Love Me Please, Hubby

Love Me Please, Hubby
Ch 56 - Melakukan Test DNA



Prosedur pengambilan sample untuk test DNA itu tergolong berlangsung dengan cepat. Dokter Zidan menyuruh asistennya untuk mengambil cairan amnion (air ketuban) di tubuh Nisha. Dokter juga mengambil darah Zico sebagai sample kedua.


“Saya sudah mengambil kedua sample Pak. Untuk hasilnya akan keluar dua minggu lagi.”


“Percepat prosesnya.”


“Baik Pak.”


“Suruh dia keluar. Katakan padanya Aku menunggunya di mobil.”


“Ibu Tanisha Pak? Ba-baik Pak…” dokter Zidan merasa sangat aneh. Biasanya bosnya itu akan menunjukkan rasa cinta yang begitu besar pada wanita yang bernama Tanisha, tapi mengapa sekarang sikapnya menjadi dingin. Dan kenapa bosnya melakukan test ini? Apa ada kemungkinan anak yang di kandung wanita itu bukan anak bosnya? Hah, permasalahan orang-orang kaya benar-benar rumit. Dia tidak mau pusing-pusing ikut memikirkannya. Yang bisa di lakukannya adalah melakukan pekerjaan yang di perintahkan padanya.


***


Nisha terdiam. Dia masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Mengapa dia dibawa ke rumah sakit itu? Mengapa dokter menusukkan jarum pada perutnya? Apa yang di lakukan pria itu terhadap janinnya? Apa pria itu sengaja ingin mencelakai janinnya? Nisha begidik ketakutan, dia memegang perutnya dengan erat.


“Ap-apa yang Kau lakukan pada bayiku? Mengapa dokter menusuk jarum ke perutku? Ap-apa yang Kau rencanakan?” Nisha memberanikan diri untuk bertanya.


Zico terdiam. Dia memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Nisha. Hatinya masih di penuhi dengan rasa amarah bila teringat wanita itu bersama Daniel. Tunggu, tunggu dua minggu lagi. Dia akan tahu bayi itu milik siapa. Apa yang akan di lakukannya bila bayi itu bukan miliknya? Haruskah dia membunuh mereka berdua? Menyayat-nyayat tubuh mereka agar mereka merasakan apa yang di rasakannya? ARRGGGHHH!!! (Zico memukul kemudi dengan keras)


***


“Apa yang mereka lakukan?”


“Saya melihat mereka pergi ke rumah sakit. Menurut informasi yang Saya dapatkan, mereka melakukan test DNA terhadap janin yang masih di dalam kandungan…”


“Test DNA?”


“Iya Nyonya.”


“Cari tahu dokter yang menanganinya. Aku tunggu infonya.”


“Baik Nyonya.”


Mama menutup panggilan teleponnya. Zevana menatap Mama penuh dengan tanda tanya.


“Bagaimana Ma? Apakah insiden kemarin ada hasilnya?”


“Kabar bagus sekaligus buruk. Zico sedang melakukan test DNA untuk membuktikan bahwa itu benar-benar anaknya. Itu artinya, kepercayaan dia terhadap wanita rendahan itu mulai hilang. Tapi bila hasil test DNA keluar dan menyatakan bahwa janin itu adalah anaknya, Zico pasti akan kembali padanya. Kita harus memanfaatkan kesempatan ini.”


“Apa yang harus Kita lakukan Ma?”


“Kita harus mencari tahu siapa dokter yang menanganinya. Setelah itu Kita bisa melakukan langkah yang selanjutnya.”


“Mama yakin ini akan berhasil? Mama yakin Zico akan kembali ke sisiku?”


“Apapun akan Mama lakukan untuk menyatukan kalian berdua. Kamu harus percaya sama Mama.” Mama memeluk Zee dengan sayang.


“Iya Ma, Zee sangat percaya pada Mama.” Zee membalas pelukan Mama sembari tersenyum licik.”


***


Dokter Zidan merasa sangat aneh. Tidak biasa-biasanya Nyonya Besar memanggilnya di luar Rumah Besar. Ada apakah ini? Apa beliau sakit lagi? Sebaiknya dia harus segera pergi ke restoran itu.


Nyonya Besar memilih restoran yang memiliki ruang private sendiri-sendiri. Dokter Zidan mencari ruang demi ruang yang di maksud. Setelah mendapatkannya, dia langsung mengetuk pintu ruangan itu.


Tok…Tok…Tok…


“Ya, masuk.”


“Silakan masuk dokter Zidan.”


“Ba-baik Nyonya…”


“Silakan duduk.” Dokter Zidan duduk di seberang kedua wanita itu. Merasa jengah dan salah tingkah. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Mengapa kedua wanita ini ingin bertemu dengannya? Apa ini ada hubungannya dengan Tuan Muda Zico?


