Love Me Please, Hubby

Love Me Please, Hubby
maaf



"NAYARAA!! Kamu jelasin maksud semua ini" ucap kepala sekolah dengan marah


"Itu bukan saya buk, saya ga bohong" bantah Naya dengan tegas


"Tapi jelas jelas orang itu mirip kamu. Kamu udah mempermalukan nama sekolah"


"Ibu ga ngerti teknologi sekarang? Itu cuman editan buk. Dan coba ibu liat baik baik videonya, bentuk badannya udah jelas beda." Bantah Naya dengan tegas "lagipula mata cewek di video itu coklat terang. Sedangkan mata saya berwarna hitam pekat"


"Bisa aja kamu pake softlens" sanggah salah satu guru bk muda


"Warna softlens ga seterang itu. Lagipula cewek di video itu berpostur tubuh tinggi. Dan saya pendek. Dan juga warna kulitnya putih pucat, sedangkan saya agak kecoklatan"


'Guru guru yang berada disitu pun mulai berbisik bisik dan merasa kalau perkataan Naya ada benarnya


"Makanya diperiksa dulu buk, jangan asal tuduh aja. Malu sendiri kan"


"Apa maksud..."


"Maaf kalau saya tidak sopan, tapi saya juga tidak bisa membiarkan ibu mencemari nama saya. Saya bisa saja menyewa pengacara mahal dan memenjarakan ibu karna pencemaran nama baik. saya permisi balik dulu bu"


Naya melangkah keluar dengan kesal.


Saat Naya keluar dari ruang bk, Naya melihat sekumpulan siswa yang menguping pembicaraannya dan guru guru. Naya tak memperdulikan mereka dan hanya melongos melewati mereka.


Naya memutuskan untuk pergi ke rooftop sekolah untuk menenangkan pikirannya.


Di rooftop


Naya sudah merasa sedikit tenang, karena hembusan angin sepoi sepoi yang membuatnya lebih rileks. Namun ada satu hal yang mengganjal di pikirannya.


"Kenapa coba aran ngeliatin gua doang, apa dia juga percaya kalo yang di video itu gua? Arghhhhhh kesel. Kenapa dia segitu gak percaya sama gue huh"


"Aku percaya kok sama kamu"


Naya sangat mengenal suara itu. Naya pun langsung menoleh ke belakang


"A Aran? Lo sejak kapan.. trus pke aku kamu


Tiba tiba Aran mengelus elus kepala Naya dan tersenyum


Nayara pov


Argghhhh gimana ni, mana suara jantung gua besar banget lagi, ntar klo dia denger gimana aisshhh. Tunggu tunggu, gua kan masih marah sama Aran ya, ughh sadar nay. Lo itu bukan cewe gampangan yang diginiin doang udah baper.


Tapi sebenarnya gua baper anjay. Tapi gua harus bisa ngontrol diri gua


Nayara menebas tangan Aran yang masih tersenyum " gausah sok baik!"


Naya pun melongos pergi meninggalkan Aran.


Namun, Aran menarik tangannya dan Naya pun berbalik.


"Mau lo apa sih? lepasin!"


" gamau, gua gabakal lepasin lo"


"Gua tonjok nih" Naya mengancam Aran dengan mengepalkan tangannya


Aran tersenyum lalu mensejajarkan tingginya dengan Naya lalu, mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Naya.


Jarak mereka sangat dekat


Naya sentak terkejut dan membulatkan matanya. Jarak mereka sangat dekat hingga membuat hidung mereka hampir bersentuhan.


Melihat wajah terkejut Naya, Aran tersenyum dan merasa gemas dengan Naya yang terlihat sangat cantik saat sedekat ini


"Kenapa?" Tanya Aran lembut


"mu muka lo terlalu deket ran" jawab Naya dengan muka yang sudah semerah tomat


Aran pun kembali berdiri tegak dan menghela nafas nya


"maafin gue nay, gua ga bisa nolongin atau belain elu tadi" ucap Aran sambil membuang muka dengan wajah yang sama merahnya


see you next episode


maaf ya kalau update nya lama, author bakal usahain buat up lebih cepet