelah merenung dan memikirkan hal itu,


akhirnya Nisha setuju untuk menerima bantuan finansial dari Daniel dengan


Meskipun berat hati, akhirnya Daniel menyetujuinya. Nisha


meminjam sejumlah uang pada Daniel.  Dia


berencana menggunakan uang itu sebagai biaya hidup sehari-hari sampai dia


mendapatkan pekerjaan. Kemudian Nisha tersadar, dengan ijasah dan kemampuan


yang di milikinya dia tidak akan mampu mengembalikan uang Daniel dalam waktu


dekat. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan uang itu untuk kuliah.


Sementara untuk kebutuhan sehari-hari dia dapatkan dari bekerja sambilan.


Melihat Nisha tinggal sendiri di kota Surabaya membuat Daniel


khawatir. Meskipun dia sudah menempatkan anak buahnya untuk selalu mengawasi


Nisha, namun dia masih tidak bisa lepas dari kekhawatiran. Nisha membutuhkan


orang-orang terdekatnya untuk selalu menyokong dan menyayanginya. Tanpa


sepengetahuan Nisha, Daniel mencari keluarga Nisha dan menjemputnya secara


diam-diam.


Tangis haru dan sedih pecah ketika satu keluarga itu


berkumpul. Nisha begitu tidak percaya bisa di pertemukan dengan ibu dan kedua


adiknya lagi. Sementara ibunya merasa sangat kasihan dengan nasib anaknya.


Hamil tanpa di dampingi seorang suami.


Nisha tidak pernah mengatakan bahwa dia hamil karena di


perkosa, yang dia katakan adalah bahwa dia menikah siri dan suaminya pergi


entah kemana. Ibunya merasa sangat sedih mendengar ceritanya. Kedua ibu dan


anak itu saling menguatkan satu sama lain.


Dengan di dampingi keluarga yang sangat mencintainya, Nisha


melahirkan Zoey. Seorang bintang yang akan selalu menyinari kehidupannya.


Sebuah sinar yang menerangi hidupnya yang penuh dengan kegelapan. Kehadiran


Zoey sangat membuat bahagia semua orang.


Setelah usia Zoey menginjak empat bulan, Nisha memutuskan


untuk melanjutkan pendidikannya. Dia memilih fakultas hukum sebagai tempatnya


untuk menimba ilmu. Hal itu di lakukannya bukan tanpa alasan. Setelah melalui


berbagai drama kehidupan, dia ingin lebih mengetahui tentang hukum untuk


melindungi Zoey nantinya.


Kuliah di tempuhnya selama tiga setengah tahun. Selama


kuliah, dia mengikuti magang di kantor advokat senior. Setelah dia berhasil


meraih gelar sarjananya, dia mengikuti PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat)


selama sebulan dan menempuh jalur ujian untuk mendapatkan sertifikat advokat.


Perjuangannya menjadi pengacara tidak sampai disitu. Setelah


hampir setahun mengikuti magang, dia akhirnya diangkat sebagai rekanan di firma


hukum tersebut. Tinggal dua bulan lagi masa magang profesinya selesai, dan dia


bisa mendirikan firma hukumnya sendiri. Sebenarnya dari setahun yang lalu


(tepat ketika dia lulus ujian PKPA) Daniel sudah menawarkan padanya untuk


membuka firma hukum sendiri. Namun Nisha menolak, karena merasa masih kurang


berpengalaman. Pada akhirnya Daniel mengalah dan membiarkannya menyelesaikan


masa magang.


Selama di angkat sebagai rekanan, penghasilannya cukup


lumayan. Nisha mulai membeli rumah minimalis sebagai tempat tinggal keluarga


kecilnya. Dia juga membeli mobil kecil sebagai fasilitas transportasinya.


Sebenarnya dia tidak terlalu butuh mobil, namun karena mengingat dia sudah


memiliki Zoey, dia membuat mobil sebagai salah satu prioritasnya.


Bila di tanya, bagaimana hubungannya dengan Daniel selama


lima tahun ini? Hubungannya dengan Daniel baik-baik saja, bahkan lebih dari


baik. Dia menganggap Daniel seperti seorang kakak yang sangat melindunginya. Daniel


selalu membantunya tanpa dia meminta pertolongan sekalipun. Meskipun mereka


tinggal berjauhan, tapi Daniel selalu menyempatkan diri untuk datang sekedar


melihat keadaan mereka. Sebenarnya dia tahu bahwa Daniel memiliki perasaan


lebih terhadapnya, namun dia tidak bias menerima perasaan itu. Masih ada orang


lain di hatinya, dan posisi orang itu masih belum tergantikan.


Dulu dia begitu naif. Dia pikir waktu akan menghapus


semuanya. Menghapus segala kenangan pahit yang di alaminya. Menghapus semua


perasaan yang di rasakannya. Namun ternyata waktu lima tahun tidak bisa


menghapusnya. Semua rasa sakit itu masih ada, begitu pula dengan rasa cintanya.


Entah kapan semua perasaan itu akan hilang dengan sendirinya?


***