“Mungkin dokter bertanya-tanya, mengapa Saya memanggil Anda kemari.”


“Iy-ya Nyonya. Sebenarnya Saya sedikit bingung…”


“Mungkin Anda sudah tahu wanita di sebelah Saya ini?”


“Iy-ya Nyonya. Beliau tunangan Tuan Muda Zico…”


“Bagus, kalau Anda mengetahuinya. Ini akan lebih mudah. Saya rasa Anda sedang menyembunyikan sesuatu tentang anak Saya?”


“Ma-maksudnya Nyonya?” dokter Zidan menjadi tergagap. Dari awal Tuan Zico melarangnya untuk memberitahu siapapun tentang keberadaan wanita itu. Apalagi mengenai kehamilannya. Apakah keluarganya sudah mengetahuinya?


“Sudahlah dokter Zidan, Anda tidak perlu menyembunyikannya lagi. Semua keluarga sudah mengetahuinya. Bahkan pasangan Zico yang sesungguhnya pun sudah tahu mengenai hal itu.”


“Nyo-nyonya…”


“Saya tahu Anda sangat loyal pada keluarga Kami. Menyembunyikan setiap rahasia yang Kami miliki. Tapi rahasia Zico sudah Kami ketahui semua. Anda tidak perlu menyembunyikannya lagi. Saya memanggil Anda kesini karena ingin meminta bantuan Anda.”


“Ban-bantuan apa yang Anda inginkan Nyonya?”


“Anda tahu, wanita ini adalah tunangan resmi Zico. Dan Anda juga tahu bahwa sekarang Zico sedang tinggal bersama dengan wanita lain yang tidak seharusnya. Saya hanya ingin mengembalikan semuanya pada tempatnya masing-masing.”


“Mak-maksud Nyonya?” Zidan semakin memiliki feeling yang tidak enak. Dia merasa Nyonya Besar akan memintanya melakukan hal-hal yang tidak seharusnya di lakukan.


“Saya mendengar kabar bahwa Zico akan melakukan test DNA terhadap janin itu. Saya juga tahu bahwa Anda adalah dokter yang bertanggung jawab. Seharusnya Anda sudah paham dengan arah pembicaraan Kita.” Mama terdiam, menghirup tehnya dalam-dalam. Zevana hanya terdiam, memperhatikan semua pembicaraan dengan seksama.


Zidan sudah mengetahui arah pembicaraan itu. Nyonya besar ingin mengembalikan semuanya pada tempatnya masing-masing, itu artinya Nyonya Besar ingin agar Tuan Zico kembali pada tunangannya. Sekarang Nyonya Besar tahu bahwa dia yang bertanggung jawab terhadap test DNA yang dilakukan Tuan Zico, dan Nyonya Besar memintanya melakukan sesuatu terhadap hasil tes itu.


“Apakah Nyonya meminta Saya untuk memanipulasi hasil test itu? Tolong koreksi bila pemikiran Saya salah.”


“Ya dokter Zidan. Anda sangat cerdas. Anda bisa menangkap pembicaraan Kita dengan sangat jelas.” Mama tersenyum cerah.


Zidan terdiam beberapa saat, raut wajahnya tampak berubah-ubah. Awalnya penuh keraguan, namun setelah beberapa saat raut wajahnya di penuhi dengan keyakinan.


“Sebelumnya Saya memohon maaf bila jawaban Saya akan mengecewakan Nyonya. Saya tidak dapat memenuhi permintaan Nyonya. Memanipulasi hasil test DNA itu illegal dan melanggar kode etik seorang dokter. Dan juga Saya tidak bertanggung jawab langsung terhadap test itu di karenakan itu bukan spesialisasi Saya. Akan ada dokter spesialisasi lain yang menangani hasil test itu. Saya mohon maaf Nyonya.”


Mama dan Zevana tampak terkejut mendengar jawaban dokter Zidan. Keduanya saling bertatapan dengan raut wajah bingung.


“Dokter Zidan, Anda tahu konsekuensi apa yang akan Anda alami bila menolak permintaan Saya?” Mama berkata dengan nada mengancam.


“Saya tahu Nyonya. Lakukan apa saja sesuai dengan keinginan Anda. Kalau tidak ada hal lain lagi, Saya pamit undur diri.” Dokter Zidan berdiri, dan berjalan ke arah pintu.


“Zidan, Kamu tahu Aku bisa menghancurkan reputasi dan kariermu!!” Mama berteriak.


“Lakukan apapun yang Anda mau Nyonya.” Dan Zidan pun melangkah pergi. Meninggalkan Mama dan Zevana yang mengamuk dengan penuh kemarahan.


***


Happy Reading 🥰😘